ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 16


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


"Apa kau mau jalan-jalan?" Tanya Marchel yang sedang bersandar di pintu kamar Castela.


Gadis itu telah mengurung diri selama dua Minggu ini, semenjak kepulangannya saat itu. Ia tidak mau bertemu siapapun, apalagi rumor yang beredar di masyarakat benar-benar membuatnya hampir gila.


Bahkan,rumor mengenai dirinya adalah seorang acasha juga ikut tersebar. Masyarakat mulai meragukan kebenaran putri Rosenta sebagai seorang acasha. Karena semenjak kemunculannya, negeri ini tidak mendapatkan perkembangan apapun. Malah sepertinya terus mendapatkan kemalangan.


Castela berdiri di balkon kamarnya,menatap hamparan bunga dan daun-daun yang saat ini mulai menguning. Ini adalah hari-hari akhir dimana pergantian tahun baru akan hadir. Akhir Minggu nanti adalah musim dingin. Salju akan turun memenuhi seluruh dataran SEATHLAND. Dan di salju pertama itulah, Castela di lahirkan.


Castela dan Camelia memang anak kembar. Namun,mereka tidak lahir di hari yang sama. Sepuluh menit sebelum pergantian hari adalah hari kelahiran Camelia. Dan sepuluh menit setelahnya,saat salju pertama turun, Castela di lahirkan ke dunia ini.


Itulah sebabnya mereka memiliki perbedaan yang cukup kontras untuk seukuran anak kembar identik seperti mereka. Camelia di lahirkan di penghujung musim gugur. Sementara Castela di lahirkan di awal musim dingin.


"Aku, sepertinya tidak ingin." Jawab Castela pelan tanpa berniat mengalihkan tatapannya dari hamparan Padang rumput di ujung sana.


Marchel menatap iba adiknya. Ia merasa kasihan, Castela pasti merasa sangat tertekan saat ini. Di umurnya yang baru akan menginjak usia 17 tahun, dirinya malah di hadapkan dengan banyak persoalan yang rumit.


"Kau tidak perlu memikirkannya,jika kau memang tidak menginginkannya maka cukup katakan tidak. Aku dan papa akan berdiri di barisan terdepan untuk melindungimu. Bahkan,jika di perlukan,maka kami bersiap untuk memulai perang dan memisahkan diri dari kerajaan ini." Ucap Marcel bersungguh-sungguh.


Castela masih tidak bergeming, otaknya saat ini sedang memproses maksud dari perkataan kakaknya. Jika akibat dari penolakan itu sampai seperti ini,maka bisa di pastikan negeri ini tidak akan memiliki masa depan yang baik. Ia tidak ingin menghancurkan kedamaian yang ada di negeri ini. Karena sejatinya, negeri ini bukanlah tempatnya.


Castela membalikkan badannya. Ia menatap Marchel tepat di manik mata lelaki itu.

__ADS_1


"Jika aku menerimanya,apa kau tetap akan melindungiku?" Tanyanya sendu dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Aku akan melindungimu Castela, apa pun keputusan yang akan kau ambil,aku akan menjamin keselamatanmu dengan nyawaku. Oleh sebab itu, fikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan." Ucap Marcel menyentuh kedua pipi Castela. Lalu setelah itu,ia membawa Castela ke dalam pelukannya.


"Apa yang harus aku lakukan kak? Aku,aku bahkan tidak tahu harus berkata apa. Aku,aku tidak ingin membahayakan keselamatan kalian." Ucap Castela dengan suara bergetar.


Marcel menghela nafas, "ikuti apa kata hatimu,kau tidak sedang membahayakan nyawa siapapun." Ucap Marcel


Castela melepaskan pelukannya,ia mendongak menatap wajah Marcel yang berada lebih tinggi di atasnya.


"Apa kau ingat apa kata kakek Bili kak? Aku takut,aku takut jika SEATHLAND akan berubah menjadi lautan darah. Aku bukan acasha kak,aku hanya ingin menikmati hari-hari bersama kalian seperti biasanya. Mengapa dewa memperlakukan tidak adil kak? Mengapa harus aku? Aku hanya seorang gadis yang bahkan belum genap 17 tahun." Ucap Castela dengan sorot mata yang penuh luka.


Air matanya sedari tadi sudah menetes. Membuat hidung dan kedua matanya memerah.


