ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 43


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Semakin hari, tingkah Castela semakin aneh. Benar-benar membuat orang-orang di sekitarnya bertanya-tanya.


Lihat saja saat ini, langit telah gelap, menunjukkan jika ini sudah tengah malam. Namun Castela tidak mau tidur juga, membuat Ema benar-benar pusing.


Gadis cantik itu masih duduk di balkon kamar,dengan selimut tebal membungkus tubuhnya. Kedua matanya sembab dan hidungnya memerah karena menangis sedari tadi.


"Mengapa Abigail lama sekali Ema?" Tanya Castela untuk yang kesekian kalinya, membuat Ema membuang nafas dengan kasar.


"Sebentar lagi nona, pasti Abigail sedang dalam perjalanan kesini." Ucap Ema dengan sabar, walaupun sebenarnya dirinya sudah benar-benar penasaran setengah mati.


Satu jam yang lalu, Castela terbangun dari tidurnya. Dan dia menyuruh Ema untuk memanggil Abigail. Dan yang membuat mereka terkejut setengah mati, nonanya itu menangis dengan sangat menyedihkan sambil mengatakan jika dirinya tiba-tiba ingin makan mangga muda.


Tentu saja mereka berdua terkejut bukan main. Bahkan Ema sendiri sudah hampir pingsan jika tidak di tahan oleh Abigail. Setengah jam mereka membujuk agar besok saja makan mangga mudanya,namun Castela menolak.


Ia ingin makan mangga muda sekarang,dan itu harus di ambil oleh Abigail sendiri. Abigail akhirnya pasrah,ia kemudian menyuruh Ema untuk menjaga Castela dan segera pergi mencari pohon mangga.


Tidak lama kemudian, Abigail datang membawa beberapa buah mangga muda, membuat air liur Castela benar-benar hampir menetes.


Dengan mata berbinar,ia mengambil mangga muda itu dan langsung mengupasnya. Namun kegiatannya terhenti saat Ema mengambil alih pisau dan mangga muda dari tangannya.


"Anda tidak boleh melakukan ini nona,biar saya saja." Ucap Ema seolah tahu jika majikannya itu akan Protes.


Castela hanya mengangguk tanpa membantah. Ia duduk dengan tenang menunggu Ema selesai mengupas dan memotong-motong mangga muda itu.


Ema menyerahkan sepiring mangga yang sudah di Potong kepada Castela. Lalu dengan semangat,gadis cantik itu mengambilnya dan langsung memakannya. Namun sebelum itu,ia memasukkan potongan mangga itu ke dalam gula pasir yang tadi ia minta.


Rasa manis asam benar-benar pecah di dalam mulutnya. Memberikan sensasi yang benar-benar tidak bisa di jabarkan.

__ADS_1


Sementara Ema dan Abigail yang melihat nona mereka makan dengan lahap,hanya bisa meringis. Bukankah buah itu sangat asam jika masih muda? Abigail benar-benar tidak kuat melihatnya.


Namun ia tidak bisa pergi,karena tuannya itu melarang dirinya pergi hingga mangga-mangga itu ia habiskan. Jadilah mereka menunggu di kamar Castela hingga pukul 3 pagi, ketika gadis itu benar-benar tertidur karena kelelahan.


Sementara itu, kejadian menggemparkan juga terjadi di istana utama. Dimana tempat Raja Philip tinggal.


Lelaki setengah abad itu mengurut keningnya yang terasa pusing. Bagaimana tidak? Lihatlah putranya itu,tengah malam begini membuat emosinya meningkat.


Saat tidur tadi, tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya dengan kasar. Berulang kali, hingga membuat dirinya benar-benar marah. Siapa juga orang gila yang berani mengusik tidur seorang Raja?


Dan saat ia menyuruh prajurit untuk membukakan pintu. Betapa terkejutnya Raja,ia mendapati putra satu-satunya itu tengah menerobos masuk dengan piyama tidurnya, dan juga bantal di dekapannya.


"Apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini Morgan?! Apa kau sudah tidak waras karena menggangu tidurku?!" Bentak Raja dengan ekspresi benar-benar kesal.


"Aku ingin tidur disini ayah, bersamamu!" Jawab Morgan dengan mata yang tampak berkaca-kaca.


"Apa kau gila?! Kau sudah menikah,sudah punya istri! Sana pergi ke kamar salah satu istri mu,jangan menggangguku,aku benar-benar sangat lelah!"


