ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 36


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Castela membuka kedua matanya perlahan. Netra hijau zambrudnya itu menatap ke sekeliling. Dia berada di dalam tenda, seketika keningnya mengkerut karena teringat satu hal.


"Bukankah sebelumnya aku sedang bertarung? Kenapa aku bisa ada disini? Ah, Marquis Steven,Ema! Aku harus melihat keadaan mereka!"


Castela bergegas turun dari ranjangnya dan berlari keluar tenda. Seluruh prajurit terkejut dan menatap Castela dengan kedua pipi yang bersemu.


Tapi Castela tidak memperdulikannya,meski ia melihat para prajurit yang baik-baik saja,namun ia masih belum merasa tenang jika tidak melihat kondisi kedua orang terdekatnya itu.


"Per-permaisuri anda Sudah sadar?" Tanya seorang prajurit yang buru-buru menghampiri Castela.


"Kau, apa kalian baik-baik saja? Apa ada yang terluka? Dimana Marquis Steven dan pelayanku?" Tanya Castela beruntun.


"Kami-"


"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau keluar dengan pakaian seperti itu!"


Entah dari mana munculnya pangeran Morgan,ia langsung mengagetkan Castela. Ia segera melepas jubah yang ia pakai dan memakaikannya ke tubuh Castela.


"Apa yang kau-"


Ucapan Castela terhenti saat ia baru menyadari sesuatu. Ia segera melirik pakaian yang ia pakai,dan membulatkan matanya.


'Sial! Siapa yang mengganti pakaian ku?' umpatnya dalam hati.


"Apa kau bermaksud menggoda para pria disini? Apa sifat wanita penggodamu itu kembali bangkit?" Ucap pangeran Morgan tidak suka.


Castela menatap marah pangeran Morgan yang memandangnya dengan tatapan merendahkan.


"Diam! Jika Mulutmu tidak bisa mengucapkan kata-kata baik, lebih baik kau tidak usah berbicara!" Sarkas Castela menutupi rasa malunya.


Pantas saja tatapan para prajurit seperti itu, ternyata ia hanya menggunakan gaun tidur tipis berwarna putih. Sehingga pakaian dalam yang ia pakai terlihat meski tidak terlalu jelas.


"Lebih baik kau ganti pakaian mu. Jangan mempermalukan keluarga kerajaan."


Ucap pangeran Morgan sambil menarik lengan Castela dan membawanya ke tenda.


"Lepas! Aku harus memastikan dulu bagaimana keadaan pelayan dan juga temanku!"


Pangeran Morgan berhenti,ia berbalik dan menatap Castela yang tinggi badannya jauh di bawahnya. Membuatnya harus menunduk agar bisa melihat wajah gadis itu.


"Pelayan mu baik-baik saja,tidak ada yang perlu kau khawatirkan."


"Aku tidak percaya dengan ucapanmu! Bisa saja kau hanya membual."

__ADS_1


"Aku? Membual? Apa kau bercanda? Atau jangan-jangan kau sedang mengkhawatirkan kekasihmu itu?" Tanya pangeran Morgan dengan nada tidak suka.


"Kekasih? Siapa kekasihku?"


Castela sungguh tidak mengerti apa yang di katakan oleh pangeran Morgan. Dia hanya mengkhawatirkan keadaan Ema dan juga Marquis Steven. Mengapa harus jadi panjang dan ribet seperti ini.


"Kau tidak mau mengakuinya? Oh astaga,Mengapa ada wanita jahat seperti mu di dunia ini?" Ucap pangeran Morgan tidak percaya.


"Apasih yang kau katakan? Tidak jelas sekali? Mengapa kau jadi cerewet seperti ini?" Ucap Castela mulai kehilangan kesabaran.


"Aku hanya bertanya, kenapa jadi kau yang marah-marah? Seharusnya aku yang marah."


"Oke, sekarang jelaskan siapa yang kau maksud dengan kekasihku?"


"Apa kau benar-benar tidak mengakuinya? Ya ampun malang seka-"


"KATAKAN!"


"Marquis Steven,dia kekasih mu bukan? Dan kau sedang mengkhawatirkan keadaannya. Dia baik-baik saja,tidak perlu kau khawatirkan."


Castela menghela nafasnya dengan kasar. Lelaki di hadapannya ini benar-benar sudah gila. Apa dia sedang cemburu? Ah, sepertinya tidak. Wajahnya malah terlihat memuakkan.


Jika di benar-benar cemburu,dia bisa mengatakannya langsung. Mengapa harus bertele-tele.


"Oh."


