
...🦋 HAPPY READING 🦋...
'Sial! Tubuh ini masih terasa sangat lemah,aku tidak bisa melawannya. Tolong aku.' rintih Castela.
Castela sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan orang gila di hadapannya ini. Perlahan-lahan kedua matanya memberat, sebelum semuanya benar-benar gelap, Castela mendengar suara pukulan yang keras sebelum akhirnya jatuh pingsan.
Bughh
Tubuh lelaki itu terhempas ke tanah ketika sebuah pukulan keras mendarat di wajahnya. Dia tertawa saat menyadari siapa yang datang.
"Kurang aja kau! Berani-beraninya kau menyentuh calon istriku dengan tangan kotormu itu sialan!" Ucap pangeran Morgan dengan amarah yang tampak jelas di wajahnya.
Yah, orang yang barusan datang adalah pangeran Morgan. Sementara orang yang mencoba memperkosa Castela adalah sepupunya sendiri, Brian crusher.
Brian bangkit dari dan berjalan mendekati pangeran Morgan.
Bughh
Satu pukulan mendarat di wajah tampannya itu. Meninggalkan bekas lebam membiru di sudut bibirnya yang sedikit robek. Pangeran Morgan menatap datar ke arah Brian yang juga menatapnya dengan sebuah seringaian.
"Cih! Calon istri kau bilang? Apa kau tidak bisa bercermin? KAULAH YANG TELAH MEREBUT GADIS YANG KU CINTAI!" Marah Brian lalu mengarahkan pukulan lagi ke arah pangeran Morgan.
Namun dengan cepat pangeran Morgan menyadari dan menghindar. Sehingga pukulan itu hanya mengenai udara kosong. Brian Menggeram marah melihat pangeran Morgan yang berhasil menghindari serangannya. Kini mereka mulai memberi pukulan satu sama lain.
Tidak butuh waktu lama,Brian terkapar di atas rumput dengan wajah yang penuh lebam. Brian memang bukanlah tandingan seorang Morgan.
"Kau tidak pantas untuk Castelaku sialan! Apa kau pikir dia akan bahagia hidup bersamamu?" Ucap Brian lirih menatap tajam pangeran Morgan yang hanya menatapnya dengan tatapan dingin dan datar.
"Tentu dia akan bahagia bersamaku. Aku akan memberikan apapun yang dia inginkan." Ucap pangeran Morgan lalu beralih membawa Castela ke dalam gendongannya.
__ADS_1
"Kalau begitu ceraikan istrimu!"
****Degg****
Pangeran Morgan menghentikan langkahnya saat kata-kata itu keluar dari mulut Brian.
"Kau bilang akan membahagiakannya bukan? Ceraikan istrimu, jika kau tidak sanggup menjadikannya satu-satunya di hidupmu,maka biarkan aku yang akan menjadikannya satu-satunya di hidupku." Ucap Brian dengan kedua tangan yang mengepal.
Darah keluar dari mulutnya setiap kali ia berbicara. Rasa nyeri di dadanya semakin terasa sakit. Rasanya ada beberapa tulang-tulangnya yang patah saat ini. Namun,semua itu tidak sebanding jika harus melihat gadis yang ia cintai menderita.
Dia memang jahat, bahkan tidak segan-segan untuk merebut kesucian Castela. Tapi itu semua ia lakukan,agar gadis itu tidak menikah dengan pangeran Morgan. Karena ia tahu, gadisnya sangat membenci penghianatan. Itu sebabnya dia meminta pangeran Morgan untuk memilih salah satu di antara keduanya.
"Aku tidak akan menceraikan istriku,dan aku tidak akan melepaskan Castela." Ucapnya dingin lalu berlalu dari sana.
Namun sebelum itu,ia melemparkan sebuah belati hingga menancap di telapak tangan Brian.
"Kau, terlalu egois Morgan. Mungkin kau lupa jika di dunia ini selalu ada hubungan timbal balik. Jika kau menginginkan Castela,maka kau harus melepaskan Rosenta. Tapi,jika kau menolak,maka bersiaplah untuk kehilangan salah satu,atau bahkan keduanya." Lirih Brian sebelum akhirnya kehilangan kesadarannya.
Pangeran Morgan membaringkan Castela di ranjangnya. Ema sedari tadi tidak berhenti menangis. Dokter masuk dan langsung bergegas memeriksa keadaan Castela.
