
...🦋 HAPPY READING 🦋...
ANES POV
Aku menatap sekitar, memperhatikan setiap detail yang bisa ku lihat. Tempat ini begitu asing, bahkan aku belum pernah melihat tempat ini sebelumnya,selama aku berada di dunia ini.
Tanganku terulur,meraih sesuatu berwarna kuning yang terasa lembut dan hangat. Sepertinya benda ini yang membuatku terasa hangat.
Aku tersentak,saat benda besar itu menggeliat. Spontan aku membalikkan tubuhku,lalu mundur kebelakang dengan gerakan cepat menggunakan kedua kaki yang ku tekuk.
Jantungku benar-benar berdetak sangat kencang saat ini. Tubuhku gemetar dan telapak tanganku terasa sangat dingin. Darahku berdesir seolah ingin memberontak dan keluar dari dalam tubuh ku.
Bagaimana tidak? Benda hangat yang tadi ku pegang, ternyata adalah ekor Milik serigala Rakasa. Ukuran tubuhnya benar-benar sangat besar. Membuat nafasku tercekat, bahkan aku Sendiri lupa apakah aku masih sanggup bernafas atau tidak.
Rasa keterkejutanku tidak hanya sampai disitu saja. Aku yang masih sangat syok, benar-benar ingin pingsan saat ini juga saat mataku tidak sengaja menatap wajah ku yang terpampang jelas di dalam bayangan air yang berada di sebelah ku.
Aku mendongak ke atas, ternyata aku sedang berada di bawah air terjun. Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa semua yang ku lihat benar-benar berada di luar nalar manusia?
"Anda sudah bangun Dewi? Maafkan saya karena telah membuat anda terkejut dan ketakutan. Izinkanlah saya memperkenalkan diri,saya adalah Zean, serigala yang dulu pernah anda tolong."
Aku meneguk ludahku kasar. Zean? Serigala? Apa-apaan ini oh astaga! Apakah aku sudah gila karena terjatuh dari ketinggian itu? Atau saat ini jiwaku malah tersasar lagi ke dunia lain?
__ADS_1
"Tidak,anda tidak menjadi gila saat ini atau mungkin belum. Anda masih tetap di dunia yang sama. Dunia yang anda tempati saat terakhir kali menutup mata."
Aku semakin terkejut dengan pernyataan serigala ini barusan. Apa-apaan ini oh astaga? Bahkan ia dapat membaca apa yang aku pikirkan.
Sial! Membuat ku semakin merinding saja.
Tapi tunggu,jika dia adalah serigala yang Pernah aku tolong, bukankah Kejadian itu sekitar satu setengah tahun yang lalu? Dan saat itu tubuhnya benar-benar sangat kecil. Apakah dia bisa di percaya?
"Em,anu, a-apakah kau benar-benar serigala yang Pernah aku tolong? Bukannya aku tidak percaya,tapi... Badanmu terlalu tidak masuk akal karena ukurannya yang membesar hanya dalam waktu satu tahun." Tanyaku menatapnya ragu.
Bisa saja dia berbohong bukan? Meski badanku ini tergolong kecil di hadapannya, daging tetaplah daging. Dan hey! Ini bukan tubuh kecilku itu,ini tubuh asliku. Yang pastinya lebih tinggi dan berisi dari pada tubuh si Castela sebelumnya yang tergolong kecil dan imut.
"Ya!! Anda benar Dewi... Saya senang anda mengingatnya. Saya serigala kecil yang anda dan pangeran mahkota selamatkan di hutan. Sebenarnya badan saya memang besar... Dan tenang saja,saya tidak akan memakan anda. Terima kasih karena sudah menolong saya."
"Ah,iya tidak perlu berterima kasih. Kau terlihat sangat menyedihkan saat itu,jadi aku menolong mu." Ucapku menggaruk tengkukku yang tidak gatal dengan suara lirih di akhir kalimat agar serigala ini tidak mendengarnya.
"Ah,iya, kenapa aku bisa ada disini Zean? Dan bagaimana bisa saat ini aku menempati tubuh asliku? Bukankah aku sudah mati karena terjatuh dari ketinggian? Apa sekarang jiwaku gentayangan karena terombang ambing di dua dunia?" Tanyaku penasaran.
