ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 07


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Plak!!


Morgan Menggeram marah, pipinya terasa semakin mendenyut karena tamparan untuk yang kedua kalinya. Tubuhnya terhuyung ke belakang hingga membentur dinding.


"Kau benar-benar membuatku malu Morgan! Tidak bisakah untuk sekali saja kau menjadi anak yang penurut?" Ucap Raja Philip penuh emosi.


Ia benar-benar tidak menyangka jika pria di depannya ini adalah putranya,darah dagingnya sendiri. Raja Philip duduk di kursi kerjanya,ia memijit keningnya yang terasa sakit. Hari ini, putranya benar-benar mengacaukan seluruh rencananya.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu kepadamu ayah, apakah kau telah kehilangan harga dirimu itu? Kau bahkan merendahkan dirimu di depan seorang Duke!" Ucap Morgan dengan sedikit meringis saat menyadari jika ujung bibirnya tampak sedikit robek.


Raja menatap Morgan,dengan tatapan mengisyaratkan penuh rasa lelah.


"Ini semua aku lakukan demi dirimu Morgan. Dari awal aku sudah mengatakan jika aku tidak setuju kau menikah dengan gadis jelata itu. Aku sudah menduga jika hal seperti ini akan terjadi." Ucap Raja Philip menatap dongkol putranya yang bodoh itu.


"Sudah aku katakan jangan menghina istriku ayah! Semua yang terjadi kepada SEATHLAND bukan kesalahannya! Jangan bersikap seolah-olah Rosenta yang bersalah disini!" Bentak Morgan meninggikan suaranya.


Kini aura yang terpancar di dalam ruangan itu terlihat sangat pekat. Masing-masing dari mereka saling membela diri, menyalahkan satu sama lain.


"Aku tidak menyangka jika kau telah termakan tipu daya wanita itu Morgan. Andai saja waktu itu wanita itu tidak berteriak seperti orang gila dan membuat kesalahpahaman, niscaya peperangan yang akan berlangsung di masa depan mungkin tidak akan terjadi. Hanya keluarga Duke Herli yang bisa membantu kita saat ini,tapi dengan sikapmu itu lagi-lagi kau menghancurkan kesempatan itu." Ucap Raja Philip menatap putra satu-satunya itu penuh kekecewaan.


Ia kemudian bangkit dari duduknya,dan pergi begitu saja meninggalkan Morgan yang masih mengepalkan tangannya.


Morgan mendengus marah saat pikirannya kembali teringat kejadian dua tahun yang lalu,tepat dua bulan setelah mereka menikah. Kedua tangannya semakin mengepal hingga menampakkan buku-buku kukunya yang memutih. Giginya bergemelutuk menahan gejolak dendam yang semakin memanas.


"Aku tidak butuh bantuan siapapun! Lihat saja Louis Starone,akan ku pastikan akan membawa kepalamu itu kembali ke SEATHLAND karena telah berani mempermalukan istriku saat itu." Ucapnya dengan wajah memerah menahan amarah.


Ia kemudian berjalan dengan langkah lebar keluar dari ruangan ayahnya. Beberapa pelayan yang tidak sengaja berpapasan dengannya menunduk takut saat menyadari aura tidak mengenakkan dari pangeran mereka.


Sudah tidak menjadi rahasia lagi bagi mereka mengenai kejadian tadi. Berita itu dengan cepat menyebar ke seluruh bagian dalam istana. Apalagi saat mengetahui jika yang menghina pangeran adalah wanita tercantik yang Pernah mereka temui seumur hidup mereka. Putri dari seorang Duke Herli,orang yang paling berpengaruh di seluruh SEATHLAND.


Morgan tidak menghiraukan tatapan takut para pengawal dan juga pelayannya. Ia masih melangkah dengan cepat menunju ke kamarnya,dimana ada istrinya yang sudah menunggunya disana. Dirinya sangat tidak sabar untuk segera memeluk tubuh milik istrinya itu.