"Lady tidak memiliki luka yang serius. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tapi sepertinya luka-luka yang di dapat lady kemarin kembali terasa sakit. Biarkan lady beristirahat,dua hari ke depan Lady akan sembuh total." Ucap dokter itu tersenyum lalu meninggalkan mereka.
"Yang mulia, Kenapa lady bisa seperti ini? Hiks, si-siapa yang tega memperlakukan lady hingga seperti ini, bahkan lady tidak pernah mencari masalah dengan orang lain." Ucap Ema yang masih senggugukan di lantai.
Pangeran Morgan tidak menjawab. Dia hanya diam memperhatikan Castela yang tengah tertidur. Tujuan awal dirinya datang kesini adalah untuk menemui Castela. Karena saat ini, Duke Herli sedang dalam perjalanan kembali ke kediaman dengan sebuah surat perintah dari Raja.
"Aku akan menjagamu mulai sekarang,kau tidak perlu khawatir." Ucap Morgan sambil meremas salah satu tangan Castela lalu menciumnya.
Sementara itu, Duke Herli sedang dalam perjalanan pulang dengan kereta kuda berlambang Ardeland. Sejak keluar dari istana,aura Duke Herli semakin menyeramkan. Ketika di tanya pun,ia hanya akan menjawab seadanya.
__ADS_1
Di tangannya ada sebuah gulungan kertas yang di tulis di atas kain sutera berkualitas tinggi. Pikirannya melayang-layang jauh, dirinya benar-benar tidak sanggup jika harus melepaskan Putrinya masuk ke sarang singa.
Percakapan yang terjadi saat di istana masih terngiang-ngiang di telinganya.
"Aku ingin putrimu menikah dengan putraku." Ucap Raja Philip dengan serius. Tidak ada keraguan di wajahnya yang sudah mulai di tumbuhi garis keriput itu.
"Aku tidak setuju yang mulia." Ucap Duke Herli dingin.
"Sampai kapan kau terus begini Herli? Apa kau tidak merindukan saat-saat kita berteman dulu?" Ucap Raja Philip sedih.
"Anda terlalu berlebihan yang mulia,tidak baik jika kita mengungkit masa lalu. Akan sangat bahaya jika ada yang mendengarnya." Ucap Duke Herli tidak suka
"Apa kau masih marah kepadaku Herli? Yah,kau masih marah dan menyimpan dendam kepadaku. Bukankah aku sudah minta maaf kepadamu? Aku tau maaf saja tidak akan bisa mengembalikan semuanya menjadi seperti semula. Itu sebabnya aku ingin menikahkan putrimu dengan Putri ku agar dia bisa mewarisi takhta ini sebagai bentuk permintaan maafku." Ucap Raja Philip
"Anda sungguh gila yang mulai. Bagaimana anda bisa memaksa Putriku menikahi pembunuh ibunya sendiri? Apa kau pikir putriku akan bahagia? Putriku tidak butuh takhta anda yang mulia! Dia butuh ibunya!" Ucap Duke Herli dengan kedua tangan yang sudah mengepal menahan amarahnya.
"Bagaimana bisa kau menyalahkan seorang anak kecil untuk kematian istrimu Herli? Itu semua adalah kecelakaan. Dan lagi, putrimu tidak akan tahu semuanya jika kau tidak memberitahukannya." Ucap Raja Philip dingin.
"Kau tidak punya pilihan lain Herli. Aku sedang memberikan keluarga mu perintah,bukan meminta pendapatmu! jika kalian menolak,maka kau dan seluruh keluarga mu akan di anggap sebagai pemberontak. pikirkan ini dengan baik Herli." Sambung Raja lalu meninggalkan Duke Herli sendiri disana.
Ingin rasanya Duke Herli membunuh lelaki tua itu. Namun ia masih memiliki sedikit kewarasan. Jika saja dulu dirinya tidak membantu laki-laki itu naik takhta, mungkin kehidupan mereka tidak akan seperti ini.
"Maafkan papa sayang,papa tidak tahu lagi harus berbuat apa." Duke Herli mengusap wajahnya dengan kasar.
Sebentar lagi mereka akan sampai di kediaman. Dirinya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Jika dirinya melawan,maka hanya akan membahayakan nyawa keluarganya. Terlebih lagi Putrinya Camelia,yang masih belum sadarkan diri sampai sekarang.
"Awas saja kau Philip,jika putriku sampai menderita,jangan salahkan aku jika ku luluh lantakkan negeri mu ini." ucapnya lagi.
"Castela sayang,papa harap kau tidak membenci papa setelah ini."
__ADS_1