
...π¦ HAPPY READING π¦...
Louis duduk di kursi kebesarannya. Ia menatap lekat kepada seorang wanita berjubah hitam yang duduk dengan anggun sambil mengangkat cangkir tehnya.
"Bagaimana perasaanmu,El?" Tanya Louis sambil menahan tawa saat melihat raut tidak suka terpancar jelas di wajah wanita berjubah itu.
"Hentikan panggilan mu itu iblis! Berhenti memanggilku dengan nama itu. Apa kau lupa,jika aku sangat membencinya." Ucap wanita itu dengan nada tidak suka
Melihat itu,, Louis tak bisa lagi menahan tawanya. "Mengapa kau membenci nama itu? Bukankah nama itu sangat bagus? Aku kira kau sangat menyukainya."
"Aku tidak suka!" Ucap wanita itu dengan nada tegas.
Louis mengangguk,lalu ia mulai memasang wajah yang serius.
"Kapan rencana ini akan berakhir El? Apa kau tidak ingin segera mengakhiri sandiwara ini? Aku tidak peduli dengan rencanamu,aku hanya sudah tidak bisa lagi menunggu. Kau,telah membuatku menunggu selama sepuluh tahun El." Ucap Louis dengan rahang yang terlihat mengeras.
"Apa kau tidak bisa bersabar? Sebentar lagi,hanya tinggal sebentar lagi maka semuanya akan terjadi sesuai dengan yang telah ku rencanakan." Ucap sosok di balik jubah itu tersenyum misterius.
"Kau terlalu lama membuat ku menunggu. Apakah kau yakin jika anjingmu itu bisa di andalkan? Dia bahkan berniat membunuhmu El, tidakkah dia sadar siapa sebenarnya yang sedang ia gigit?" Ucap Louis tertawa merendahkan.
"Menjadi umpan tidak selamanya buruk Louis. Kau hanya perlu menunggu,lalu ketika mereka datang,maka buat mereka takluk sekaligus. Bukankah memanah kangguru dengan anak di dalamnya adalah sebuah bidikan yang pas?"
Louis hanya menatap wanita gila itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Ia akan mempercayakan semuanya kepada wanita itu. Karena dirinya, tidak ingin mengotori tangannya sendiri demi mendapat apa yang ia inginkan selama ini.
...πΌπΌπΌ...
Seperti yang di harapkan, ritual untuk menyambut kelahiran pangeran penerus kerajaan SEATHLAND di lakukan dengan sangat meriah.
Karena ini adalah upacara ritual untuk meminta berkah kepada dewa dan memohon keselamatan untuk calon pangeran,maka istana melonggarkan sedikit keamanan.
Para rakyat berkumpul di luar pagar besi yang besar. Mereka bisa menyaksikan acara itu dari luar istana.
Rosenta berdiri diantara keramaian. Ia menggunakan sebuah jubah untuk menutupi penyamarannya. Kakinya yang patah kini membuatnya tampak menyedihkan,karena setiap kali ia berjalan,maka ia harus menggeret sebelah kakinya.
__ADS_1
Diantara kerumunan ini,ia bisa melihat Anggota istana berada didalam kuil itu. Ada Duke Herli, Marchel, Raja Philip dan puluhan ribu ksatria istana yang bercampur dengan ksatria milik Duke Herli dan Marquis Steven.
Rosenta terus memfokuskan kedua matanya. Ia mencari sosok yang menjadi targetnya selama ini. Yang telah menjadi sebab dari kekacauan yang terjadi di hidupnya.
Lama mencari dan menunggu diantara sesaknya lautan manusia yang memiliki berbagai bau menyengat ini, akhirnya kedua sudut bibir Rosenta terangkat. Disana, akhirnya muncullah sang pemeran utamanya.
Seorang wanita cantik dengan gaun berwarna putih dengan perut besarnya, tengah berjalan memasuki kuil di tuntun oleh lelaki tampan. Mereka terlihat sangat serasi, benar-benar terlihat seperti keluarga yang harmonis. Mereka adalah Castela dan pangeran Morgan.
Setelah menemukan orang yang dimaksud, Rosenta lalu menghilang di balik kerumunan. Dengan langkah pelan dan hati-hati, akhirnya ia bisa menerobos pengamanan istana yang longgar.
Ia berada di belakang istana Raja. Ia mengeluarkan satu botol ramuan yang di berikannya kepadanya pagi tadi. Ini adalah ramuan yang bisa menyembuhkan kakinya yang patah,meski hanya sementara.
Efek ramuan ini hanya akan bertahan selama delapan jam. Dan dalam delapan jam itu, Rosenta harus berhasil membawa Castela kepada tuannya.
Tanpa menunggu waktu lagi, setelah memastikan keadaan aman, Rosenta segera meminum ramuan itu. Ia tersenyum puas saat melihat kakinya yang kembali seperti semula.
