ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 87


__ADS_3

...πŸ¦‹ HAPPY READING πŸ¦‹...


"Oh tidak!!" jerit tuan penyihir Zargon saat melihat keempat bocah laki-laki itu tidak berdaya,dengan seluruh tubuh terikat rantai iblis.


"Sial! aku lengah!" umpat Erik sambil menggerakkan tubuhnya dengan kasar, mencoba mengundurkan ikatan rantai tersebut. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Semakin banyak pergerakan yang dilakukan, semakin mengetat pula belitan rantai tersebut.


"K-kakak... t-tolong a-ku.."


Pangeran Aidan menoleh ke tempat adiknya berada, terlihat pangeran Aiden dalam kondisi yang memprihatinkan, terikat bersama dengan Hendri.


"Sial, bertahanlah pangeran Aiden,saya akan menolong anda." ucap Hendri, sambil memikirkan cara untuk terlepas dari jeratan rantai itu. Namun sama seperti Erik, jeratan rantai itu malah semakin ketat membelitnya.


"Bajingan! lepaskan kami iblis! apa yang sebenarnya kau inginkan?" ucap Erik dengan emosi yang sudah berada di ubun-ubun. wajahnya padam dengan kedua mata yang menyorot tajam.


Dimitri tersenyum, menampakkan barisan giginya.


"Kau, sungguh berani anak muda. Siapakah namamu? sepertinya... kau cocok jika ku jadikan sebagai bawahan setiaku."


Erik berdecih sinis,ia menatap Dimitri tanpa rasa takut.


"Dalam mimpimu iblis! Lepaskan kami sialan! Sampai mati pun,aku tidak akan pernah menjadi bawahan mu, lebih baik kau lepaskan kami!"


"Sayang sekali... padahal aku menyukai keberanian mu. Bagaimana jika kita buat kesepakatan?" ucap Dimitri memberikan penawaran.


"Apa yang ingin kau lakukan Dimitri sialan! jangan meracuni otak suci mereka dengan pikiran kotor dan rencana jahat milik iblis sepertimu!" ucap tuan penyihir Zargon di sisa-sisa tenaganya.


Ia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini. Karena si iblis Dimitri itu,juga ikut mengikatnya.


"Diam lah tua bangka... era mu sudah selesai. Saat ini adalah eraku, bukankah lebih baik kau pergi dengan tenang menghadap Dewa? tapi tenang saja,aku tidak sejahat dirimu yang sangat berambisi untuk melenyapkan ku. Aku,masih memiliki hati dan rasa belas kasih." ucap Dimitri dengan raut wajah datar.


"Dasar tidak tahu sopan santun!" umpat tuan penyihir Zargon. "Tidak ada iblis yang berhati malaikat! tidak usah membual dengan kata-kata manis mu yang malah terdengar menjijikkan itu Dimitri!"


"HAHAHA... lihatlah, bahkan dalam kondisi yang sangat menyedihkan seperti ini,kau masih saja bersikap angkuh Zargon."


Dimitri mengalihkan tatapannya dari tuan penyihir Zargon, lalu kembali menatap Erik yang masih berusaha mencari cara untuk melepaskan ikatan rantai tersebut.

__ADS_1


"Percuma saja,kau tidak akan bisa membukanya. Rantai tersebut di ciptakan tanpa celah. Semakin keras kau bergerak, berusaha untuk membukanya,maka semakin sia-sia usahamu. Karena rantai itu,malah akan semakin kuat." ucap Dimitri.


"Kau terlalu banyak bicara sialan! katakan, Kenapa kau menangkap kami?!" ucap Erik.


Dimitri mengangkat sebelah tangannya ke atas,lalu membuat gerakan menarik. Seketika, rantai yang membelit Erik Bergerak,lalu membawa tubuh remaja itu tepat ke hadapan Dimitri.


"KALIAN,aku membutuhkan kalian untuk membangkitkan sang Dewi. HAHAHA... Dengan begitu, tuanku akan kembali menjadi satu-satunya makhluk yang terkuat seperti dulu." ucap Dimitri merentangkan kedua tangannya dan tertawa keras.


"Acasha,harus mati!" ucap Dimitri kemudian,lalu mengikat mereka semua menjadi satu.


"Penawaran sudah habis,sudah cukup bermainnya. Kalian tidak perlu lagi membuang waktu ku. Tuan,aku datang... Aku akan segera bergabung ke pertempuran besar ini. HAHAHA"


"Sialan! lepaskan kami!!"


"Kurang ajar kau Dimitri, lepaskan!!"


"Dasar iblis,mau kau bawa kemana kami!!"


"Kakak... tolong aku! aku takut!!"


...🌼🌼🌼...


