Wanita Tersayang

Wanita Tersayang
Kecemasan Denis


__ADS_3

"Apa ada masalah?" Tanya Arash sedang membuka pintu belakang mobilnya.


"Tidak ada..." Jawab Denis mengambil ban dari dalam nya.


"Apa Avi baik baik saja Denis?" Arash mencoba menggali kekhawatiran Denis.


"Baik.. ia baik baik saja." Denis tampak gugup menjawab pertanyaan Arash. Karena dia sendiri juga tak tau dengan keadaan Avi sekarang.


"Oh syukurlah.. jika kau sia siakan dia. Aku akan merebut paksa darimu.!" Arash memberikan ancaman pada Denis agar ia tak curiga pada nya.


Denis menarik nafas mendengar ucapan Arash barusan. Ia memilih diam dan memasang ban dimobilnya.


"Baiklah sudah selesai. Kalau begitu.. aku duluan.." Arash meninggalkan Denis dan masuk kemobilnya.


"Terima kasih Arash... "


"Sampai bertemu lagi... Denis"


Arash melajukan mobilnya kencang. Ia melepaskan tawanya saat melihat sikap Denis yang masih merahasiakan kepergian Avi.


"Dia benar benar gugup dengan ancaman ku tadi. Tentu saja ia takut membicarakan kepergian Avi pada ku. Ahahahaha...


Arash... terus lah memainkan peranmu hingga wanita tersayang mu jatuh kepelukanmu lagi."


Arash sangat senang melihat tingkah Denis yang ditinggalkan Avi. Tak lama ia sampai dirumah tempat ia meletakan Avi.


Ia mempersiapkan segalanya. Menggendong Avi keluar rumah dan membaringkannya dikursi depan. Ia memakaikan Avi masker. Agar tak ada yang mengenalI Avi.


Kemudian mengunci pintu rumah itu. Dan masuk kedalam mobil dengan terburu buru.


Sayang... tetap lah dengan ku.


Arash melajukan mobilnya kencang ketempat tujuan merek yaitu bandara. Ia benar benar ingin membawa Avi jauh dari kota bahkan negara ini. Agar Avi tak bisa lari lagi darinya.

__ADS_1


.


.


.


"Avi... aku pulang"


Denis melepaskan sepatunya setelah tiba diapartemen. Suasana gelap gulita. Ia menyalakan lampu. Memeriksa setiap ruangan diapartemennya.


"Istriku benar benar tidak ada." Denis terlihat sangat frustasi. Ia meraup kasar wajahnya.


"Bahkan tadi saat aku bilang pulang telat ia masih bicara lembut padaku. Apa yang terjadi? " Denis memutar otaknya untuk berpikir.


"Apa dia dirumah mama Lena?"


Denis mengambil ponsel lalu berniat akan menghubungi mama Lena.


Denis berjalan mondar mandir ditengah temaram cahaya memikir kepada siapa ia akan bertanya.


"Apa mungkin dia sedang bersama Anin?"


Buru buru Denis menghubungi Anin. Berharap sesuatu yang baik akan dia dengar.


"Hallow Anin.."


"Ya pak Denis.." Anin menyahut dari seberang.


"Maaf saya mengganggu malam begini. Apa Avi sedang bersama mu?" Tanya Denis penuh harap.


"Tadi memang kami bersama pak Denis. Sekedar duduk di taman depan kantor Bapak. Tapi setelah itu aku pulang. Dan aku tak tau Avi kemana." Jawab Anin sangat menyesakan dadanya.


"Apa dia cerita sesuatu padamu...?" Selidik Denis.

__ADS_1


"Tidak ada yang penting, hanya saja...."


"Hanya saja apa Anin.. bicaralah.." Denis semakin penasaran dengan kalimat gantung Anin.


"Hanya saja ia bilang butuh waktu untuk sendiri. Aku tak mengira jika kalian sedang ada masalah." Jawab Anin yang semakin membuat Denis cemas.


"Baiklah.. terimakasih Anin."


Denis memutuskan sambungan ponselnya dengan Anin.


"Sayang kemana kamu.. apa ada yang salah dengan ku? Kamu sudah berjanji akan bercerita tentang apa saja pada ku. Kenapa kamu pergi seperti ini."


Denis merutuki dirinya sendiri. Merasa sangat bersalah karena sikap Avi yang tak memberitahukan apa yang salah dengannya.


Denis tersandar duduk ditepi dinding menunduk berusaha menenangkan dirinya.


"Kau harus tenang Denis. Jika kau panik, kau takan menemukan istrimu. Berpikirlah Denis..."


.


.


.


Bersambung...


Ada 5 bab untuk kalian semua. Besok Author mohon izin tidak up dulu. Karna ada acara nikahan saudara. insha allah akan up lagi senin ya... tapi jika sempat akan mulai up minggu malam.


Terus simak kisahnya ya der...


Jangan lupa like nya. Koment yang menarik.


Salam cintoh...

__ADS_1


__ADS_2