ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 14


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Castela berjalan kembali ke tempat semula. Malam sudah semakin larut,ia duduk menyandarkan tubuhnya ke salah satu pohon. Saat ini ia sedang mengkhawatirkan papa dan kakaknya. Pasti dua lelaki itu sedang kelabakan mencarinya.


Castela menghirup nafas lalu membuangnya kasar. Ia mendongak,menatap bintang-bintang yang tampak bersinar terang di langit. Jujur, dirinya sangat merindukan rumahnya,dan juga Papinya meski lelaki itu sudah terlalu banyak membuatnya kecewa.


Setetes air mata mengalir melalui celah di hidung mancungnya. Castela menutup kedua matanya. Ia harus mulai mencari tahu bagaimana caranya agar bisa kembali ke dunianya yang dulu. Setidaknya jika memang dirinya sudah mati,maka ia ingin pergi dengan tenang.


Morgan sedari tadi memperhatikan gadis kecil itu. Sepertinya Castela terlalu fokus dengan dunianya sendiri sampai mengabaikan kehadiran Morgan. Morgan berjongkok di depan Castela.


Ia memakaikan selimut yang ia dapat dari tas Castela hingga menutupi seluruh tubuh gadis itu. Pelan-pelan ia mengangkat kepala Castela dan meletakkannya ke pangkuannya. Lalu setelah itu,ia ikut larut ke dalam tidurnya.


Sementara itu di kediaman Duke Herli tampak sangat kacau saat ini. Bagaimana tidak? Putrinya yang berjanji akan kembali sebelum matahari terbenam, belum juga kembali. Bahkan ini sudah larut malam. Ksatria-ksatria yang di utusnya pun tidak berhasil menemukannya. Hanya kuda Castela saja yang mereka temukan,si black yang sedang makan rumput di pinggir hutan.


"AKU TIDAK PEDULI! KALIAN HARUS MENCARI PUTRIKU SAMPAI KETEMU! JIKA SAMPAI MATAHARI TERBENAM BESOK PUTRIKU TIDAK JUGA DI TEMUKAN,MAKA AKAN KU PASTIKAN KALIAN TIDAK AKAN MELIHAT MATAHARI TERBIT SETELAHNYA." Ucap Duke Herli dengan tatapan berapi-api.


Saat ini Marcel tidak berada di rumah. Ia bersama para ksatrianya memilih untuk mencari Castela di sepanjang ibu kota. Namun,saat di perjalanan mereka malah bertemu dengan pasukan kerajaan yang di pimpin oleh Karel.


"Salam tuan,apa yang anda lakukan disini?" Tanya Karel sambil melirik banyak kastria dari kediaman Duke Herli yang sedang berada di sekitar ibu kota.


"Ah,aku sedang mencari seseorang." Jawab Marchel. "Lalu,apa yang kau lakukan disini panglima? Apa ada masalah?" Tanya Marcel mengalihkan pembicaraan sambil melihat pasukan kerajaan bersamanya tampak sedang terburu-buru.


"Ah,iya, kebetulan saya juga sedang mencari seseorang. Kalau begitu saya duluan tuan." Ucap Karel membungkuk hormat sebelum akhirnya kembali menaiki kudanya.


"Aneh,siapa yang mereka cari? Ah, sudahlah aku harus cepat. Dasar Castela,ini bahkan sudah malam. Kau benar-benar membuat kami gila." Ucapnya lalu kembali mencari Castela.


Secara tidak sengaja,dua manusia berbeda gender itu telah berhasil membuat kehebohan akan berita menghilangnya mereka.


Castela menggulat dalam tidurnya mencoba mencari kenyamanan. Namun,dengan mata yang masih tertutup Castela merasakan jika tempatnya bersandar bukanlah batang pohon. Ia seperti merasakan hembusan hangat di lehernya.


Castela membuka kedua matanya sambil terus bergerak. Betapa terkejutnya ia saat mendapati sebuah lengan kokoh sedang memeluk seluruh tubuhnya. Dan siapa lagi yang melakukannya jika bukan laki-laki yang membuatnya terdampar di tempat ini.


"Apa yang kau lakukan? Aku masih mengantuk," ucap Morgan kesal dengan suara beratnya yang membuat Castela meneguk salivanya.


"Hey pangeran pemalas, matahari bahkan sudah keluar. Mau sampai kapan kau tidur?" Ucap Castela gugup menyembunyikan deguban jantungnya yang saling bertalu.