Masalahnya yang terjadi saat ini kepadaku benar-benar di luar logika manusia. Tubuh dan wajahku adalah tubuh dan wajah saat aku menjadi Anes. Sementara warna rambut,warna bola mata, warna kulit, adalah milik Castela.
Gila! Ini benar-benar gila! Mengapa aku jadi terlihat sangat cantik? Dan jika di perhatikan,wajah kami terlihat sangat mirip saat ini. Namun yang sekarang adalah versi dewasanya. Wajar saja, bukankah usiaku adalah 20 tahun saat terjatuh dari jembatan?
__ADS_1
Ah, mengingat tentang itu membuat ku menjadi sedih saja. Kira-kira bagaimana keadaan papi disana? Apakah papi sudah bahagia dengan wanita itu?
Bagaimana juga keadaan tubuhku? Apa aku sudah mati? Devan sedih gak ya tau aku udah mati? Dan si Vera vera itu,aku yakin banget, pasti tuh cewek gatel ngerasa seneng karena gak ada lagi penghalang buat dia bisa miliki Devan sepenuhnya.
Ah, anak-anak aku astaga!! Kenapa tuh orang-orang jahat banget sih sama aku. Capek-capek aku ngandung delapan bulan,Uda langsung di culik aja. Anak aku ganteng gak ya? Semoga mereka sehat-sehat disana.
Mereka benar-benar tega,pasti ada orang yang sengaja negejebak aku dengan obat atau ramuan biar aku melahirkan saat itu juga. Gila,tuh orang tega bener ya. Gak tau aja apa sakitnya gimana.
Perut aku di potong tanpa di bius lebih dulu. Nyerah aku nyerah,gak mau lagi aku hamil serius. Sakitnya gak bisa di jabarkan sama kayak aljabar.
Awas aja kalok si Morgan sialan itu Sampek nikah lagi. Aku bejek bejek kepalanya itu,biar mampus.
"Jadi,kapan aku bisa kembali Zean? Aku sudah sangat merindukan anak-anak aku." Ucapku menatap serius Zean yang sudah bangkit dan mengibaskan tubuhnya dari rerumputan yang menempel di bulu-bulu halusnya.
"Anda masih harus menunggu sebentar lagi Dewi. Setelah ini anda akan bisa melihat para pangeran. Mereka benar-benar tumbuh menjadi anak yang cerdas,lucu dan tampan Karena mewarisi wajah anda dan pangeran. Anda tidak perlu mengkhawatirkan mereka,karena pedang Zeus menjaga mereka di istana."
Hah! Bagaimana pun juga aku seorang ibu Zean,jika aku merasa sangat khawatir bukankah itu adalah hal yang sangat wajar. Terpisah dari anak-anak yang aku lahirkan dan belum melihat bagaimana wajah mereka.
"Benarkah? Ah, mereka pasti sangat tampan. Apakah si pangeran brengsek itu sudah memberikan mereka nama? Dia pasti sedang berbangga diri karena berhasil membuatku melahirkan anak kembar. Ah,papa,marchel dan ayah Raja pasti merasa senang karena aku memberikan mereka dua keponakan dan cucu sekaligus. Aku benar-benar sangat merindukan mereka. Lihat saja,aku akan meminta hadiah yang mahal setelah keluar dari tempat ini." Ucapku tanpa sedikitpun menyembuhkan raut gembira ku.
Tanpa aku sadari,raut wajah serigala besar itu sedari tadi sudah berubah. Ada beragam ekspresi tercetak jelas di wajahnya. Dan karena dia hanya seekor serigala,aku tidak bisa menebak,apa yang saat ini mengganggu hatinya.
__ADS_1
"Nama mereka Aidan dan Aiden. Pangeran pertama bernama Aidan Elhandes Zaiden. Sementara pangeran kedua, namanya Aiden Elhandes Zaiden. Mereka benar-benar lucu, kehadiran mereka di sambut suka cita oleh seluruh rakyat benua SEATHLAND."
"Aidan dan Aiden, benar-benar nama yang bagus. Ternyata si brengsek itu bisa di andalkan dalam memberikan nama untuk anak kami."