Castela menatap bingung pangeran Morgan yang saat ini ada di depannya.


"Bukankah kau menyuruhku berganti pakaian tadi?"


"Ya,itu benar."


"Lalu untuk apa kau mengikutiku hingga kesini?"


"Tentu saja membantu mu berganti pakaian!"


Castela melotot terkejut mendengar jawaban santai yang keluar dari mulut pangeran Morgan. Ah, sepertinya memang ada yang bermasalah di otak lelaki itu.


"Apa kau bercanda?"


Tanya Castela dengan kedua tangan di pinggangnya.


"Apa-apaan pertanyaan mu itu? Apa kau lihat aku sedang bercanda saat ini?" Tanya pangeran Morgan tak kalah sengit.


Castela menelan salivanya,ia mencoba untuk tidak takut dengan raut wajah serius yang di tunjukkan oleh pangeran Morgan. Memang laki-laki ini terlihat sangat serius.

__ADS_1


Tapi apa-apaan ini? Membantunya berganti pakaian? Apa dia pikir Castela adalah anak kecil? Masih ada Ema, mengapa harus Lelaki ini yang berinisiatif membantunya?


"Tidak,bukan begitu maksud ku. Hanya saja,aku benar-benar terkejut. Ada Ema diluar,jika aku butuh bantuan aku bisa memanggilnya. Kau tidak perlu membantuku."


"Apa kau Malu? Bahkan selama kau tidak sadar,aku yang menggantikan pakaian mu! Bahkan aku sudah melihat semuanya." Ucap pangeran Morgan santai yang membuat pipi Castela bersemu merah.


"Kau- bagaimana bisa?! Kenapa kau yang menggantikan pakaian ku?! Dasar mesum!" Ucap Castela kesal.


"Hey,aku suamimu, bahkan jika aku melakukan hal lebih kepadamu itu bukan masalah! Atau jangan-jangan,kau takut kekasihmu itu cemburu?"


Ucap pangeran Morgan menyipit tajam.


"Huh! Sudah cukup! Kau tidak perlu mengatakan apa-apa lagi. Kau benar-benar ingin membantuku berganti pakaian?"


Castela berniat untuk mengerjai lelaki ini. Jika apa yang ia katakan benar, pasti lelaki ini tidak akan tahan jika melihat tubuh Castela. Pasti sangat berat menahan hal itu.


"Y-ya,, aku akan membantumu." Ucap pangeran Morgan ragu.


Castela lalu berbalik membelakangi pangeran Morgan. Ia lalu menyuruh pangeran Morgan untuk membuka pakaiannya.


"Tarik resleting di gaunku ini,aku tidak bisa menggapainya."


'Ayolah Morgan,kau sudah pernah melihatnya. Semangat! Kau pasti bisa.' batinnya menyemangati


"Baiklah!" Ucapnya mantap.


Pangeran Morgan lalu menarik resleting pakaian Castela. Ia menelan salivanya saat melihat kulit putih mulus itu yang sangat kontras dengan warna bra-nya yang berwarna hitam.


Ketika tangannya tidak sengaja menyapu kulit itu, sesuatu di dalam sana tiba-tiba saja menegang dan meronta ingin keluar. Pangeran Morgan mati-matian menahan hal itu.


Ia mempercepat gerakan tangannya,dan Ketika resleting itu sudah mencapai ke bawah,ia segera bergegas keluar.


"Hey! Apa yang kau lakukan?"


Tanya Castela yang mati-matian menahan tawanya saat menyadari wajah pangeran Morgan yang berubah merah. Seperti menahan sesuatu.


"Aku mau keluar, bukankah aku sudah membantumu?"Ucap pangeran Morgan tanpa melihat Castela.


"Benarkah? Bukankah kau berkata ingin membantu ku berganti seluruh pakaian ku? Kau bahkan belum membantu ku melepaskan seluruh gaunku?" Ucap Castela dengan pipi menggelembung menahan tawa


'Sial! Aku benar-benar sudah tidak tahan!'


"Tidak! Aku lupa jika masih ada urusan! Kau bergantilah sendiri! Jangan manja,kau bukan anak kecil lagi! Jangan menyusahkan orang! Dasar manja!" Ucap pangeran Morgan lalu keluar dari tenda.


"HAHAHA"

__ADS_1


Tawa Castela seketika pecah,ia memegangi perutnya karena puas tertawa.


"Aku tau seperti apa dirimu Morgan! Kau benar-benar terlihat lucu." Ucap Castela lalu membuka gaunnya dan menggantinya dengan gaun yang lebih simpel namun elegan.


__ADS_2