Morgan tidak melepas pelukannya,ia malah semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Castela. Membuat Castela gugup setengah mati.


'Sial! Apa-apaan jantung ini? Mengapa rasanya mau copot?' umpat Castela dalam hati.


"Bangunlah Morgan! Sangat tidak etis jika ada yang menemukan kita dalam posisi seperti ini." Ucap Castela sambil terus bergerak di dalam tubuh Morgan.


Membuat Morgan seketika membuka matanya.


"Oh ****! Kau telah membangunkan sesuatu yang seharusnya tidak kau bangunkan gadis kecil." Ucap Morgan memandang Castela kesal.

__ADS_1


Castela terdiam,saat merasakan sesuatu menonjol di bawahnya. Oh sial, ternyata sedari tadi Castela berada di pangkuan Morgan. Dan tidak perlu di jelaskan apa yang menonjol itu. Karena melihat raut wajah Morgan yang kesal, Castela sudah tau apa jawabannya.


"Kau akan membayar semuanya nanti babe,aku akan memakanmu ketika malam pertama kita,akan ku buat kau lupa caranya berjalan." Ucap Morgan sensual di telinga Castela.


Menggigit kecil telinga Castela yang membuat gadis itu meremang. Lalu kemudian bangkit menuju sungai. Meninggalkan Castela yang masih diam dengan membeku dengan wajah terkejutnya.


"Ah, dasar gadis nakal! Sudah dua Kali dia membuat si junior bangkit! Ada apa denganmu junior,tidak biasanya kau seperti ini. Berhentilah bersikap kekanak-kanakan,kau hanya akan menyiksaku bodoh!" Ucap Morgan frustasi dengan tubuh yang sudah sepenuhnya berendam di dalam air.


Ia lalu melakukan ritual agar si Junior kembali tidur. Sungguh,ia benar-benar tersiksa karena berada di dekat Castela dalam waktu yang salah.


Sementara Castela,ia sudah bersiap-siap untuk kembali. Dirinya hanya mencuci muka di tempat yang berjauhan dengan Morgan tentunya. Namun,saat ingin kembali ia tidak sengaja mendengar suara perkelahian.


Ggrrr


Castela bersembunyi di balik semak-semak belukar. Ia mencoba mengintip asal suara itu. Dan saat hendak menjerit, tiba-tiba saja mulutnya di bekap dari belakang.


Castela melihat Morgan sudah memeluknya dari belakang sambil memberikan isyarat untuk diam. Castela mengangguk,lalu Morgan melepaskan bekapan tangannya di mulut Castela. Membuat gadis itu dengan rakus menghirup oksigen.


Castela sedang memperhatikan seekor serigala kecil berwarna senada dengan rambutnya tengah berhadapan dengan serigala berukuran lebih besar darinya. Ada sekitar lima serigala dengan warna hitam dan abu-abu. Serigala itu tampak ketakutan, tubuhnya di penuhi dengan luka. Sepertinya dia telah bertarung sekuat tenaga.


Ketika serigala itu sudah hampir kehilangan kesadaran, serigala yang lainnya langsung menyerang serigala kecil itu secara bersamaan. Namun sebelum mereka berhasil menerkam serigala itu,sebuah pedang melayang di udara hingga berhasil melukai kelima serigala itu.


Morgan menatap Castela yang salah satu tangannya masih mengudara. Tentu dirinya sangat terkejut. Baru saja ia akan menyerang binatang itu,namun sebuah tangan mendahuluinya dan mengambil pedang di pinggangnya.


"Kau,siapa kau sebenarnya?" Tanya Morgan menyelidik.


Tentu saja hal itu membuat Castela berkeringat dingin. Entahlah, dirinya sendiri bahkan tidak menyadari gerakan refleks yang ia buat saat melihat serigala yang lucu itu sudah hampir di terkam oleh serigala lain.


Castela menormalkan raut wajahnya. Lalu,ia menatap datar Morgan yang masih di penuhi banyak pertanyaan.


"Aku, Castela Ardeland. Butuh waktu lama untuk memahami siapa sebenarnya diriku pangeran. Jadi, jangan beranggapan jika kau tahu segalanya tentangku hanya karena kau seorang pangeran di negeri ini,dan telah menghabiskan waktu satu malam denganku."


Castela lalu bangkit dan menghampiri serigala itu. Ia membawa serigala itu ke dalam dekapannya,dan kembali ke tempat mereka bermalam.


