ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 09


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Castela menatap para penduduk dengan senyuman manis. Mereka sudah selesai makan,dan alat-alat yang di gunakan sudah selesai di bersihkan. Mereka tidak henti-hentinya memuji kepiawaian Castela dalam memasak. Mereka tidak menyangka jika lady Castela bisa memasak seenak itu. Yah,itu semua tidak akan terjadi jika raga ini masih diisi oleh Castela yang lama. Tapi yang ada disini saat ini bukanlah Castela, melainkan anesya.


Setelah selesai makan, para penduduk pamit undur diri ke rumah masing-masing karena hari sudah malam dan mereka tidak ingin mengganggu waktu istirahat keluarga Duke Herli.


Saat ini mereka sedang duduk di karpet yang terbuat dari anyaman jerami. Sebelum pergi,Para penduduk tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Castela dan juga keluarga Duke Herli. Dua tahun yang lalu, cahaya matahari mereka seolah di makan habis oleh gelapnya kabut hitam yang tiba-tiba hadir di desa mereka.


Meluluhlantakkan semua mata pencaharian mereka membuat desa ini seolah bagaikan desa mati yang tidak memiliki kehidupan. Tapi hari ini, cahaya fajar telah kembali menyingsing penglihatan mereka. Menghempaskan kabut hitam yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi mereka .


Mereka menganggap jika Castela adalah Dewi kebangkitan mereka. Dewi yang hadir membawa kehidupan baru,yang membuat mereka seolah terlahir kembali. ACASHA, begitulah mereka memanggil Castela. Memberikan julukan itu kepada seorang lady tanpa takut jika mereka akan di hukum. Karena mereka percaya, ACASHA tidak pernah di cari, melainkan dirinyalah yang memutuskan kapan harus menampakkan diri.


Negara ini adalah sebuah kerajaan yang di lambangkan dengan seekor naga yang memeluk bulan. Jika naga adalah simbol bagi Raja kerajaan ini,maka bulan adalah simbol untuk ACASHA, Ratu yang akan membantu Raja membawa negara menuju matahari terbit.


Kerajaan ini akan maju dan hidup damai jika sang naga berhasil memeluk bulannya. Kerajaan ini telah berhasil memeluk bulannya,namun mengapa kerajaan ini masih belum menemui titik kesejahteraannya juga? Malah banyak wilayah-wilayah dari kerajaan ini yang semakin terbelakang dan nyaris hancur, seolah mereka telah kehilangan cahaya bulan itu.


Hal itu hanya bisa di buktikan oleh satu jawaban, bukan bulanlah yang saat ini di dekap oleh sang naga. Lantas,dengan situasi seperti ini, apa yang harus dilakukan oleh sang naga? Ketika ternyata,yang ia dekap selama ini bukanlah sang bulan? Melainkan kumpulan dari asteroid, yaitu benda-benda langit yang sedang menyamar menjadi bulan yang suatu saat akan meledak dan pastinya akan membunuh sang naga yang tengah memeluknya.


Saat ini, bukan kehidupan satu naga saja yang sedang di pertaruhkan, namun seluruh rakyat yang di lindungi si naga.


Castela menaikkan selimut Erik hingga ke dagunya. Anak kecil itu tertidur di pangkuan Castela saat mereka sedang mendengarkan kisah yang di ceritakan oleh kakek Bili, seseorang yang pernah menjadi sejarahwan di istana.


Api unggun yang mereka bakar untuk menghangatkan malam yang terasa dingin tampak meliuk-liuk menari mengikuti hembusan angin. Duke Herli, Marcel,Karel,Castela dan viscount Petra, pemimpin wilayah ini duduk bersama mendengarkan cerita kakek Bili.


"Orang tua ini tidak sedang mendongeng anak muda. Apa yang ku ceritakan tadi adalah kisah sebenarnya. Apa kau tahu? Dahulu sekali, Raja William II pernah melakukan kesalahan yang sangat besar sepanjang sejarah SEATHLAND?" Ucap kakek Bili sambil meminum air jahe hangat yang di buatkan oleh Castela untuk malam mereka yang dingin ini.


"Bukankah tragedi terbesar dalam sejarah SEATHLAND adalah peristiwa malam itu tuan?" Ucap Duke Herli

__ADS_1


Kakek Bili tertawa, hingga menampakkan banyak dari gigi-giginya yang sudah tanggal. Lalu kemudian menggeleng,mencob menetralkan nafasnya yang sudah sulit karena tuntutan usia.


"Anda salah Duke, kerajaan ini pernah mengalami malapetakanya puluhan tahun yang lalu,kau belum lahir Duke. Aku bahkan lupa berapa umurku saat itu. Kesalahan yang sangat besar, hingga kesalahan itu sendiri di hapuskan dan menjadi larangan untuk di sebutkan." Kakek Bili sedikit terbatuk,namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk bercerita.


"Kesalahan apa yang anda maksud kakek tua?" Tanya Castela penasaran karena kakek Bili tak kunjung melanjutkan ceritanya.


"Bersabarlah sedikit Castela, lihatlah dia sudah tua. Apa kau ingin mempercepat Kematiannya dengan bercerita panjang lebar tanpa memberinya jeda untuk bernafas?" Bisik Marcel yang membuat Castela memutar malas bola matanya.


"Raja William memiliki dua bulan."


