
Flash back On.
"Tara, cepat suruh Anin melakukan rencana kita. Aku bosan berlama lama. Jika tidak semua saham ku diperusahaan kalian akan kutarik kembali."
Arash melempar sebuah map kedepan Tara yang sedang duduk disofa ruangan kerja Arash.
"Aku sudah membujuk nya bro.. belum melakukannya saja Anin sudah merasa bersalah. Apalagi..." Tara mencoba menjelaskan pada Arash. Namun cepat dipotong oleh Arash.
"15 jam dari sekarang, jika tidak kalian berdua akan jatuh bangkrut." Arash menatap tajam Tara sahabatnya dimasa SMA dulu.
"Tapi bro..."
"Keluar dari ruanganku!"
Arash menghadap jendela membelakangi Tara. Dengan langkah penuh kekesalan Tara berjalan keluar ruangan Arash. Ia langsung merogoh ponsel disakunya.
"Sayang... bisakah kita bicara sebentar?"
"Datanglah, aku dikantor"
"Baiklah aku langsung kesana."
Tara menutup ponselnya dan langsung menemui Anin. Membujuk kekasihnya agar mau melakukan permintaan Arash tempo hari.
Tak berapa lama melajukan mobilnya Tara langsung masuk keruangan Anin. Ia duduk menatap pada wanita cantik yang sangat ia cintai sedang fokus dengan laptopnya.
"Ada apa sayang? Kamu terlihat sangat kesal hmm?" Anin mendekati Tara dan duduk disampingnya.
"Aku sudah tak bisa mengajak kompromi Arash nin. Ia terus saja memaksa."
Anin menatap hangat wajah pria itu. Dan memberikan sebuah kecupan hangat untuk menghilangkan kekesalan Tara.
Namun kecupan itu disambut hangat oleh Tara yang mulai berhasrat untuk meminta lebih.
__ADS_1
"Sayang... jangan disini.." Anin tersenyum melihat Tara yang yang lebih bersemangat padanya.
"Baiklah... " Tara mengelus lembut bibir Anin yang telah ia buat basah.
"Untuk menjebak Avi?" Anin menatap Tara penasaran.
"Ya.. dan kamu tau sayang? Ia mengancam kita." Tara menvhela nafas dan melepaskan nya kasar.
"Aku tau ancamannya..." Anin duduk bersandar menatap lurus kedepan sambil memangku tangannya.
"15 jam dari sekarang... kita harus bisa menentukan pilihan. Jika Avi selamat, kita takan selamat dari Arash. Begitu juga sebaliknya. Sayang aku benar benar bingung" Tara meraup rambut nya kasar.
"Apa kita harus melakukannya?" Anin menatap kearah Tara yang tampak frustasi.
"Tidak ada jalan lain sayang..." Tara mengangkat bahunya.
"Maafkan aku sahabatku..." Anin memeluk Tara yang duduk disampingnya.
"Semoga semua baik baik saja sayang..." Tara mengecup kepala Anin.
Anin memastikan akan melakukannya sekarang juga.
"Bawa ke apartemen mu sore sepulang bekerja. Kebetulan hari ini Denis sedang menghadiri pertemuan penting. Jadi kemungkinan Avi akan pulang sendirian." Jelas Tara memudahkan pekerjaan Anin.
"Baiklah. Nanti akan kuhubungi Arash ketika berhasil." Anin menghela nafas nya berdiri.
"Baiklah sayang, aku lapar. Beri aku sedikit energi menjelang makanan ku masuk kesini." Anin memegang perutnya.
Tara yang mengerti maksud Anin berdiri dan langsung memeluk wanitanya. Menyalurkan sedikit energi pada Anin. Untuk sebuah pekerjaan yang sangat berisiko.
.
.
__ADS_1
"Avi.. bisa kah kita bertemu? Aku kangen..dan ada hal penting juga.." Anin menyapa Avi disambungan telepon.
"Bisa. 15 menit lagi aku akan selesai." Jawab Avi dari seberang.
"Tunggu aku ditaman kantor mu ya. Aku akan menjemput mu." Anin senang karna Avi mau diajak bertemu.
"Baiklah. Kebetulan juga Denis pulang telat jdi ku bisa bersama mu sebentar." Avi terdengar senang diseberang sana.
"Baiklah,, sampai jumpa nanti"
Anin menutup sambungan ponselnya. Terlihat senyum kemenangan. Tapi dengan air muka penuh rasa bersalah.
Ia melajukan mobilnya untuk menjemput Avi.
Diperjalanan ia mengerem mendadak agar Avi tak bisa menghubungi Denis. Dan diparkiran Ia menyewa ibu ibu dan beberapa orang untuk mengalihkan perhtian Avi akan Ponselnya yang terjatuh.
Benar benar rencana yang licik. Anin sangat berbakat untuk menjadi seorang aktris. Tapi ia melakukannya juga karena terpaksa.
Setiba diapartemen ia memasukan obat tidur kedalam minuman es teh manis milik Avi. Hingga Avi tak sadarkan diri. Lalu memberi tahu Arash bahwa Avi sudah terlelap.
Semua penyesalan yang Anin rasakan sekarang tak ada artinya, sebelum ia memberitahu semua pada Denis. Sebelum semua terlambat. Tapi apakah Anin akan melakukannya atau dia akan tetap diam.
.
.
.
Bersambung...
Semoga sahabat kita orang orang terbaik ya der...
jangan lupa like nya ya. koment yang menarik.
__ADS_1
masih lanjut setelah ini. jangan kemana mana.
salam cintoh..