ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 68


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Camelia terlihat sangat cantik mengenakan gaun mewah berwarna merah. Bagian atasnya terbuka hingga menampakkan bahunya yang putih namun agak gelap itu.


Rambutnya di gulung hingga menampakkan leher jenjangnya yang di hiasi oleh kalung dari batu safir berwarna putih. Di kepalanya,sebuah mahkota Ratu berwarna putih terpasang dengan indah.


Hari ini, Camelia Ardeland,resmi berubah status menjadi istri Raja Morgan yang ke tiga. Dan merupakan seorang Ratu SEATHLAND.


Perayaan hanya di langsungkan biasa saja,tidak semeriah perayaan istana lainnya. Namun Camelia tidak memperdulikannya, yang saat ini ia pedulikan hanya satu, menjadi istri Morgan dan Ratu bagi kerajaan SEATHLAND.


Para rakyat juga masih di Landa duka Akibat kepergian Raja dan juga calon Ratu mereka. Mereka sama sekali tidak berantusias dengan pengangkatan Raja dan Ratu baru saat ini. Karena bagi mereka,hanya lady Castela sajalah yang berhak dengan gelar itu. Bukan wanita lain, mengingat bagaimana perjuangan lady Castela hingga sampai di tahap ini.


Namun,demi menghormati acara pemberian nama kepada kedua pangeran, akhirnya,pada malam hari ini,para rakyat berkumpul untuk menyaksikan pengumuman nama dari para pangeran hebat. Yang merupakan saksi atas kekejaman dunia kepada mereka. Yang menyaksikan sendiri dengan kedua mata kecil mereka,dan kedua telinga mereka yang Suci. Bagaimana rintihan dan kekejaman dunia saat pertama kali menyambut mereka.


"PARA RAKYAT KU SEMUANYA... TERIMA KASIH KARENA SUDAH HADIR DI ACARA PEMBERIAN NAMA KEPADA KEDUA PANGERAN."


Raja Morgan mengangkat putra tertuanya ke udara,sang pangeran yang memiliki warna rambut berwarna matahari terbenam,sama seperti milik ibunya. Dengan netra berwarna hitam.


"SAMBUTLAH PANGERAN PERTAMA SEATHLAND. PANGERAN AIDAN AHANDES ZAIDEN,Semoga Dewa memberkahi."


Lalu Raja Morgan memakaikan kalung dengan batu kecil berwarna merah darah. Kemudian ia mengambil anak keduanya,dan mengangkatnya ke udara,sama seperti Aidan tadi.


"SAMBUTLAH PANGERAN KEDUA SEATHLAND. PANGERAN AIDEN ELHANDES ZAIDEN,semoga Dewa memberkahi."

__ADS_1


Pangeran kedua,Aiden Elhandes Zaiden, memiliki rambut yang sama seperti ibunya,dengan netra mata berwarna hijau gelap. Yang merupakan perpaduan antara mata Castela dan juga mata Morgan.


'*Andaikan kau ada disini, pasti kau akan senang mendengar nama kedua anak kita Castela. Apakah kau merasa senang? aku memberikan mereka nama sesuai keinginan mu. Apakah kau sudah melihat wajah anak kita sayang? mereka sangat tampan. Benar-benar tampan, hingga aku sendiri merasa iri.


Aku harap,kau sudah sempat melihat wajah mereka El. Maafkan aku, maafkan aku yang gagal melindungi dirimu. Maafkan papa sayang, maafkan papa karena telah gagal melindungi mama. Maafkan papa,karena papa,kalian malah kehilangan sosok ibu tanpa pernah melihat wajahnya.


Tapi papa berjanji, papa akan menjadi ayah sekaligus ibu untuk kalian. Papa tidak akan membiarkan kalian merasakan,apa yang dulu pernah papa rasakan. Tidak akan pernah*,'


Rakyat menyambut kedua pangeran dengan tawa bahagia bercampur tangis haru. Meski lady Castela telah pergi,namun ia tidak pergi begitu saja. Ia meninggalkan harta yang paling berharga bagi masa depan SEATHLAND. Yaitu dua orang pangeran yang tampan.


Raja Morgan lalu mengambil kalung dengan batu kecil berwarna biru. Lalu kemudian memakainya ke leher pangeran kedua. Kemudian ia mengecup kening kedua anaknya bergantian. Sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu dan menunju ke kamarnya.


Meninggalkan Camelia yang masih berdiri angkuh dengan senyuman manisnya. Sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah rakyat yang tengah berkumpul. Namun sayang,topeng yang ia pakai selama ini sepertinya tidak terlalu berhasil.


