Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Tangis dan tawa Avi


__ADS_3

"Kak... jangan buat aku mati penasaran" desak Avi


"Aku sudah memilih kuliah di kota J. Jadi..." Belum sempat Arash menyelesaikan ucapan nya. Avi sudah menangis.


"Vi.. dengarkan aku dulu.." Arash mengusap air mata Avi yang mebasahi pipinya.


"Aku akan berangkat 2 hari lagi sayang" Arash kembali ketempat duduknya. Tangisan Avi semakin terisak, Arash memeluknya lagi memberikan sedikit ketenangan. Setelah puas menangis Avi mengusap matanya nya lagi. Ia melepaskan dirinya dari pelukan Arash.


"Aku ga boleh cengeng, kamu bukan pergi berperang. Hanya beberapa waktu kakak akan balik lagi. Aku akan mendukungmu dn mendoakan mu dari sini." Avi tampak menegarkan hatinya agar tak menangis lagi.


Arash menatap intens wajah cantik itu, ia tau kekasihnya mencoba sedikit kuat dihadapannya. Bahkan ia sendiri merasakan hal yang sama karna akan berpisah lama.


"Sayang... kuminta kamu jangan berpikiran ini ya. Aku ga mau nilai kamu turun, pasti mama dan kakak akan marah padaku. Seringlah melihat bunda, karna ia akan sering sendirian dirumah." pesan Arash yang membuat Avi meneteskan bulir bening itu tapi dengan sigap dihapusnya.


"Ya kak, Avi akan lakukan seperti kata kak Arash. Nilaiku tak akan jelek." Arash tersenyum melihat gadis kecilnya sekarang menjadi gadis yang terlihat dewasa. Ia menyembunyikan semua kegalauan nya karna kepergian Arash.


"Kamu jangan dekat dekat dengan pria lain, aku bisa mati cemburu jika terdengar kabar itu" Avi mengukir senyuman manisnya dengan mata sembabnya karna menangis.


Arash memang jauh dari Avi, tapi matanya bisa melihat keseharian Avi. Lalu Arash mengantar Avi pulang sekalian pamit pada mama dan kakak Avi.


Mama memberikan nasehat untuk Arash. Walaupun dia juga merasa sedih tapi ia masih bisa tahan. Dan yang paling teramat hancur disini adalah Avi. Walaupun ia menyembunyikannya. Mama dan kakaknya bisa melihat kesedihan itu


.


.

__ADS_1


"Apa? jadi kalian pisah ranjang dong" Anin sedih mendengar kabar dari Avi jika Arash akan ke kota J untuk kuliah dan itu memakan waktu yang lama.


"Sabar sayang, kan masih telpon telponan, masih bisa video call. Sekarang sudah canggih lho Vi. Mungkin suatu saat akan ada teknologi Doraemon... pintu kemana saja...." gurau Anin pada Avi agar sedikit terhibur. Avi malahan sedikit tersenyum.


"Kamu ada ada aja." Anin kembali membuka buku pelajarannya karna guru sudah memasuki kelas.


"O ya Avi, ibuk lupa. Kamu hari ini sudah diizinkan ibumu. Jadi kamu bisa pulang kebih awal. Sudah ada yang menjemmu" Dia heran mendengar ucapan dari buk Rahmi. Begitu juga Anin.


"Tapi buk, kan baru mulai belajar." bantah Avi yang tak rela meninggalkan pelajarannya.


"Silahkan kamu keluar dan lihat sendiri" jawab buk Rahmi sambil meneruskan mencatat dipapan tulis.


"Baiklah buk" Avi lemas membersihkan kembali alat alat tulis dan bukunya. Dia berjalan keluar, Disana sudah ada Aras menanti.


"Tadi aku sudah bilang kemama, dan mama mengizinkan. Kita habiskan waktu bersama hari ini" Arash semangat mengemudikan mobilnya. Sesekali melihat Avi yang tersipu di sebelahnya.


"Tapi .. aku pakai baju sekolah kak.." Avi cemberut melihat Arash.


"Lihat dibelakang" ternyata Arash sudah membawa baju ganti untuk Avi lengka dengan sepatu nya.


"Kak Arash tadi beli ini?" Arash mengangguk.


" Kita cari tempat kamu ganti pakaian." Dia berhentikan Mobilnya didepan sebuah mini market.


"Disana pasti ada toiletnya." Arash mengajak Avi keluar dan masuk kemini market itu. Dia juga membeli minuman segar serta camilan.

__ADS_1


Avi juga sudah berganti pakaian mendekati Arash. Menunggu Arash membayar belanjaan nya.


"Anak sekolah zaman sekarang bisa bisa nya ia bolos untuk pergi pacaran. Mau jadi apa kelaknya." bisik salah seorang karyawan mini market kepada temannya.


"Dia istri saya mbak. Kami bukan pacaran lagi." Arash yang sakit hati mendengar bisikan mereka membuat kaget karyawan itu.


"Ambil saja kembaliannya." Arash cuek lalu membawa Avi keluar dari mini market yang membuatnya kesal.


"Kak Arash kenapa? ahahaha... lucu juga sedang kesal" ledek Avi setelah dalam mobil.


"Mereka ikut campur urusanku."


"Ngambek nih..." Avi tertawa terbahak bahak melihat Arash yang cemberut. Arash menahan senyumnya dan membuat wajahnya cemberut dan itu berhasil membuat kekasihnya melepaskan tawanya. Setidak nya ia bisa bersenang senang untuk hari ini.


"Kamu tertawakan aku? gadis nakal.." Akhirnya Arash juga melepaskan tawanya.


Suatu saat hanya ada kebahagiaan dihidup mu sayang. Akan kulakukan agar tak ada lagi kesedihan dihatimu. Melihat mu tertawa saat ini sangat melegakan. Batin Arash


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2