ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 11


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


"Yang mulia, bisakah aku meminta sesuatu padamu?" Rosenta mendekat ke arah pangeran Morgan yang sedang fokus dengan lembaran kertas di tangannya.


Ia mengalihkan tatapannya ke arah Rosenta,saat wanita itu mulai meletakkan tangannya di pundak pangeran Morgan.


"Katakan Rosenta, apapun itu untukmu." Ucap Morgan tersenyum lalu kembali menatap kertas-kertas yang bertumpuk-tumpuk di mejanya itu.


"Sudah lama kau tidak pergi berburu pangeran, tiba-tiba saja aku merindukan betapa nikmatnya daging rusa yang dulu pernah kau bawakkan untukku saat pertama kali kita menjadi suami istri." Ucap Rosenta meletakkan dagunya di pundak Morgan. Sementara tangannya bermain di dada tegap milik Morgan yang terbalut pakaian kerajaan.


"Baiklah,besok pagi aku akan berburu. Akan ku bawakan kau rusa yang sangat besar." Ucap Morgan tersenyum manis lalu mengecup pipi Rosenta.


Rosenta berseru senang. Tidak butuh waktu lama memang untuk membujuk Morgan. Besok, dirinya memiliki tugas penting,dan itu sangat berbahaya jika ada Morgan di dekatnya.


"Terima kasih sayang. Aku mencintaimu." Ucap Rosenta berseru senang sambil mengecup sekilas bibir Morgan sebelum akhirnya melarikan diri.


"Dasar," lirih Morgan sambil tertawa kecil melihat tingkah istrinya barusan. Ia kemudian melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kehadiran Rosenta.


...🦋🦋🦋...


Sikap adalah cerminan diri. Sebagai seorang wanita Bangsawan,sudah sepantasnya wanita harus menjaga keanggunannya. Agar mencerminkan sikap yang sopan dan juga berwibawa.


Gadis bersurai oranye itu menatap para pelayannya yang tampak kebingungan. Mereka berjalan kesana kemari mencari sesuatu. Yah,yang mereka cari adalah dirinya, Lady Castela.


Castela memakan buah apel dan duduk di salah satu dahan pohon itu sambil memandangi indahnya matahari terbit. Kemarin malam, bibinya yang merupakan adik kandung dari ayahnya datang berkunjung. Ia terlihat sangat murka melihat Castela yang berkelakuan sangat bar-bar dan berjanji akan mendidiknya agar menjadi wanita yang anggun.


Bibi Crish crusher memiliki dua orang anak laki-laki. Suaminya seorang pedagang kaya raya dan kedua putranya yang seusia Marchel bekerja di kantor pemerintah kerajaan Zwitland.


Paman arlod adalah pedagang yang berasal dari Zwitland. Mereka tidak sengaja bertemu di kota Nacis, kerajaan SEATHLAND saat arlod mengantarkan pesanan koleganya.


Dan hari ini, setelah tiga tahun yang lalu mereka berkunjung,bibi Crish datang bersama putra bungsunya,Brian. Dia mengatakan jika dia merindukan keponakannya. Ia telah mendengar masalah kecelakaan itu dan berita tentang Castela yang mengalami hilang ingatan. Bibi Crish merasa menyesal karena baru bisa menemui kakaknya itu sekarang.


Dan ia memutuskan untuk tinggal disini selama 3 Minggu. Apalagi awal musim dingin di Minggu terakhir itu adalah ulang tahun Castela dan Camelia.

__ADS_1


Castela menggigit apelnya yang tinggal sedikit,lalu membuang sisanya. Dia benar-benar sudah mempersiapkan keperluan untuk kabur hari ini. Ia membawa tas berisi obat-obatan dan juga makanan yang ia ikatkan di pelana kudanya yang sedang memakan rumput.


"Hay Black,apa kau sudah kenyang? Sudah siap untuk berpetualang?" Castela tertawa mengusap-usap lembut Surai panjang milik black yang berwarna putih bersih.


Black meringkik seolah mengerti apa yang di katakan oleh Castela.


"Baiklah black,mari kita pergi." Ucap Castela lalu menaiki black.


Black berlari santai melewati kebun apel milik keluarga Castela. Ia terus memacu kudanya hingga memasuki kawasan hutan yang masih gelap karena belum di tembus cahaya matahari.


Black adalah kuda pemberian ibunya Castela. Dulu kuda ini di berikan saat Castela berulang tahun. Dan kuda ini merupakan hadiah terakhir sebelum ibunya pergi selama-lamanya.


Castela sangat menyayangi kuda ini. Ia memberikan nama black kepada kuda yang notabenenya berwarna putih bersih itu.


Bagi Castela,kuda ini memiliki hati yang putih,sama seperti hati milik ibunya. Setidaknya,itulah cerita yang ia dapatkan dari Duke Herli ketika ia sedang berjalan-jalan di istal kuda seminggu yang lalu.


Castela terus memacu kudanya,black dan dirinya seolah benar-benar sudah terikat sangat lama. Padahal,ini adalah kali pertamanya ia menaiki black. Namun Castela tidak mempermasalahkan itu. Bukankah bagus,karena dirinya tidak akan kerepotan menjinakkan black terlebih dahulu.