__ADS_1


Seorang wanita berkulit putih sedikit kecoklatan,dengan rambutnya yang hanya sebahu di biarkan tergerai. Mahkota Putri di kepalanya menambah kadar kecantikannya. Namun tetap saja, dirinya akan terlihat kalah jauh jika di sandingkan dengan Castela. Ia mengenakan gaun berwarna putih,dengan belahan berbentuk v di dadanya.


Morgan tersenyum melihat istrinya yang tengah duduk bersandar di dinding dengan sulaman di tangannya. Morgan menutup pintu kamar dengan hati-hati agar tidak menggangu kegiatan istrinya.


Ia menaiki ranjang,lalu mendekap wanita itu ke dalam pelukannya.


"Ah,kau sudah kembali? Bagaimana dengan pertemuan itu? Mengapa cepat sekali?" Tanya wanita itu dengan lembut sambil mengusap lembut kepala Morgan yang berada di perutnya.


"Jangan tanyakan itu Rosenta,mengapa kau tidak beristirahat? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk beristirahat?" Ucap Morgan mengadakan kepalanya ke atas untuk melihat wajah istrinya yang cantik.


"Bagaimana dengan wanita itu? Apa dia cantik? Apa kau menyukainya? Apa dia lebih cantik dariku?" Seolah tidak mendengar pertanyaan Morgan, Rosenta malah mengalihkannya ke topik yang tidak ingin ia bahas.


"Jangan tanyakan hal itu Rosenta,aku tidak percaya ada wanita seperti itu,meski dia cantik aku tidak akan jatuh cinta kepadanya. Bagiku hanya kaulah wanita yang paling cantik. Hanya kau yang ada di dalam hatiku,ruang ini sudah terisi sepenuhnya oleh dirimu. Aku tidak akan menikahinya, seperti janjiku padamu." Ucap Morgan menatap kedua manik mata Rosenta yang berwarna hitam kelam.


Rosenta tersenyum manis,ia merasa puas dengan jawaban yang di berikan oleh suaminya. Namun, bagaimana pun juga, kekhawatiran itu masih melanda dirinya, hingga membawa mimpi-mimpi buruk jika suatu hari nanti ia akan di campakkan.


"Tenanglah,aku tidak akan melepaskanmu apa pun yang terjadi,aku sangat mencintaimu. Aku akan tetap mencintaimu dan menggenggam erat tanganmu meskipun suatu hari nanti dunia yang akan membenciku." Ucap Morgan sambil menatap tulus wajah istrinya.


Wajahnya ia dekatkan ke wajah Rosenta, menepis jarak yang awalnya tercipta. Hidung mereka kini saling bersentuhan,Morgan menutup matanya saat merasakan panasnya nafas Rosenta menerpa wajahnya. Morgan mengambil alih sulaman yang tadi di pegang oleh Rosenta,lalu meletakkannya dengan pelan ke atas lemari kecil di sebelah ranjang mereka.


Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi panas saat hasrat Morgan sebagai seorang lelaki normal mulai terbakar. Ia ******* dengan rakus bibir Rosenta dan tangannya mulai membuka ikatan gaun yang melilit di tubuh Rosenta.


Rosenta berubah panik ketika ciuman Morgan sudah turun ke dadanya. Dengan cepat Rosenta mendorong Morgan untuk menjauh darinya.


Morgan terhempas ke sisi lain ranjang,dengan ekspresi kaget. Namun segeranya ia berubah menjadi panik dan merasa bersalah saat melihat manik mata milik istrinya sudah mulai berkaca-kaca dan gaunnya yang sudah terbuka hingga ke bagian dadanya. Menampilkan kulitnya yang putih kecoklatan.


Morgan mengacak rambutnya frustasi. Ia mendekati Rosenta yang terlihat ketakutan.


"Maafkan aku sayang,aku tidak sengaja,aku kehilangan kendali." Ucap Morgan dengan tatapan penuh penyesalan.


Rosenta menggeleng,ia mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya karena gaunnya yang sudah terlepas sebagian.