Ucap kakek Bili yang membuat mereka menganga tidak percaya.


"Dua bulan? Bukankah bulan hanya ada satu? Itu tidak mungkin." Ucap Castela tidak percaya.


"Memang terdengar tidak masuk akal,tapi itulah kenyataannya. Ada dua bulan yang muncul di langit SEATHLAND saat itu. Dan dua bulan itu adalah Ratu Kaleria dan putri seorang pelayan, Samanta. Saat itu Raja William baru menikah tiga bulan dengan Ratu Kaleria,putri dari kerajaan Zwitland. Dan saat itu, Samanta datang ke istana dengan mengatakan jika dirinya adalah ACASHA yang asli dan Ratu Kaleria telah berbohong." Kakek Bili kembali menyesap air jahe hangatnya.


"Saat itulah SEATHLAND memiliki dua bulan di langit. Namun, SEATHLAND tidak pernah memiliki dua bulan tergantung di langitnya. Setelah itu,entah bagaimana wanita itu mengatakan jika Ratu Kaleria bisa saja menggunakan perjanjian dengan iblis. Perjanjian itu yang memungkinkan Ratu Kaleria bisa mengangkat pedang itu. Raja terlihat sangat murka,ia memerintahkan kepada prajuritnya untuk menggeledah ruangan Ratu. Hingga akhirnya,mereka menemukan sebuah kertas usang yang berisikan tulisan mantra kuno pemanggil iblis dengan stempel darah di lemari ruangan Ratu Kaleria. Raja yang murka tanpa berpikir panjang langsung mengambil pedang dan menebas Ratu Kaleria saat itu juga di hadapan seluruh masyarakat."


"Darah segar mengalir membasahi setiap sudutnya yang bersinar. Di detik-detik terakhir hidupnya Ratu Kaleria mengucapkan dua hal yang membuat Raja William benar-benar menjadi gila."


_Mulai malam ini bulan tidak akan pernah muncul,karena kau telah menebasnya. Kau,akan mati dalam kehancuran karena telah melenyapkan bulan beserta naga di pelukannya_


"Naga di pelukan bulan? ****!!" Castela yang tampak berfikir tiba-tiba saja emosi hingga membuat semua orang menoleh ke arahnya.


"Ada apa Castela? Apa otak dangkalmu itu mengerti sesuatu?" Tanya Marcel jengah dengan sifat baru Castela yang senang memaki


"Oh,ayolah Marchel,otak dangkal ini sudah di asah sangat tajam saat jatuh ke jurang. Tentu saja aku mengerti, Raja William II membunuh Ratu Kaleria yang sedang mengandung calon putra mahkota. Mengapa ia sangat bodoh? Bahkan ia bisa di tipu dengan mudahnya?" Ucap Castela kesal yang membuat Erik bergerak tidak nyaman dalam tidurnya.

__ADS_1


Marchel dan Karel melotot tidak percaya dengan apa yang ia ucapkan.


"Benarkah itu kakek bil?" Tanya Karel yang sedari tadi hanya diam menyimak


Kakek bil mengangguk,ia memandangi Castela dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Orang tua ini tidak menyangka jika lady bisa menebaknya dengan benar. Naga memeluk bulan dan bulan memeluk naga,itu adalah dua hal yang sebenarnya sama saja jika di dengar. Namun, memiliki makna yang sangat berbeda. Sejauh ini,tidak banyak yang tahu mengenai arti sebenarnya dari istilah itu, hanya orang-orang tua seperti diriku lah yang mengetahuinya. Orang tua ini ingin bertanya,siapa sebenarnya anda lady?" Tanya kakek bil yang membuat tubuh Castela menengang di tempat.


'gawat,apa kakek tua ini menyadari sesuatu? Kau bodoh anes,kau bodoh, seharusnya kau berakting menjadi gadis bodoh,bukan malah sok pintar seperti sekarang. Sepertinya kakek tua ini menyadari sesuatu. Apakah dia tahu jika aku bukan castela?'


"Ah,itu,aku hanya pernah membaca buku yang membahas kejadian seperti istilah bulan-bulan itu. Lalu asal menebak,jika naga yang di peluk bulan itu adalah wanita yang sedang hamil." Ucap Castela mencari alasan.


Kakek bil mengangguk percaya. "Anda sungguh sangat pintar lady. Bolehkah saya meramal masa depan anda?" Tanya kakek bil kemudian.


Castela menatap Duke Herli, meminta pendapat dengan wajah Seolah mengatakan tidak. Namun Duke Herli malah bertindak sebaliknya.


"Berikan tanganmu kepada tuan Bili Castela,tidak apa kakek Bili hanya ingin meramal." Ucap Duke Herli yang di angguki rasa tidak ikhlas Castela.


Kakek bil mengambil tangan kanan Castela. Lalu mulai memejamkan matanya.


"Bagaimana kakek bil,apa yang kau lihat? Mengapa wajahmu pucat seperti itu?" Tanya Marcel.


Kakek bil melepaskan tangannya yang memegang tangan Castela,lalu membuka kembali matanya.


"Siapa anda sebenarnya?"


Semua orang menoleh ke arah Castela, Seolah mereka meminta penjelasan yang sama seperti kakek Bili. Wajah Castela semakin memucat,

__ADS_1


'apakah ini akhir dari hidupku? Ah,surga,i'm coming' jeritnya dalam hati.


__ADS_2