
...π¦ HAPPY READING π¦...
Castela keluar dari kamar di temani oleh Brian yang tengah dalam penyamaran. Dengan gaun putih yang membungkus tubuhnya,ia berjalan dengan begitu anggun. Gaun putihnya yang panjang di buat menyentuh lantai,namun tidak menghalangi langkahnya.
Pangeran Morgan tersenyum saat mendapati wajah teduh istrinya yang berjalan ke arahnya. Ia mengambil tangan yang pas di genggamannya itu dan membantu Castela berjalan.
Mereka keluar dari istana dan berjalan melewati lapangan istana menuju ke kuil. Castela tersenyum manis saat melihat rakyat yang rela meninggalkan pekerjaan dan aktivitas mereka biasanya hanya untuk menghadiri ritual doa calon anaknya.
Ia bisa melihat betapa antusiasnya rakyat meski keberadaan mereka hanya di perbolehkan melihat hingga pintu pagar besi. Raja Philip dan Duke Herli membantu Castela. Castela di dudukkan di sebuah kursi tunggal di dekat sebuah bejanah besar yang terbuat dari emas.
Lalu tetua pendeta yang berusia sekitar 50 tahunan itu membimbing pangeran Morgan dan Castela untuk melakukan ritual tersebut. Morgan mengambil air menggunakan mangkok emas dan menyiramkannya ke atas kaki Castela. Lalu kemudian ia mengambil beberapa gula dan juga buah cranberry yang harus ia makan, begitu juga dengan Castela.
Buah cranberry memiliki cita rasa yang asam dan meninggalkan bekas pahit ketika dimakan. Buah ini juga merupakan salah satu sumber kehidupan di SEATHLAND karena rasanya yang mahal dan sangat berguna untuk kesehatan tubuh.
Buah cranberry bisa di ibaratkan dengan kesulitan di dalam hidup. Dimana,rasa asam dan pahit itu adalah segala kesukaran,cobaan, kesulitan dan juga halang rintang yang menyebabkan tangis dan rasa putus asa untuk menyerah.
Sementara Gula bisa di ibaratkan dengan sebuah kebahagiaan dalam hidup. Dimana, apapun jenis kebahagiaan itu pasti akan terasa manis. Setelah merasakan bagaimana asam pahitnya cobaan hidup dan di anggap mampu untuk menanggung beban yang lebih besar di kedepannya,maka sedikit rasa bahagia bisa menetralkan dan memberikan rasa puas setelah cobaan yang berhasil dilalui.
Setelahnya acara dilanjutkan dengan ritual-ritual lainnya yang tidak perlu author sebutkan di dalam cerita ini. Sebagai penutup, kerajaan membagikan gandum,telur,daging dan juga buah cranberry yang memiliki harga sangat mahal itu kepada seluruh rakyat. Hal itu pun di sambut dengan antusias membuat Raja Philip tersenyum puas.
Bukankah sudah ia katakan jika kehadiran cucunya akan membuka gerbang baru untuk kesejahteraan SEATHLAND.
Setelah acara selesai,mereka semua kembali ke dalam istana. Raja Philip ingin menyambut keluarga Duke Herli,namun tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing. Ia akhirnya memutuskan untuk beristirahat di kamarnya. Namun, sebelumnya ia mengajak Castela ikut dengannya karena ada hadiah yang ingin ia berikan kepada calon cucunya itu.
__ADS_1
Castela tersenyum,lalu ia pergi di kamar Raja di temani oleh Ema dan juga Brian yang tengah dalam mode penyamaran. Sementara pangeran Morgan,ia tidak bisa ikut karena harus menjamu Duke Herli, Marquis Steven,dan bangsawan- bangsawan lainnya yang merupakan pejabat negara,yang saat ini tengah berkumpul di aula kerajaan untuk menikmati jamuan istana.
Castela masuk ke dalam ruang kamar Raja Philip bersama dengan Ema dan Brian. Raja Philip tersenyum melihat gadis yang sejak kecil ia sayangi itu telah menjadi bagian dari keluarganya seperti yang ia janjikan kepada almarhumah ibu castela.
"Bagaimana keadaan mu nak? Apakah kau merasa takut?" Tanya Raja Philip sambil berjalan ke sebuah lemari dan mengambil kotak di dalamnya yang terlihat tua namun indah. Berwarna coklat dengan beberapa ukiran bunga matahari di beberapa sisinya.
"Seperti yang anda lihat yang mulia,saya baik-baik saja untuk saat ini." Ucap Castela setengah yakin.
Raja Philip memandang Castela dengan tatapan yang sama persis seperti yang ia lihat saat pertama kali mereka bertemu. Namun hanya sesaat,karena Setelahnya, Raja Philip membuang mukanya ke arah kotak tadi.