"AKU TIDAK MAU AYAH! AKU INGIN TIDUR BERSAMAMU! AKU INGIN MEMELUK MU!" Ucap Morgan berapi-api dengan mata yang sudah memerah menahan tangis.


Oh dewa, cobaan apalagi ini? Raja Philip membuang nafasnya kasar. Apakah otak anaknya itu sedang bermasalah? Atau habis terantuk batu?


"Jangan bercanda Morgan, pergilah sebelum aku kehabisan kesadaran." Ucap Raja Philip dengan nada datar dan dingin


Namun bukannya pergi, pangeran Morgan malah duduk di lantai sambil memeluk bantal yang tadi ia bawa. Suara Isak tangis terdengar dari wajahnya yang ia tenggelamkan ke dalam bantal.


"Hiks,, ayah,, aku tidak tau aku ini kenapa!!! Aku tiba-tiba ingin tidur sambil memeluk mu!! Aku tau ini kedengarannya konyol! Tapi aku benar-benar ingin tidur sambil memeluk mu!!"


Raja Philip masih tidak bergeming. Ia memijit pangkal hidungnya, mencoba berfikir, sebelum akhirnya salah satu kesatria yang ia minta untuk memata-matai paviliun milik menantunya itu datang.

__ADS_1


Ia adalah kesatria yang menjaga pintu kamar milik Castela.


"Ada kabar apa? Kenapa kau datang kesini malam-malam? Apa yang terjadi dengan menantu ku?" Tanya Raja Philip sedikit menjauh dari Morgan,agar anaknya itu tidak mendengar pembicaraan mereka.


Prajurit langsung melaporkan berita yang benar-benar membuat jantungnya hampir saja lepas dari tempatnya.


"Kau tidak salah mendengar kan?" Tanya Raja Philip berbisik.


"Tidak Raja,saya berani bertaruh dengan kepala saya. Saya melihat sendiri bagaimana permaisuri menangis dan meminta kedua pelayan pribadinya untuk mencari mangga muda."


Raja Philip tersenyum,ia memandangi putranya yang masih terisak di dalam bantal. Ternyata putranya melakukan tugas dengan baik. Ah, betapa senangnya hatinya saat ini. Pantas saja putranya terlihat sangat aneh. Ternyata oh ternyata, dirinya akan segera menimang cucu.


Raja memberikan sekantong emas kepada prajurit itu.


"Jaga baik-baik menantu dan juga calon cucuku! Jangan sampai wanita monster itu,atau bahkan orang lain tahu jika menantuku sedang hamil."


Prajurit itu tampak bahagia,dan langsung melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. Raja Philip memang tahu jika Castela membawa seorang ksatria bayangan setelah kembali dari kota Rutin.


Itu semua karena ia mengenal siapa ayah dari pemuda itu. Ayahnya adalah salah satu orang kepercayaannya sebelum akhirnya gugur di Medan tugas.


Raja Philip mendekati putranya yang masih belum beranjak. Ia memukul pelan pundak putranya itu.


"Baiklah, akan ku ijinkan kau tidur sambil memeluk ku. Tapi hanya malam ini, setelah itu aku tidak ingin lagi kau ganggu!" Ucap Raja Philip yang membuat Morgan berseru senang.


Binar bahagia tampak di kedua matanya yang sembab. Entah mengapa,ia benar-benar sangat bahagia.


Malam itu, Morgan benar-benar tidur dengan nyenyak sambil memeluk Raja Philip. Pelukan yang sangat erat, seolah takut jika Raja Philip akan menghilang.


"Jika saja bukan karena cucuku,sudah aku penggal kepalamu ini." ucapnya pelan agar putranya itu tidak bisa mendengar apa yang ia katakan.

__ADS_1


Setelah ini, Raja Philip pasti harus mengeluarkan uang. Yah, dirinya akan menyogok para prajurit yang menjaga kediamannya,agar tidak ada yang membocorkan hal ini.


"Aku berharap kau tidak lagi menyakitinya. Kapan kau akan sadar anakku? jika wanita yang selama ini sangat kau cintai itu adalah seorang monster. Aku hanya takut,takut jika suatu hari nanti kau mengecewakan Castela dan anaknya,lalu kemudian menyakitkannya demi wanita sialan itu. Jika hal itu benar-benar terjadi,maka bisa di pastikan,jika itu akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidup mu Morgan." ucap Raja dalam hatinya.


__ADS_2