"Maaf,maaf karena aku belum bisa menjadi istri yang baik,maaf karena aku,karena aku belum bisa memberikan hakmu sebagai seorang suami,hiks aku telah membuatmu menderita sejak menikah denganku."

__ADS_1


Morgan mendekai Rosenta lalu membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Bisa ia rasakan tubuh istrinya itu bergetar dan pundaknya terasa basah. Isakan itu benar-benar menusuk hatinya. Bagaimana bisa ia lupa, bagaimana bisa ia kehilangan kendali?


Ia terlalu tergoda hasratnya sehingga melupakan,jika istrinya memiliki trauma yang mendalam. Istrinya tidak berani di Sentuh, bahkan mereka belum melakukan 'hubungan' itu sama sekali sejak mereka menikah. Sebenarnya,itulah yang menjadi alasannya mengapa hingga saat ini Morgan belum juga memiliki anak.


Namun,ia selalu menutupi hal ini agar istrinya bisa merasa nyaman dan tidak menerima cibiran dari banyak orang dengan mengatakan jika istrinya sedang sakit dan tidak bisa memberikan keturunan. Hal ini pulalah yang menjadi sebab,mengapa Raja Philip dan seluruh pejabat istana meminta agar pangeran menikah lagi,agar mereka memiliki pewaris.


Dan pilihan Raja,jatuh kepada satu orang, yaitu Duke Herli. Dimana Duke Herli Dengannya pernah memiliki hubungan baik di masa lalu. Dan tentu saja, armada militer milik Duke Herli akan sangat berguna bagi SEATHLAND di masa depan,jika putri mereka menjadi istri pangeran mahkota.


Dulu,rumor menyebutkan jika Duke Herli memiliki dua orang putri kembar. Di rumorkan jika Duke Herli penah membuat perjanjian dengan seorang iblis. Iblis menginginkan salah satu anaknya,dan pilihan itu jatuh kepada Castela, putri terakhirnya.


Konon katanya,Duke Herli membantai seluruh pemberontak yang saat itu menyerang SEATHLAND sendirian. Katanya saat itu SEATHLAND sudah berada di ujung kekalahannya. Namun,dengan tubuh yang penuh luka, Duke Herli tiba-tiba saja berubah menjadi iblis dan membantai mereka semua dalam semalam.


Dan rumor itu semakin diperkuat dengan terasingkannya putri kedua Duke Herli semenjak kematian ibunya. Mereka mengatakan jika kecantikan putri Castela telah di ambil oleh iblis dan wajahnya berubah menjadi jelek dan menyeramkan.


Namun,semua rumor itu di patahkan hanya dengan satu hari. Yaitu hari ini,dimana Castela dengan santainya berjalan-jalan di pasar saat perjalanan mereka menunju kediaman Duke Herli. Semua mata memandang Castela dengan tatapan kagum,bahkan gadis-gadis disana merasa seperti Upik abu. Jauh sekali dengan Castela yang terlihat seperti Dewi dengan gaun indahnya.


Banyak tatapan memuji dari semua orang yang berada disana.


"*itukah putri Duke Herli yang selama ini di rumorkan memiliki wajah buruk rupa?"


"oh dewi, apakah dia manusia? bagaimana mungkin manusia bisa memiliki kecantikan seperti Dewi?"


"ah, bukankah lady Castela sangat cocok jika bersanding dengan pangeran Morgan? mereka benar-benar akan terlihat seperti pasangan dewa dan Dewi."


"hush! hentikan ucapanmu itu,kau bisa terkena masalah jika ada orang lain yang mendengarnya*."


"lihatlah,bahkan tubuhnya memancarkan aura yang menyeramkan seperti iblis,meski begitu ia terlihat sangat cantik."


Castela tidak menghiraukan bisikan-bisikan yang ia dengar. Ia hanya terus berjalan diikuti oleh Marchel, Duke Herli,dan juga Ema di belakangnya.


"Arghh!! aku pengen makan lontong sate!!!"


ROSENTA

__ADS_1



photo by : pinterest


__ADS_2