
...🦋 HAPPY READING 🦋...
Dua Minggu yang lalu,,,
flashback on
Pangeran Morgan memacu kudanya dengan sangat kencang. Tubuh gadis kecil di dekapannya saat ini sudah semakin panas. Bahkan Castela terus meracau di dalam tidurnya. Membuat dirinya semakin di landa kepanikan.
Pangeran Morgan bahkan mengabaikan tatapan setiap orang yang menatapnya dengan penuh tanya. Bahkan ia juga melupakan kejadian dimana dirinya dengan terang-terangan mengusir keluarga Duke Herli yang memang di undang oleh ayahnya. Bahkan,dengan bangga menghina putri Duke Herli dan mengatainya sebagai wanita hina di pertemuan itu.
Namun apa yang mereka lihat hari ini seolah-olah seperti sebuah karma. Mereka melihat raut khawatir tercetak jelas di wajah tampan milik penerus SEATHLAND itu. Banyak dari mereka yang memuji,tapi banyak pula dari mereka yang mencela. Seolah mengatakan jika pangeran mahkota telah menjilat ludahnya sendiri.
Pangeran Morgan tanpa berfikir panjang segera membawa Castela ke dalam gendongannya. Ia memapah tubuh itu dengan langkah lebar hampir berlari. Pelayan yang melihat kedatangan pangeran dengan nona muda mereka,dengan kondisi yang tidak baik-baik saja segera berlari ke dalam untuk melapor kepada Duke Herli yang sudah hampir berubah menjadi iblis.
Sesuai dugaan kita semua, Duke Herli Sangat terkejut dengan kedatangan mereka. Terlebih lagi, putrinya saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
Pangeran Morgan segera membaringkan Castela di atas ranjangnya. Dokter yang tadi di panggil pelayan segera memeriksa keadaan lady Castela.
"Bagaimana keadaan putriku dok?" tanya Duke Herli cemas
"Tidak ada yang serius tuan Duke, Lady hanya terkena demam dan kelelahan. Biarkan lady istirahat dulu selama satu Minggu,dan jangan biarkan Lady terlalu lelah. Saya akan meninggalkan beberapa obat kepada pelayan anda. Kalau begitu saya pamit." ucap dokter undur diri.
Awalnya Duke Herli sempat terkejut karena putrinya tampak seperti sedang menggendong seorang bayi. Namun, pikiran buruknya segera tertepis saat Morgan memperlihatkan seekor anak serigala yang sedang terlelap di dalam tidurnya dengan kondisi yang penuh perban.
"Yang mulia, sebelumnya saya minta maaf. Tapi ada begitu banyak pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada anda tentang apa yang terjadi hari ini." Ucap Duke Herli tampak memilah kata-kata agar tidak menyinggung calon naga SEATHLAND itu.
__ADS_1
"Saya mengerti apa yang ingin anda tanyakan Duke. Tapi sebelum itu, bisakah saya meminjam kamar mandi Anda? Saya benar-benar terlihat sangat kacau dan tidak nyaman dengan kondisi saya saat ini." Ucap pangeran Morgan datar sambil melirik tubuhnya yang berantakan.
Duke Herli mengikuti arah pandang pangeran Morgan. Ia lalu terlihat merasa bersalah karena tidak menyadari seperti apa penampilan pangeran Morgan saat ini.
"Ah,maaf kan saya pangeran,anda bisa membersihkan diri dulu. Pelayan akan mengantarkan anda membersihkan diri dan juga menyiapkan pakaian untuk anda." ucap Duke Herli kemudian.
Tanpa banyak bicara pangeran Morgan mengangguk. Ia segera mengikuti langkah pelayan yang di tugaskan untuk membantunya.
Duke Herli kembali masuk ke dalam kamar Ketika melihat Ema sudah Keluar dengan pakaian kotor Milik lady Castela. Duke Herli memang meminta Ema untuk membersihkan tubuh lady Castela setelah selesai di periksa oleh dokter keluarga. Ia lalu menarik kursi di meja rias Castela dan duduk di dekat ranjang putrinya itu.
Tangannya meraih salah satu tangan lady Castela,lalu mengusapnya lembut seolah menyalurkan kehangatan dan ketenangan disana.
Brakk!!
Dobrakan pintu yang sangat kuat membuat Duke Herli yang saat ini sedang menunggui putrinya untuk sesaat teralihkan. Di sudut pintu,tampak dua lelaki yang sangat ia kenali sedang berdiri dengan ekspresi wajah yang hampir kehabisan nafas.
Lalu keduanya masuk ke ruang kamar Castela beriringan. Karel memberi hormat kepada Duke Herli. Sementara Marcel langsung menerobos ke tempat dimana Castela tengah tertidur dengan wajah yang tampak pucat.