Bibirnya bergerak, menghitung dalam keheningan diantara ribuan pasukan tentaranya. Ia terus berhitung, hingga akhirnya tiba pada hitungan ke satu, sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah seringaian.


Ia membuka kedua matanya,lalu terdengarlah suara gemuruh ribuan kaki yang beradu dengan tanah. Diiringi suara tapak kuda dan riuh,di sambut dengan suara riuh dari pasukannya.


"Tiga... Dua... Satu... Ah,Akhirnya mereka tiba."


Ucap Louis sambil melihat ribuan pasukan milik kerajaan SEATHLAND,yang langsung di pimpin oleh Raja Morgan di depan pasukan mereka.


Dapat di lihat,tidak ada ekspresi lain di wajah Raja Morgan, kecuali guratan emosi yang sudah lama ia tahan.


Sementara Duke Marchel, laki-laki yang belum juga menikah hingga saat ini itu,masih tetap dengan wajah datarnya. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya saat ini Lelaki itu pikirkan. Tapi untuk situasi ini, mungkin kita semua bisa menebak.


Hanya ada satu tujuan mengapa ia harus datang ke tempat ini, yaitu membunuh lelaki itu.

__ADS_1


Kuda Raja Morgan berhenti tepat di perbatasan,dimana di ujung sana,ada Raja Louis bersama ribuan tentaranya sudah siap menunggu perintah.


Di sebelah Raja Morgan adalah Duke Marchel, Marquis Steven dan Abigail. Sementara para jenderal berada di barisan tepat di belakang mereka.


"Ah, akhirnya kau datang juga Morgan. Aku cukup terkejut akan keberanian dirimu. Bagaimana kabarmu,teman lama?" Ucap Raja Louis, memulai pembicaraan. Menatap Raja Morgan dengan senyum meremehkan.


"Hentikan omong kosong mu itu Louis. Aku datang kesini bukan untuk mendengarkan ocehan tidak bermutu dari seorang iblis pengecut seperti mu." Jawab Raja Morgan dingin, mencoba menahan emosinya.


Sementara Louis, iblis tampan itu malah tertawa mendengar ucapan Raja Morgan barusan.


"Kau benar-benar lucu Morgan. Jika aku adalah seorang pengecut,maka kau tidak akan melihatku berada disini,di hadapan mu saat ini."


Raja Morgan,menatap penguasa kerajaan Zwitland itu dengan tatapan merendahkan.


"Bukan pengecut kau bilang? bagiku, hanya seorang pengecut yang bisa mengincar seorang ibu hamil dengan dua anaknya yang baru lahir. Lalu mencoba membunuh ketiganya, dengan bantuan seorang wanita yang bahkan rela mengkhianati keluarganya sendiri."


HAHAHA


Iblis tampan itu lagi-lagi tertawa keras.


"Salah Morgan... Kau salah... Itu bukanlah tindakan seorang pengecut Morgan. Itulah yang dinamakan dengan, memanfaatkan situasi. Hanya orang-orang cerdas yang bisa merancang rencana bagus dan tidak tertebak seperti ini."


"Sayangnya,pada akhirnya kaulah yang akan kalah Louis. Semua rencana mu itu percuma, kau,kalah Louis!" ucap Raja Morgan.


HAHAHA


Louis kembali tertawa, sebelum akhirnya ia memasang sebuah senyuman yang tidak bisa di artikan.


"Kau,salah Morgan. Aku belum kalah,karena kalian,masih belum bisa menemukan satu pionku lagi. Pion yang menjadi kunci utama kemenangan ku... HAHAHA kemenangan ini, sedari awal, memang sudah menjadi milikku."


Louis mengangkat satu tangannya, lalu keluar lah sebuah pedang panjang. Lalu kemudian dari balik pundaknya,keluar lah dua sayap yang besar dan berwarna hitam. Membuat kemeja yang ia kenakan sobek, hingga menampakkan tubuh bagian atasnya yang telanjang.


Ia mengepakkan kedua sayapnya, terbang hingga berada di atas ketinggian. Membuat semua orang terfokus kepadanya. Mereka semua terkejut, melihat perubahan Louis ke wujud iblis nya,dengan dua tanduk besar dan melengkung berwarna hitam di kedua sisi kepalanya,yang baru pertama kali ini ia lihat.


Louis tersenyum melihatnya,ia mengangkat pedangnya ke atas, sebelum akhirnya melesat ke arah Raja Morgan.

__ADS_1


"SERANG!!!" seru para jenderal dari pasukan Zwitland, diikuti oleh pergerakan ribuan tentara Zwitland yang berlarian ke arah pasukan SEATHLAND.


"SERANG!!!" Ucap Abigail yang memacu kudanya kencang ke depan, diikuti oleh ribuan pasukan SEATHLAND.


__ADS_2