ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 53


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Haii gais, sebelumnya aku minta maaf karena kemarin gak up. Beberapa hari ini jaringan bener-bener gak stabil. Dan hujan lebat di sertai petir juga beberapa kali mengguyur Medan.


So, akhirnya jaringan kembali stabil untuk beberapa jam ke depan. Jadi, selamat membaca All


...🦋🦋🦋...


Marchel benar-benar terlihat sangat berhati-hati saat menuntun langkah adiknya yang sedang hamil besar itu.


Kondisi adiknya saat ini benar-benar membuat dirinya merasa kasihan dan tidak tega. Gaun hitamnya berkibar mengikuti langkah gerak angin.


Seharusnya di usia kehamilan yang sudah rentan ini, Castela tidak di izinkan melakukan perjalanan jauh. Namun karena dirinya memaksa dengan ancaman tidak mau makan, akhirnya mereka luluh.


Castela sudah tidak sanggup untuk berjongkok. Jadi dirinya hanya bisa berdiri di sebelah gundukan tanah yang masih sangat basah itu.


Hamparan bunga mawar dan liliy memenuhi setiap sudut gundukan itu. Tidak ada jejak air mata di kedua netra hijau Castela. Namun tetap saja ada raut sedih di wajahnya. Ia tidak tahu mengapa tubuh ini hanya merespon biasa saja saat mengetahui jika kembarannya meninggal dunia.


Yah, setelah sebulan yang lalu, Kondisi tubuh Camelia semakin buruk. Racun yang masuk ke dalam tubuhnya ternyata mampu melemahkan jantungnya. Sehingga pagi tadi, Saudara kembarnya itu di nyatakan meninggal dunia.


Terlihat Duke Herli dengan setelan hitamnya sedang berdiri di sebelahnya untuk menjaga dirinya. Kedua matanya sembab,meski begitu ia tidak menunjukkan kelemahannya di depan umum. Karena bisa berbahaya jika di ketahui oleh musuh-musuhnya.


Castela mengambil alih seikat bunga Lily yang tadi di bawa oleh Ema. Lalu ia di Bantu oleh Marcel dan juga Morgan ketika hendak meletakkan bunga itu di batu nisan milik Camelia.


"Semoga kau tenang disana, Sekarang kau sudah tidak sakit lagi." Ucap Castela lalu pergi dari sana karena udara yang mulai menjadi dingin. Tidak baik untuk kondisi Castela saat ini.


Mereka kemudian kembali ke kediaman Duke Herli,karena jarak pemakaman yang jauh dari istana,tidak memungkinkan Castela untuk melanjutkan perjalanan sekaligus.

__ADS_1


"Sayang, makan dulu ya."


Castela hanya melirik sekilas Morgan yang masuk dengan nampan di tangannya. lelaki itu lalu mengambil tempat di sebelah Castela lalu menyingkirkan anak rambut Castela keb belakang telinga.


"Aku tidak berselera Morgan." Ucap Castela lalu memejamkan matanya dengan kepala yang bersandar di dinding sofa.


"Kau harus makan El, sekalipun kau tidak berselera,tapi anak kita butuh asupan. Tadi pagi kau juga tidak memakan makanan mu bukan? Kau hanya meminum susu. Kau jangan menyiksa anak kita El. Sedih karena kehilangan boleh saja,tapi jangan sampai kau mengabaikan kehidupan di dalam perutmu." Ucap Morgan tegas.


Castela menghela nafas,lalu kemudian ia menerima suapan Morgan. Tapi tiba-tiba,ia menghentikan kunyahannya dan membiarkan tangan Morgan yang sedang mengangkat sendok mengambang di udara.


"Ada apa El?" Tanya Morgan dengan sebelah alis terangkat.


"Aku ingin makan madu." Ucapnya yang berhasil membuat kening Morgan berkerut


"Madu? Baiklah nanti aku akan memerintahkan prajurit untuk mencarinya." Ucap Morgan sambil tersenyum manis lalu mengarahkan sendok ke mulut Castela yang masih tidak terbuka juga.


Castela menatap Morgan ragu, sebelum akhirnya kembali menyuarakan keraguannya. "Aku ingin makan madu,tapi harus kau sendiri yang mengambilnya."


Perkataan Castela barusan membuat Morgan benar-benar terkejut. Apa dirinya tidak salah dengar? Dia? Mengambil madu? Astaga,apa Castela sedang bercanda? Bukannya dirinya tidak mau menuruti permintaan anaknya,tapi sejak kecil Morgan benar-benar takut dengan lebah.


