
WARNING 21+
Avi memeluk Denis dari disampingnya. Sekarang dirinya lah yang merasa sangat bersalah. Karna bertemu dengan Arash.
"Uda... ada yang mau aku ceritakan." Denis memperbaiki duduknya. Sekarang ia bisa melihat keseluruhan wajah istrinya.
"Ada apa?" Denis mengelus lembut pipi Avi.
"Aku tadi meninggalkan mu dari kantor pergi ke danau. Aku duduk dikursi yang disediakan. Tak sengaja aku bertemu Arash disana."
Avi menatap Denis menunggu reaksi dari suaminya. Ternyata Denis hanya diam mendengar ceritanya.
"Lalu?"
"Dia menghampiri ku. Ternyata dia sudah tau kita menikah. Dan juga.. dia bersikap baik." Denis memperhatikan Avi yang terlihat senang menceritakan tentang Arash.
"Lalu?"
"Ia bilang akan merebutku dari mu, jika Uda berbuat kesalahan kepadaku dalam rumah tangga kita." Avi berhenti lagi menunggu reaksi Denis.
"Lanjutkan.."
"Aku juga minta maaf padanya sudah mencuri waktu 24'jam nya. Aku sangat berhati hati bicara padanya. Kurasa ia bisa berbuat nekad jika aku kasari."
Avi berhenti lagi. Ia menggenggam jemari Denis. Kemudian mencium punggung tangan suaminya.
"Syukurlah jika benar seperti itu. Kamu yang telah mengerti karakternya bisa lebih berhati hati bila berjumpa dengan nya. Istriku ini sangat pintar." Denis mengelus rambut dikepala Avi dengan senyuman menggoda.
"Aku merasa bersalah pada mu, sungguh Uda. Aku hanya takut jika ia berbuat nekad jika ku usir. Saat aku pulang ia juga menemani ku menunggu taxi online."
"Kamu istri yang baik. Buktinya kamu ceritakan padaku. Bisa saja kamu menyimpannya sendiri bukan. Terima kasih sudah mau jujur sayang. Aku mencintai mu"
Denis kembali memeluk Avi.
"Tadi dia juga membelikan ku jajanan Tahu genjrot. Jajanan saat sekolah. Hanya mengenang kisah sekolah kok Uda."
Avi memberikan senyuman termanisnya. Denis kembali memeluk Avi dengan berbisik.
"Lain kali jika belum tentu kebenarannya, jangan lari lagi okey? Kamu bisa bertanya atau apaun itu.
Dan juga aku ga suka kamu berdekatan dengan Arash. Kecuali saat kita bersama."
Denis memeluk lembut tubuh Avi. Ia senang semua masalah telah selesai saat ini.
__ADS_1
"Mafkan aku Uda. Aku janji takan begitu lagi"
"Sudahlah, jangan terlalu banyak minta maaf, justru aku yang minta maaf pada mu. Aku menyesal dengan adanya hari kejadian hari ini. Kita sama sama intropeksi diri agar rumah tangga kita kedepannya lebih aman lagi."
"Baiklah... kurasa sudah selesai. Aku ingin mandi. Rasanya lengket sekali."
Avi langsung turun dari ranjang dan berjalan kearah kamar mandi. Tanpa ia sadari Denis mengikuti nya dibelakang. Saat pintu kamar mandi tertutup ia baru menyadari jika ada Denis disana.
"Astaga...!"
"Ada apa sayang?"
"Uda ngapain?"
"Mau menemani mu.."
"Tapi aku mau mandi..."
"Aku juga mau...."
"Sayang..."
Denis menyatukan kedua bibir mereka. Sedangkan tangannya bekerja melepaskan pakaian Avi.
Saling berciuman membalas dan menyapu semua rongga dimulut masing masing. Avi berjalan ke bawah shower ia membasahi tubuhnya dengan air hangat. Denis memperhatikan pemandangan indah didepannya.
Ikut terguyur dibawah shower saling berpelukan, meraba setiap inci tubuh istrinya. Ia sedikit menarik Avi keluar dari guyuran shower. Memberikan shampoo serta sabun cair ketubuh masing. Hingga membilas bersih tubuh keduanya.
Senjata Denis sudah menanti kapan akan ditembakan. Ia sedikit menggosok gosokan kebagian belakang Avi. Setelah lama bergelut dengan lidah masing masing Denis turun kebagian leher istri.
"Aakhhh... mmmpphh"
Avi mende..sah lembut mengikuti alur permainan Denis. Ia memejamkan mata saat suami memainkan bukit kenyalnya dengan lidah serta sedikit mere..mas nya.
Denis mulai jongkok kebagian bawah Avi bersiap siap memberikan serangan disana dengan lidahnya serta sesapan yang hangat.
"Mmmpphh...
aaakkhh....
aaah...
sayaaang."
__ADS_1
Denis semakin menggila mendengar de..sahan istri. Ia mempercepat laju lidahnya didalam sana. Hingga Avi menikmati pelepasan pertamanya.
Denis berdiri menatap hangat wajah Avi. Ia mendaratkan kembali sebuah ciuman hangat untuk istrinya.
"Apa aku boleh?" Avi yang sudah berjongkok dibawah Denis mendongak keatas.
"Lakukan apa yang kamu inginkan sayang."
Denis mere..mas lembut kepala Avi. Ia menatap kelangit langit kamar mandi saat senjatanya masuk ke mulut Avi.
Sensasi yang sangat luar biasa yang belum pernah ia rasakan. Denis berkali kali melenguh menahan suaranya. Avi mempercepat tempo lajunya. Hingga Denis sedikit berteriak. Ia mendapatkan pelepasan pertamanya.
"Aaaaahhhhh...
sayaaang...
ahh..
aah.."
Avi berdiri membantu mengeluarkan sisa sisa peluru disenjata sang suami. Mereka membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi.
.
.
.
Bersambung..
»»»»»»»»»»»»»»
Aaahhhh... aahahahhaha... sudah panaskah?
Othor sengaja menawarkan bagian panas ini saat malam larut seperti ini.
Kepada yang sudah berpasangan khususnya pasutri selamta dipraktekan ya. Xixixixi
Dan untuk yang single jomblowan jomblowati, harap bersabar. Jadikan ini pengetahuan dn jangan dipraktekan langsung ya Sebelum halal.
Jangan lupa like, koment yang aseeek, favorite, and vote nya. Aku bukan apa apa tanpa kalian...
Terimakasih...
__ADS_1
salam cintoooh