'yah,ini adalah takdirku,maka bagaimana hidupku ke depannya,maka aku yang berhak memutuskan. Tidak akan ku biarkan siapapun mengganggu takdirku. Kau, tidak selemah itu castela.' ucapnya dalam hati.


Castela mengeraskan tatapannya. Kini tatapannya kembali datar, matanya menyorot dingin ke perapian. Di tempat itu, beberapa saat lalu sebelum Marchel mengunjunginya,sebuah kertas surat sudah berubah menjadi abu. Dan dia tahu betul siapa pengirim surat itu.


'jika kau sebegitu inginnya bermain-main denganku,maka aku harus apa? Aku tidak ingin seseorang mengusik lagi kehidupanku seperti dulu. Jika kau memang ingin bermain,maka tidak sopan bukan jika aku menolaknya, Rosenta? kau salah besar,karena telah membuat seekor singa bangun dari tidurnya.'


...🦋🦋🦋...


Beberapa saat sebelumnya.

__ADS_1


Brakk!!


"Sialan! Kau benar-benar sialan Castela! Berani-beraninya kau menghancurkan rencana yang sudah ku susun sampai sejauh ini?"


Di antara barang-barang yang sudah berserakan,dan terdapat beberapa pecahan kaca, wanita itu memandang penuh emosi. Tampilannya yang terlihat sangat berantakan.


Giginya bergemelutuk dengan tangan yang mengepal erat. Kamarnya yang biasanya tertata rapi dan bersih itu,kini bahkan lebih mengerikan dari sebuah kapal pecah.


Ctarr!!


Rosenta melemparkan guci di dekatnya ke lukisan seorang gadis. Gadis yang selama beberapa Minggu ini selalu menjadi bayang-bayang kehancurannya.


Gadis itu tersenyum dengan kedua mata yang menyorot tajam. Seolah sedang menertawakan kondisi Rosenta saat ini. Rosenta lalu mengambil lilin,dan dengan gerakan cepat ia membakar lukisan itu hingga tidak menyusahkan sedikitpun.


Hanya bau gosong yang memenuhi kamar itu, membuat para pelayannya khawatir setengah mati. Mereka tidak ingin di Salahkan jika nanti terjadi sesuatu dengan wanita yang menyandang status sebagai istri pangeran mahkota itu. Tapi mereka juga tidak bisa berbuat banyak,atau wanita itu tidak akan segan-segan menyiksa mereka seperti sebelum-sebelumnya karena telah berani mengusik ketenangannya.


Rumor yang menyebar dengan cepat. Serta sikap pangeran Morgan yang lama-kelamaan terasa berubah kepadanya. Di tambah desakan raja dan para menteri yang ingin agar Morgan menikah lagi. Benar-benar telah membuatnya kehilangan kesabaran.


"Lelaki tua itu,dia selalu saja mencoba mencampuri urusanku. Bahkan, putranya yang bodoh itu,kini mulai mengabaikanku,dan itu semua juga karena campur tangannya. Sepertinya aku harus menyingkirkanmu lebih dulu Philip,jika tidak tugasku disini tidak akan cepat selesai. Aku,akan mengirimmu menemui istri tercintamu,tapi sebelum itu,aku akan sedikit bermain denganmu lalat pengganggu."


Rosenta menyeringai, seringaian yang cukup mengerikan. Sangat jauh beda dengan sifat yang selama ini ia tunjukkan kepada publik. Mereka berfikir jika dirinya adalah wanita yang lemah,dungu,dan bodoh. Mereka hanya tidak tahu saja siapa sebenarnya yang mereka hadapi.


_Nyawa keluarga mu berada di tanganku Lady. Aku ingin sedikit bermain denganmu, sebelum kau melihat dengan kedua matamu yang indah itu, bagaimana akhir dari keluarga Duke Herli dan juga seluruh rakyat SEATHLAND. Aku sudah mengingatkanmu untuk tidak mengusikku,tapi sepertinya kau terlalu bodoh untuk bisa mengerti situasimu saat ini. Apa yang bisa di lakukan oleh gadis sepertimu? Ah,aku penasaran bagaimana caramu menghentikan rencanaku untuk melenyapkan si tua bangka itu. Lalu setelah itu,aku akan menyingkirkan kalian para lalat pengganggu_

__ADS_1


__ADS_2