Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Apakah boleh?


__ADS_3

"Kamu mau mendengar lagu apa?" Tanya Arash sambil terus mengemudi.


"Yang enak didengar aja kak.. musik yang sedikit slow gitu..." Ia kembali menyetel musik itu. Terdengar lagu dari grupband legendaris Gigi, 11 januari.


Mereka mengiringi lagu itu. Sambil sesekali saling memandang dan tersenyum.


Semoga kebahagian mereka berjalan mulus seperti yang mereka harapkan.


.


.


Mereka tiba dipantai yang mereka tuju, pemandangan yang asri memanjakan mata kedua kekasih itu.


Membuat perasaan nyaman menikmati keindahan alam yang Tuhan ciptakan.


Terlihat beberapa pengunjung pantai bahkan sampai bermain dibibir pantai sesekali ombak menyapu kakinya. Sehingga membuat mereka bahagia.


Tampak senyuman dari bibir cantik Avi ketika berjalan menuju bibir pantai. Ingin merasakan juga kebahagian yang dirasakan pengunjung yang dilihatnya tadi.


Tanpa sadar ia meninggalkan Arash dibelakang, karna jalannya bertambah cepat lalu berlari.


Arash tampak senang melihat Avi dan menyusul kekasihnya dengan berlari juga.


"Cantik ya kak?" Sadar Arash telah berdiri disampingnya.


"Sangat cantik.." Arash menatap wajah Avi dalam dalam. Seperti ada sesuatu yang disembunyikannya. Tapi ia tetap tersenyum pada pacarnya.


"Pantainya sayaaang .." balas Avi sambil berlari kearah ombak.


"Kamu.... awas.." Arash balik mengejar Avi yang sengaja menggodanya.


Karna langkah kakinya yang besar ia berhasil menangkap tangan Avi dan menariknya.


Deg..


Tubuh Avi kini tepat berada didepan tubuh Arash, lebih tepatnya sangat dekat. Mereka saling menatap. Arash kemudian memegang kedua tangan Avi.


"I Love U.." ucap Arash lirih ketelinga Avi. Sontak membuat geli sekujur tubuhnya.


"I Love U to..." Balas Avi dengan senyuman manisnya.


"Apakah boleh?" Arash mendekatkan wajahnya keAvi.


Tiba tiba Avi berlari sambil mengejek Arash sambil tertawa...


"Tidak, sebelum Kak Arash bisa menangkapku lagi. Ahahaha" Arash menggelengkan kepalanya dengan sedikit senyum dibibirnya.


Gadis ini.. membuat ku hampir gila.. batin Arash


Kemudian ia kembali mengejar Avi. Ia kerahkan seluruh tenaganya agar bisa mengejar Avi.

__ADS_1


"Aku akan menangkap mu sayang. karna godaan mu tadi..."gumam Arash sambil berlari dengan nafas yang tersengal sengal.


"Akhirnya .. kamu ku tangkap." Avi terkejut karna tiba tiba dia sudah berada dipelukan Arash.


Baru kali ini jarak kita begitu dekat. Jantung bertambah kencang karenanya. Apakah boleh? batin Avi


Arash memegang tangan Avi sehingga ia berbalik menghadap Arash. Dan tertawa melihat nafas Arash yang tersengal sengal karna sangat bertenaga mengejar Avi berlari.


"Kena..pa... ter.. ta.. wa? Kamu menge..jek ku?" Kata Arash sambil memegang dadanya dengan sebelah tangannya. Karna tangan yang satu lagi memegang tangan Avi supaya ia tak lari lagi.


"Ahahaha kak Arash lucu sekali. Sekarang.. ambil nafas dulu... tariik... pelan pelan lalu keluarkan. Nah seperti itu..."


"Apa seperti ini....?"


Cup.


Arash mengecup bibir ranun Avi pelan. Avi tiba tiba kaget dan sedikit mendorong tubuh Arash. Ia memegang bibirnya yang pertama kali tersentuh.


Arash yang terkejut karna Avi mendorongnya jadi merasa bersalah. Tapi ia tak berani mendekati Avi.


"Benar .. seperti ini..."


Cup


Avi tiba tiba mendekati Arash dan kembali mengecupnya. Sontak Arash kaget dan bahagia karna kekasihnya ternyata hanya mengerjainya saja.


"Dan seperti ini... sayang." Arash membawa Avi kedalam pelukannya.


"Aku sangat menyayangimu Vi. Jangan pernah untuk berpikir menjauh." Arash memeluk Avi erat seakan takut jika Avi pergi darinya.


"Avi... apakah boleh?" tanya Arash lagi. Kemudian ia mendekatkan wajahnya lagi dan senang ternyata tak mendapat penolakan dari Avi. Mereka mulai saling membalas. Dan berhenti karna tak biasa Avi sudah kehabisan nafas.


"Maaf..." ucap Arash lirih. Avi menanggapi dengan tersenyum.


"Kak aku lapar"


"Secepat itu?"


"Iya.. karna oksigenku mulai kendor disini.." jawabnya asal seraya menunjuk perutnya. Dan Arash tertawa.


"Kak Arash, aku benaran... " Avi cemberut.


"Oke.. mau makan apa?"


"Cumi bakar pedas manis"


"Dimana?"


"Tadi aku lihat ada restoran seafood ditepi jalan sebelum kita memasuki gerbang pantai."


"Baiklah bidadariku.."

__ADS_1


Mereka berjalan bergandengan tangan menuju parkiran. Terlihat pancaran kebahagian dari wajah sepasang kekasih tersebut.


.


.


"Waah... cuminya datang. Makasi mas.." Avi sumringah melihat pesanan nya telah datang.


"Kamu suka cumi?"


"Sangat suka... "


Mereka menyantap makanan yang datang, berbagai olahan seafood. Dan tak lupa membungkus untuk dibawa pulang.


Mereka pun pulang. Karna hari sudah hampir sore. dan pastinya akan sampai malam hari dirumah Avi. Dan mereka sudah mengabari Mama Lena.


"Sayang..." panggil Arash lembut


"Ya.." Avi mengarahkan duduknya menghadap Arash.


"Apa kamu bahagia hari ini?" dia sesekali menoleh kearah Avi.


"Kenapa kak Arash hanya menanyakan hari ini? Setiap bersamamu aku bahagia.. Bahkan sebelum kak Arash mengungkapkan hati mu pada ku..."


Arash tersenyum lega mengambil tangan tangan Avi dan mencium punggung tangannya.


"Makasi sayang. Aku berjanji akan selalu membahagiakan kamu." Kemudian ia diam sejenak fokus lagi menyetir. Seperti ada sesuatu hal yang ingin diutarakannya.


"Vi..."


"Ya kak.."


"Seandainya setelah lulus ini aku kuliah diluar kota. Apakah kamu masih mau menungguku?"


Dia masih fokus melihat kejalanan.


"Maksud kak Arash?" Senyuman Avi seketika hilang karna mendengar pernyataan Arash.


"Aku berencana kuliah diluar kota."


Deg...


Jantung Avi seakan berhenti dari debaran bahagianya. Ia menoleh menatap Arash. Tatapan yang penuh tanda tanya.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


.


.


__ADS_2