"Aku hanya berharap jika kau bisa mendampingi putraku apapun yang akan terjadi di masa depan putriku. Kau tau, putraku itu memang sangat bodoh dan juga ceroboh. Ia selalu melakukan apapun tanpa memikirkan bagaimana kedepannya. Tapi setelah menikah dengan mu,aku jadi merasa tenang jika suatu saat harus meninggalkannya dan juga kerajaan ini. Aku percaya,jika kau bisa membimbing putraku yang bodoh itu." Ucap Raja Philip tertawa garing dengan tatapan sedih di kedua matanya.
Castela tidak tahu harus menjawab apa. Jujur, dirinya merasa heran saat mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Raja Philip, mertuanya itu. Jadi ia hanya bisa tersenyum dan mengangguk, seolah mengerti.
Raja Philip menyodorkan kotak yang telah terbuka itu kepada Castela yang di terima Castela dengan tatapan bingung. Sebuah Bros besar berbentuk bulan yang di peluk oleh sebuah naga.
'Benar-benar sangat indah.' batin Castela
Namun, untuk apa Raja memberikan ini Kepadanya? Bukankah ini di berikan ibunya untuk Raja? Tunggu, ibunya? Untuk apa ibunya memberikan hadiah semewah dan seindah ini untuk Raja? Apakah hubungan mereka di masa lalu--
"Kenapa anda memberikan ini kepada saya yang mulia? Dan apa hubungan anda dengan ibu saya di masa lalu?" Tanya Castela serius dengan tangan yang masih menggenggam Bros tersebut.
Raja Philip tersenyum,ia kemudian mengusap lembut pucuk kepala Castela.
__ADS_1
"Memang inilah tujuanku mengajakmu kemari putriku. Kau sudah besar dan akan segera menjadi seorang ibu. Tidak seharusnya rahasia ini kami tutupi lagi darimu. Rahasia ini, adalah kunci yang akan membuka tabir rahasia lainnya yang mungkin saja akan muncul di kemudian hari. Aku hanya takut,jika aku tidak sempat memberitahukan rahasia ini kepadamu, sehingga menciptakan sebuah kesalahpahaman di masa depan. El, Putri ku, berjanjilah untuk tidak membenci siapapun yang terlibat di dalam rahasia ini." Ucap Raja Philip memandang Castela serius.
Castela terdiam, rahasia yang menjadi sebuah kunci untuk rahasia lainnya? Mengapa ada banyak sekali rahasia yang ia tidak tahu? Rahasia-rahasia ini, apakah rahasia-rahasia ini yang akan menjawab semua pertanyaannya selama ini?
"Kau memang bodoh,aku pikir kau sudah mengerti. Tapi terserahlah,tugasku sudah selesai. Aku sudah mengatakan semuanya,yang berkaitan dengan pertanyaan mu itu. Untuk Pertanyaan-pertanyaan mu tadi,jika kau ingin mendapatkan jawabannya,maka kembalilah,dan cari jawaban itu sendiri. Aku tahu,kau tidak sebodoh ini Anesya,ah atau ku panggil kau Castela? bukankah kalian satu jiwa? HAHAH Sampai bertemu lagi Castela,di Waktu yang tepat, waktu yang sangat ku nantikan tentunya. Aku akan datang,dan menjawab pertanyaan terakhir mu."
Tiba-tiba Castela teringat perkataan seorang lelaki yang ia temui di dekat tebing Waktu itu. Seberapa banyak kebohongan yang di sembunyikan dari dirinya? Ah, Castela sungguh minta maaf Raja,jika memang itu adalah sebuah kebohongan dan penghianatan,maka Castela tidak memiliki hak untuk memaafkannya. Siapapun dia yang terlibat di dalam hal itu.
Karena yang menjadi sebab mengapa dirinya bisa jatuh dari jembatan ke dalam sungai dan berakhir disini, adalah kebohongan dan penghianatan yang di lakukan oleh Devan mantan kekasihnya dan juga Fahri, Papinya sendiri. Bagaimana ia bisa memaafkannya? sementara dirinya tidak pernah peduli dengan alasan terjadinya kebohongan dan penghianatan itu.
...β’...
...β’...
...β’...
...β’...
Hola gais, terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai kepada chapter iniπ Aku harap kalian sudah bisa menebak siapa antagonis di dalam cerita ini,karena setiap detailnya Uda aku selipin di setiap chapter π
Sepertinya hanya butuh beberapa episode lagi cerita ini akan tamat. Buat kalian semua, terima kasih sudah menemani Anesya sampai sejauh iniπ
See you next chapter,mari kita sama-sama menebak siapa antagonis sebenarnya ππ
__ADS_1