"Mau kau apakan serigala itu? Sepertinya dia sangat berbahaya,aku baru pertama ini melihatnya." Ucap Morgan sambil memperhatikan Castela yang sedang membalut perban di tubuh serigala itu.


"Aku akan membawanya pulang, sepertinya dia sendirian dan tidak di terima di kelompoknya sendiri karena berbeda."


"Apa Duke akan mengizinkannya?"


"Tentu saja,ayah dan kakakku sangat menyayangiku. Apapun yang aku inginkan,pasti akan aku dapatkan."


"CK! Kau sangat manja."


"Hey! Apa-apaan kau? Tidak ada salahnya Aku bermanja dengan ayah dan kakakku sendiri. Yang salah itu jika aku bermanja dengan ayahmu." Ucap Castela menyindir perkataan Morgan waktu itu.

__ADS_1


"Sudahlah,jangan mengungkit hal yang sudah berlalu. Lebih baik kita berangkat sekarang,aku khawatir kita tidak bisa keluar karena kabut." Ucap Morgan yang di angguki oleh Castela.


Mereka lalu berkemas dan pergi dari sana menggunakan kuda milik Morgan.


"Dimana kau menyimpan kudamu?" Tanya Morgan yang tidak melihat satupun kuda selama perjalanan mereka.


"Aku menyimpannya di sekitar sini." Ucap Castela panik saat melihat si black tidak ia temukan.


"Kita sudah hampir tiba di pintu masuk hutan. Mungkin saja kudamu itu sudah di makan hewan buas." Ucap Morgan santai.


"Sebaiknya kau diam, turunkan aku disini." Ucap Castela kesal.


Ia tidak akan mungkin membiarkan satu-satunya peninggalan berharga milik Castela yang di berikan ibunya hilang begitu saja.


"Apa yang mau kau lakukan?" Tanya Morgan saat melihat Castela yang turun dari kuda dengan serigala oranye tadi di gendongannya. Percis seperti seorang ibu yang menggendong anaknya.


"Aku akan mencarinya,kau menganggur bukan? Lebih baik kau cari si black,aku yakin dia tidak akan pergi jika tidak di lepaskan seseorang."


"Kau memerintahku?! Kau berani memerintah seorang putra mahkota? Hah, astaga,cepat sebutkan bagaimana ciri-ciri kuda itu,aku harus segera kembali ke istana."


"Dia berwarna putih,lebih putih dari salju dan lebih bersih dari awan." Ucap Castela


"Aww!! Sial! Kakiku terluka." Ucap Castela saat tidak sengaja kakinya menginjak batu yang runcing.


"Sungguh aneh,kudanya berwarna putih tapi di beri nama black? Dasar gadis gila!" Umpat Morgan.


"Aku tidak bisa menemukannya lady Castela. Sebaiknya kita keluar Sekarang,atau kau harus menunggu besok pagi lagi untuk keluar dari hutan ini." Ucap Morgan setelah lelah berkeliling namun tidak menemukan si black di manapun.


"Baiklah,mari kita pulang." Ucap Castela menyerah.


Morgan membantunya kembali naik ke kuda.


"Sudahlah jangan bersedih,aku akan memberikan kuda yang baru untukmu, bahkan yang lebih bagus dari kudamu itu." Ucap Morgan saat menyadari wajah Castela yang di tekuk.


"Kau tidak tau,kuda itu satu-satunya pemberian ibuku sebelum meninggal. Aku sangat menyayanginya,bahkan jika kau memberikan seluruh kuda yang ada di Dunia ini sebagai gantinya,itu tidak akan ada artinya." Ucap Castela lemah.


Morgan menghembuskan nafas pasrah. Jika kuda itu memiliki sejarah yang berharga seperti itu, maka Morgan tidak bisa ikut campur di dalamnya.


"Sudahlah, Jangan bersedih lagi,nanti cantikmu hilang." Ucap Morgan setelah sekian lama mereka membisu.


Namun tidak ada jawaban. Morgan akhirnya melihat ke depan, ternyata Castela sudah tertidur dengan posisi kepala yang tegap.


Morgan menggelengkan kepalanya, sungguh gadis yang benar-benar aneh ucapnya dalam hati. Ia membuka selimut yang membungkus tubuh serigala yang masih pingsan itu,lalu melilitkan ke tubuhnya. Sehingga ia tampak sedang menggendong Castela dan juga serigala itu.


Ia memacu kudanya dengan cepat karena saat ini,mereka sudah berhasil keluar dari hutan dan masuk ke dalam pemukiman desa.

__ADS_1


__ADS_2