"Apa yang terjadi dengan adikku pa? Aku melihat pangeran Morgan yang membawanya dengan terburu-buru. Dan kenapa dia bisa bersama dengan pangeran Morgan? bukankah dia berkata jika dia ingin berburu?" Tanya Marcel mengalihkan atensinya kepada Duke Herli dengan tatapan menuntut jawaban.
"Adikmu hanya demam karena kelelahan. Castela dan pangeran sempat bertarung untuk menyelamatkan seekor anak serigala." Ucap Duke Herli jujur seperti yang ia dengar dari pangeran Morgan.
"Maaf karena saya sudah lancang masuk ke kediaman anda Duke. Tapi jika saya boleh bertanya, sekarang ada dimana pangeran?" Tanya Karel yang sudah setengah mati penasaran.
Mengapa tuannya bisa bersama dengan putri bungsu keluarga Ardeland. Bukankah kemarin tuannya itu pamit untuk berburu? jangan jangan,ah,Karel segera menghempaskan pemikiran buruk yang sempat hinggap di otak sucinya.
__ADS_1
"Pangeran Sedang membersihkan diri. Aku tau kalian pasti akan menanyakan hal yang sama. Tapi sepertinya kita harus menunggu sebentar,karena pangeran juga belum menjelaskannya padaku." Ucap Duke Herli mendahului sebelum kedua makhluk di hadapannya ini melemparkan banyak pertanyaan kepadanya.
Morgan ingin bertanya,namun ia urungkan. Sepertinya memang benar jika ayahnya itu tidak tau apa-apa. Lalu kemudian atensinya teralihkan dengan seekor serigala kecil berwarna oranye yang sedang terlelap di sebelah Castela. Sebelum alisnya terangkat, melihat ada seekor serigala di dekat adiknya, bukankah itu sangat berbahaya?
"Heii!! siapa yang dengan ceroboh meletakkan binatang ini disini? Apa dia sudah bosan hidup?"
Marcel berinisiatif untuk memindahkan anak serigala itu. Namun suara Duke Herli menghentikan pergerakannya.
"Jangan sentuh Marcel!"
"Kenapa pa? Aku hanya ingin memindahkannya agar dia tidak mengusik istirahat adikku." Ucap Morgan dengan kedua alis mengkerut.
"Jangan sentuh,jika kau masih menyayangi tanganmu."
Ucapan Duke Herli yang terkesan ambigu membuat Marcel berdecak kesal.
"Sangat berbahaya jika kita membiarkannya disana pa. Bagaimana jika anak serigala itu tiba-tiba menyerang Castela kita? lalu menyantapnya dan menjadikan Castela kita yang cantik dan imut sebagai makan malamnya?"ucap Marcel sedikit berlebihan.
Tapi hey, bukankah Marcel tidak salah? jangan mengatakan seolah Marcel lebay author, justru anda yang bodoh. Memangnya siapa juga yang mau tidur satu ranjang dengan serigala yang notabenenya adalah seekor makhluk buas? bukankah itu namanya sama saja dengan cari mati? menyerahkan diri sendiri secara sukarela mungkin.
"Tidak tuan, sepertinya apa yang di katakan Duke benar. Anda tidak bisa sembarangan menyentuh hewan ini." Karel yang sedari tadi mengamati anak serigala itu seakan teringat dengan buku yang pernah ia baca, memutuskan angkat bicara.
"Apa maksudmu tuan Karel? Apa kau juga ingin mengatakan hal yang sama seperti ayahku? Apa kau berfikir jika aku selemah itu? Hahah tidak mungkin seekor anak serigala bisa menyakitiku." Ucap Marcel memutar bola matanya malas.
"Eh,tidak begitu tuan. Bahkan jika anda sangat kuat sekalipun anda tidak bisa sesuka hati menyentuhnya. Saya pernah membaca sebuah buku yang mengatakan jika serigala itu dinamakan sebagai serigala dewa. Anda adalah ketua akademi ternama tuan,apa jangan-jangan Anda Tidak mengetahui tentang serigala ini?" Tanya Karel dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
Ia tau, laki-laki di hadapannya ini bukanlah lawan yang mudah di beritahu. Dia akan terus bertanya sampai ia puas karena dirinya memang tipikal orang yang penuh waspada. Dan tentu saja pertanyaan-pertanyaan itu sangat membuat dirinya jengkel.
"Apa maksudmu tuan Karel? Apa secara tidak langsung kau ingin mengatakan jika kau lebih pintar dari ku?" Tanya Marcel dengan nada tidak suka yang jelas kentara.