Pangeran Morgan tersenyum menatap istrinya yang tampak cantik hari ini. Ia sudah lengkap dengan pakaian berburunya. Di temani oleh beberapa orang prajurit,Morgan meninggalkan area istana dan mengarahkan kudanya ke jalan yang mengantarkannya ke hutan.


Ketika Morgan sudah tidak terlihat lagi, Rosenta segera masuk ke istana dengan tergesa-gesa. Ia masuk ke kamarnya lalu mengunci pintunya dari dalam.


Di jendela,sudah hinggap seekor burung elang dengan sebuah kertas terikat di salah satu kakinya. Rosenta segera mengambil kertas itu lalu membacanya. Seketika, wajahnya berubah pucat,kedua tangannya gemetar,dan ia pun luruh ke lantai.


_Bagaimana kabarmu Rosenta? Ah,aku bisa membayangkan bagaimana wajahmu saat ini. Jangan bermain-main denganku Rosenta. Kau gagal melakukan rencana pertama,dia masih hidup. Lakukan seperti apa yang kita rencanakan. Jika kali ini kau gagal,maka aku tidak akan segan-segan. Oh,aku sungguh merindukanmu sayang_


Kediaman Duke Herli tampak sangat sibuk pagi ini. Bagaimana tidak? Nona muda mereka melarikan diri dari kamar saat pagi-pagi buta. Bahkan sebelum matahari menampakkan dirinya.


Duke Herli menyesap tehnya dengan tenang, mencoba mengabaikan tatapan mematikan yang datang dari kedua mata adiknya.


"Kenapa kau terlihat tenang sekali kakak? Oh astaga," ucap Crish sambil memijit keningnya kesal.


"Apalagi yang bisa aku lakukan? Kaulah yang memaksanya untuk belajar tata Krama. Kau tau crish? Castela sangat membenci itu. Jika dia tidak menyukainya,aku tidak akan bisa memaksanya."

__ADS_1


"Dia putri seorang Duke kak,dia akan mempermalukan nama baik keluarga jika dia terus bersikap seperti seorang jelata."


Duke Herli menutup koran yang ia baca.


"Kau menghina putriku crish?" Tanya Duke Herli dingin


"Tidak kak,aku- aku hanya-"


"Berhentilah bersikap seolah kau peduli dengan Castela crish. Bukankah selama ini kau hanya selalu memperdulikan Camelia? Mengapa tiba-tiba kau sangat peduli dengannya?" Tanya Duke Herli menyelidik.


Crish terlihat salah tingkah,ia benar-benar bingung harus menjawab apa.


"Sudahlah, lupakan,biarkan putriku melakukan apa saja yang ia inginkan. Aku tidak akan mengekangnya. Apa pun kekacauan yang nantinya ia lakukan di luar sana,aku yang akan membereskannya. Kau, tidak perlu khawatir dengan nama baik keluargaku Crish. Kau bahkan tidak mengenalnya dengan baik. Lalu,atas dasar apa kau menilai jika nama baik keluargaku itu akan menjadi buruk karena tingkahnya yang unik itu?" Ucap Duke Herli bangkit dari duduknya lalu meninggalkan Bibi Crish yang tampak sedang menahan kekesalan.


"Apa kau sudah menemukannya Marchel?" tanya Duke Herli di ruangannya.


"Aku belum menemukannya pa,tapi dia meninggalkan surat di kamarnya." ucap Marcel menyerahkan selembar kertas yang berbau coklat.


Duke Marcel membuka surat itu,lalu membacanya. Ia menghembuskan nafas dengan kasar sambil menatap Marcel yang balik menatapnya.


"Apa papa tau,aku sangat tidak menyukai kehadiran bibi Crish disini. Bukankah sudah ku katakan, Castela tidak akan pernah akur dengan dirinya. Tapi ini kali pertama Castela kabur dari rumah." ucap Marchel


"Papa tahu,tapi papa tidak bisa berbuat apa-apa. Dia datang kesini karena mengetahui Camelia masih belum sadarkan diri juga."


"Apa papa yakin hanya karena Camelia? oh,ayolah pa, bukankah putra sulungnya itu sangat tergila-gila dengan Castela?" ucap Marchel kesal karena teringat kejadian tadi malam dimana Brian,putra sulung dari bibi Crish tiba-tiba memeluk Castela dari belakang yang membuat Marchel hampir menghabisi sepupunya itu.


"Mengapa Castela harus tumbuh menjadi gadis secantik ini Marchel? sebarkan para ksatria untuk mencari jejak adikmu. Tidak perlu memaksanya untuk pulang. Hanya awasi jika terjadi sesuatu dengan putriku." ucap Duke Herli tak kalah kesal.


Untuk laki-laki tersayangku,


***Aku pergi bersama black untuk mengembalikan kewarasanku. Aku akan kembali sebelum matahari terbenam. Si mesum itu benar-benar membuatku gila. Ah,jangan lupakan juga ibunya si paling tata Krama. Jangan cemas,aku sayang kalian mmuuachh.


^^^wanita tercantik di dunia, Castela Ardeland***^^^

__ADS_1


__ADS_2