Terbukti,para rakyat tidak bersimpati atau membablas lambaiannya. Mereka malah membubarkan diri setelah kepergian para pangeran dan kembali ke rumah mereka masing-masing.


Camelia Menggeram marah. Ia memutar bola matanya kesal,lalu menghentakkan kakinya dan berbalik masuk. Kembali ke kamarnya sendiri, karena Morgan tidak ingin satu kamar dengan Camelia. Karena kamar Miliknya,hanya untuk satu orang, yaitu Castela. Bahkan dulu,ia rela pindah kamar karena kamar yang ia tempati pernah di masuki oleh Rosenta saat masih menjadi istrinya.


Setelah ini, Raja Morgan resmi menjadi Raja pertama yang memiliki tiga istri di SEATHLAND. Memecahkan sejarah karena ia merupakan suami dari seorang ACASHA. Dimana,jodoh seorang ACASHA sudah di atur oleh Dewa dan sudah terikat oleh takdir.


Sementara itu di kerajaan seberang,di sebuah kamar, terlihat seorang lelaki tampan sedang duduk di kursinya dengan gelas berisi anggur di tangannya.


Satu tangannya menopang kepalanya. Ia hanya menggunakan jubah tanpa di lapisi oleh baju. Hingga menampakkan otot-otot perutnya yang terbentuk sempurna di balik jubah itu.

__ADS_1


Sesekali mulut itu meracau menyebutkan satu nama. Hingga sebuah kilatan amarah,tampak terlihat jelas di kedua bola matanya.


"Kau, sangat menikmati posisi barumu itu hmm? Aku jadi merasa iri,kau telah mendapatkan apa yang kau mau. Sementara aku,harus kehilangan sesuatu yang sudah lama aku Incar. Bukankah ini terlalu tidak adil, Camelia? Bahkan ketika Castela sudah mati sekalipun,aku tetap tidak bisa menemukan jiwanya. Dasar para Dewa SIALAN! Dimana mereka menyembunyikan jiwa gadisku..."


Ia kembali menyesap anggur di tangannya. Membuat bibir merahnya itu tampak basah karena anggur yang ia minum.


"Bersenang-senanglah terlebih dahulu Camelia. Aku akan memberikan dirimu Waktu untuk bisa menikmati impian bodohmu itu. Dan Setelah waktunya habis,maka giliran aku yang akan bersenang-senang... HAHAHA."


Ucapnya menyeringai,lalu di akhiri dengan tawa yang terdengar menggema di seluruh ruangan yang gelap itu. Hanya cahaya bulan yang masuk melalui jendela yang tidak di tutupi gorden saja,yang memberikan penerangan di kamar itu.


Hingga wajah tampan itu terlihat. Dia adalah Louis,sang Raja kerajaan Zwitland. Dan seorang iblis yang Pernah menjalin kontrak kerja sama dengan Duke Herli.


Ia lalu bengkit dari duduknya. Masih dengan gelas anggur di tangannya. Berjalan mendekati jendela kaca yang di kunci. Namun masih memperlihatkan jelas apa yang ada di luar sana.


Jari-jarinya mengelus permukaan kaca, sementara kedua matanya menutup. Indra penciumannya mengecap, keningnya berkerut, sebelum akhirnya sebuah seringaian muncul di sudut bibirnya.


"Ah,kau ingin bermain-main denganku rupanya. Kemanapun kau pergi, bahkan hingga ujung neraka sekali pun. Aku pasti akan menemukan mu,sayang." Ucapnya lirih sambil tersenyum manis.


Ia membuka kedua matanya, lalu menatap jauh ke ujung sana. Dimana disana adalah hutan terujung kerajaan Zwitland. Yang merupakan sebuah akses untuk mencapai SEATHLAND.


Dan di sebrang sana adalah kota Raksa, kerajaan SEATHLAND. Tempat dimana ia bisa melihat keindahan seorang Dewi di dunia secara langsung. Di bawah terpaan angin malam. Tertimpa sinar jingga,dengan deburan ombak sebagai pengiring musik suasana.


Disana,ia lagi-lagi jatuh cinta. Dengan sosok yang selalu ia lukis, bahkan sejak kanak-kanak sekali pun.

__ADS_1


Louis menjilati bibir bagian bawahnya, sambil tersenyum devil.


"Kau benar-benar nakal sayang. Kau benar-benar berhasil membuat ku gila."


__ADS_2