Dirinya pernah di sengat oleh lebah hingga demam selama sebulan. Dan sejak saat itu, istana selalu melakukan pembersihan di setiap sudut agar tidak ada lebah-lebah yang membuat sarang. Agar kejadian itu tidak terulang lagi.


Dan sekarang, istrinya meminta dirinya untuk mengambil madu? Di sarang lebah? Apakah istrinya sudah bermaksud ingin menjadi janda?


"Sayang,aku tidak bisa,aku akan menyuruh prajurit untuk mengambilkannya untuk mu ya." Ucap Morgan membujuk.


Namun langkah yang di ambilnya Malah menciptakan masalah baru. Kedua mata Castela memerah rah dan detik itu juga Castela menangis dengan sangat kencang. Membuat Duke Herli dan Marcel langsung bergegas masuk ke dalam kamar putri bungsunya itu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pangeran?" Tanya Duke Herli begitu ia masuk dan melihat putrinya sedang terisak.


Belum sempat Morgan menjawab, Castela sudah bangkit dan berlari memeluk Duke. Membuat ketiga pria itu seketika panik.


Castela? berlari? Dengan kondisi perut sebesar itu? Oh,ayolah, memangnya siapa yang tidak was-was jika melihatnya


Castela langsung mengadukan Morgan kepada Duke Herli,percis seperti seorang putri kecil yang mengadu kepada ayahnya ketika dirinya di ganggu oleh seseorang. Hal ini membuat hati Duke Herli benar-benar menghangat. Setidaknya,rasa sedihnya karena kehilangan salah satu putrinya bisa sejenak terobati.


"Sayang,kalau pangeran tidak mau,biar Marcel saja yang mengambilkannya untuk mu, bagaimana?" Akhirnya Duke Herli mengatakan hal itu karena dirinya benar-benar tahu jika Pangeran sangat takut dengan lebah.


Namun ya begitulah, membujuk wanita hamil bukanlah perkara yang mudah. Castela menolak saran Duke Herli,namun tidak sepenuhnya. Karena sebuah ide jahil langsung terlibat di otaknya yang cerdas.


"Baiklah,Aku sudah memutuskan, Marcel akan menemani Morgan untuk mengambil madu itu. Apa kalian ingin menolak ku lagi? apa kalian tidak merasa kasihan dengan anakku? Aku hanya menginginkan madu tapi kalian malah menolaknya."Ucap Castela yang mendapatkan tolakan tegas dari Marchel.


Hey,kenapa jadi dirinya yang di bawa-bawa? Bukankah Morgan adalah istrinya? Dirinya tidak pernah takut dengan lebah,hanya saja ia merasa jijik dengan hewan itu. Entah mengapa Marcel akan merasa mual jika melihat lebah, apalagi dengan jumlah banyak.


Namun penolakannya barusan malah membuat Castela menangis tersedu-sedu.


"Papa.. hiks,, mereka jahat!!! Bukankah Katanya mereka sayang sama Castela? El tidak pernah meminta apapun selama ini... Tapi kakak langsung menolak El,hiks... El benci sama mereka berdua pa... Hiks,,, El tidak mau melihat wajah mereka sebelum mereka membawakan El madu.. Papa... "


Melihat Putrinya yang biasanya ceria itu menangis dengan begitu menyedihkan, Duke Herli benar-benar menatap Marcel dan Morgan dengan tatapan penuh Aura membunuh. Membuat kedua lelaki itu langsung menelan salivanya kasar.


"Baiklah, baiklah,aku akan membawakannya untuk mu!" Ucap Morgan lalu menyeret paksa Marcel.


Marcel menatap tajam Morgan yang dengan seenaknya menyeret dirinya. Ia meronta agar bisa terlepas dari Morgan,namun lelaki itu tidak menghiraukannya.


"Diam! Bantu aku mencari Madu itu untuk calon keponakan mu!" Ucap Morgan tegas tidak ingin di bantah.

__ADS_1


Membuat Marcel akhirnya menyerah saat teringat dengan wajah adiknya yang menangis dengan begitu menyedihkan. Ia jadi merasa kasihan, adiknya masih kecil dan sudah mengandung. Lelaki di depannya ini benar-benar tidak memiliki akal!


__ADS_2