"Baiklah Castela, waktunya membalaskan dendam atas kematian kekasihku dan juga Keluargaku. Puas-puaskanlah tersenyum,karena sebentar lagi ajalmu akan segera tiba." Ucapnya dengan kilatan amarah yang tidak bisa lagi di bendung.
Dengan Langkah pelan,ia mendekati seorang pelayan wanita yang sedang bertugas membawa minuman dan makanan untuk Castela setelah acara ritual selesai.
BUGHH
BRAK
Pelayan wanita itu jatuh pingsan ke lantai. Lalu dengan kasar, Rosenta menarik pelayan wanita itu ke lorong yang sepi yang tidak pernah di lewati orang. Dengan kasar,ia membuka pakaian pelayan itu dan menggantinya dengan pakaian yang ia pakai. Sementara pakaian pelayan itu,ia sendiri yang memakainya.
"Mari kembali bermain, Castela." Ucap Rosenta tersenyum lebar hingga terlihat menyeramkan.
Ia mengubah seluruh penampilannya. Ia mengepang rambutnya menjadi dua bagian. Lalu mengeluarkan topeng kulit dari balik pakaiannya dan langsung memakainya. Topeng ini juga merupakan sebuah sihir. Dirinya tidak boleh sampai bertemu dengan Duke Herli ataupun Raja Philip. Karena kekuatan mereka,tidak akan mempu membuat mereka tertipu.
Ia lalu mengeluarkan sebuah botol kecil dari kotak yang ia bawa dengan hati-hati. Ini, adalah obat agar merangsang kehamilan. Dimana,bayi itu akan lahir sebelum waktu yang telah di tentukan.
Dengan langkah lebar, Rosenta dalam wujud pelayan itu menjauh dari tempat itu. Kemudian,ia bergabung bersama pelayan-pelayan yang lain untuk melancarkan tugasnya.
__ADS_1
Castela sedari tadi merasakan jika perasaannya tidak enak. Sepertinya sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
'Sepertinya perhitungan ku benar ya,tidak lama lagi wanita itu akan muncul. Aku harus waspada. Aku tidak tau apa yang sedang ia rencanakan,tapi yang aku tau, pasti wanita itu sedang mengincar nyawa ku dan juga anakku.' batin Castela.
Castela lalu menatap cemas ke arah Brian yang tengah menyamar menjadi salah satu ksatria milik Castela dari kediaman Marquis Steven. Menyadari tatapan gelisah dari gadis yang sangat ia cintai, membuat hati Brian mencelos.
'Sudah lama sekali aku tidak melihat wajah cantikmu El. Dan ketika aku bisa melihat mu kembali,entah mengapa,aku merasakan semuanya sudah tampak berbeda.'
"Tenangkan dirimu El, apapun yang akan terjadi nantinya, selalu ingat,jika aku akan selalu melindungi mu." ucap Brian menyakinkan Sahabatnya itu.
Brian menggenggam tangan Castela, mencoba menyalurkan rasa hangat ke dalam diri Castela. Membuat gadis itu mau tidak mau tersenyum.
"Terima kasih Brian,aku sungguh berhutang terlalu banyak dengan kau dan Marquis Steven. Ingatkan aku, agar suatu saat nanti,bisa membayar hutang-hutangku ini." ucap Castela
"Kau bisa membayarnya dengan satu hal El,"
Castela mendongak,menatap Brian tepat di manik mata Lelaki itu.
"Dengan apa?" tanya Castela penasaran.
"Tetaplah hidup untuk membesarkan anakmu dengan senyuman yang selama ini kau tunjukkan." ucap Brian lalu mengusap lembut pucuk kepala Castela.
"Kau bercanda Brian,tidak perlu kau suruh pun aku akan melakukannya dengan sepenuh hatiku. Aku tidak akan takut mati Brian,karena aku yakin jika kau dan Steven akan selalu melindungi ku dan juga anakku." ucap Castela dengan tersenyum manis.
'Kau benar El,tapi entah mengapa,aku merasakan sebuah firasat buruk."
"El, bisakah kau berjanji satu hal kepadaku?" tanya Brian dengan raut wajah serius.
"Janji? kau memintaku untuk berjanji apa Brian?" Tanya Castela masih dengan senyuman di bibirnya.
Brian menatap lekat manik hijau zambrud yang berhasil membuatnya tergila-gila itu. Sebelum akhirnya mengucapkan sebuah kalimat yang mampu membuat Castela terdiam dan menegang di tempatnya.
"Berjanjilah untuk tidak menyalahkan dirimu sendiri untuk apa yang nantinya akan terjadi. Berjanjilah El,jika nanti sekiranya aku sedang dalam masa sulit dan lalu terbunuh ketika kau tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan ku,maka berjanjilah El, berjanjilah,jangan menyalahkan dirimu untuk apa yang terjadi di masa depan."
__ADS_1