
"Denis, kali ini aku yakin Avi akan ragu..."
Deby membuka obrolan setelah diatas mobil.
"Aku percaya dengan Avi kak..." jawab Denis.
"Kenapa kakak bicara seperti itu? Itu menyakitkan hatinya kak." Jawab Avi pada Deby karna sedikit kesal dengan perkataan Deby.
"Karna Arash orang yang pintar, dia akan berusaha sebaik mungkin Vi. Dan waktu 24 jam yang kamu berikan.. tidak akan dihabiskan sehari. Kakak yakin... dia akan pergunakan lebih banyak hari. Agar bisa bertemu denganmu setiap saat."
Penjelasan Deby memang benar. Arash sangat cerdas. Ia bisa memanipulasi waktu demi Avi. Seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya.
"Kak Eby benar sayang, sebaiknya ketika bertemu besok kamu bahas ini lebih dahulu.sebelum ia mempergunakan pa pikir seperti kak Eby tadi." Avi menyimak perkataan Denis.
"Iya aku mengerti."
"Bagus ... hari ini kita hanya bersenang senang jangan selipkan masalah masalah didalamnya. Kepala rasanya sudah mau pecah karna masalah uang tak berkesudahan" ujar Deby panjang lebar.
"Lagu apa ini Uda? Sangat enak didengar..." tanya Avi tiba tiba mengalihkan pertanyaan dengan membahas musik yang disetel oleh Denis.
"Ini lagunya coldplay featuring BTS. Kalau ga salah lagu terbarunya vi. Yang berjudul My Universe."
Penjelasan Deby ditanggapi takjub oleh Avi.
"Kak Eby sekarang Army juga ya... hehheh" Deby semangat menjawab pertanyaan Denis.
"Hanya suka lagunya... dan orangnya. Hahaha"
"Keren... bagus lagunya."
__ADS_1
"Mau kemana kita Denis?" Mama bertanya dari arah belakang.
"Kesebuah tempat ma... sangat indah."
"Kamu membuat kami penasaran Denis" sambung Ica dari arah belakang.
Mobil itu melaju kencang ketempat yang dimaksud Denis.
Hamparan laut terlihat dari tepi jalan raya. Mereka takjub melihat ciptaan yang mahakarya ini.
Mobil berhenti didermaga tepi laut. Mereka turun satu persatu. Menunggu aba aba dari Denis.
"Kamu tunggu disini sayang..." Denis meminta Avi dan keluarga menunggu nya disebuah cafe didekat dermaga itu.
"Uda mau kemana?"
"Hanya sebentar..." jawab Denis tidak pasti.
"Kamu mencintainya?" Tanya Vita membuyarkan lamunan Avi.
"Ya... aku mencintainya.. bagaimana menurut kakak? Apa dia baik untuk menjadi seorang suami?" Avi malah balik bertanya pada Vita.
"Setiap lelaki itu baik untuk jadi seorang suami, pertanyaannya.. Baik untuk mu.. sayang... kamu yang kenal dia beberapa tahun ini" imbuh Vita tersenyum menyenggol lengan Avi.
"Jika aku ingat, dia tak pernah menyakiti ku. Berbuat tak pantas apa lagi. Dia sangat menghormati ku. Padahal waktu aku lari, sebulan penuh aku bersembunyi di apartemennya. Dia tak mengambil kesempatan apa apa, bahkan tak menyentuhku. Itu cukup membuatku yakin jika dia lelaki yang baik." Terang Avi panjang lebar.
"Jadi sebulan kamu tinggal bersamanya?" Ica ikut bertanya karena mendengar pembicaraan mereka.
"Ya... aku sempat dirawat Dokter karena tertekan. Kebetulan Dokter itu pamannya." Jawab Avi santai.
__ADS_1
"Apa? Kamu sempat sakit. Kamu sangat menyusahkan Denis rupanya." Deby ikut nimbrung dengan obrolan mereka.
"Aku akan lebih senang merepotkannya kak.. jika waktu itu tiba.. sebagai istrinya, karna dia juga sangat tampan"
"Avi... kamu ini bucin ternyata... haahha" mereka melepaskan tawanya. Mama yang melihat pun hnya geleng geleng kepala melihat tingkah anak anaknya.
Tak lama Denis datang, ia memboyong keluarga itu naik kesebuah kapal. Kakak kakak Avi bersama suami mereka duduk ditempat yang telah disediakan. Mereka bisa melepas lelah setelah perjalanan jauh dengan mobil.
"Mama lelah? Tidurlah sebentar. Kita masih jauh."
"Masa naik kapal mau tidur? Mama mau menikmati pemandangan indah ini Avi."
"Avi pikir mama lelah. Heheheh"
"Kamu ini..
Denis mau membawa kita kemana?"
"Ke pulau katanya ma.."
"Jadi ingat saat Arash membawa kita jalan jalan kepulau"
"Iya?"
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...