ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 15


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Morgan tampak gelisah saat merasakan hembusan nafas Castela di dadanya yang memanas. Ia melirik gadis kecil itu yang tampak bergerak gelisah dalam tidurnya dengan keringat dingin membanjiri wajah cantiknya.


"Ada apa dengannya? Apa sebenarnya yang dia impikan? Mengapa sejak tadi malam dia terus gelisah di dalam tidurnya?" Ucap Marcel.


Ia segera memacu kudanya dengan cepat saat sudah memasuki kota. Bisikan-bisikan dari Bangsawan dan masyarakat mulai terdengar saat melihat mereka berdua,dengan kondisi pakaian yang tampak jauh dari kata bersih.


Morgan tidak menanggapi bisikan-bisikan itu,ia sekarang hanya terfokus dengan gadis di depannya yang harus segera di berikan pertolongan.


Saat di perjalanan, Marcel tidak sengaja bertemu dengan pangeran Morgan. Saat ia hendak memberikan hormat, gerakannya terhenti saat menyadari jika pangeran tidak melihatnya. Pangeran yang biasanya selalu santai dan sangat memperhatikan sekeliling,kali ini terlihat berbeda.


Lalu, fokusnya teralihkan pada sosok yang berada di dekapan sang pangeran. Matanya menatap kaget saat menyadari siapa gadis kecil itu.


"Semuanya, kembali ke kediaman!" Ucap Marcel saat melihat arah yang di tuju oleh pangeran Morgan.


Karel yang berada di sekitar sana pun ikut menyusul. Ia juga sama kagetnya seperti Marcel. Seluruh prajurit yang di sebarkan segera mengikuti pangeran Morgan menuju ke suatu tempat, yaitu kediaman Duke Herli.


Hal itu pula tidak luput dari pandangan para bangsawan dan juga masyarakat. Hingga desas desus jika pangeran Morgan yang telah menculik Lady Castela pun menjadi topik panas di kalangan bangsawan.


Topik terpanas,


Pangeran mahkota di kabarkan membawa kabur putri bungsu dari Duke Herli, Lady Castela


"Apa kau sudah dengar berita yang sedang panas di kalangan bangsawan?"


"Ah, berita pangeran mahkota yang membawa kabur Lady Castela bukan?"


"Yah,aku juga mendengarnya dari suamiku, katanya Duke Herli benar-benar marah besar."


"Benar,aku melihatnya sendiri saat sedang berbelanja. Lady Castela tampak tidak sadarkan diri,dan pangeran tampak sangat tergesa-gesa menunggangi Kudanya. Bahkan pakaian mereka benar-benar kotor."


"Aku juga melihat putra Duke Herli yang bekerja di akademi,tuan Marcel dengan para ksatrianya memeriksa seluruh kota sejak semalam."

__ADS_1


"Ah,aku juga melihat mereka,kereta kudaku tidak sengaja berpapasan dengan pasukan kerajaan yang di pimpin oleh panglima Karel."


"Aku kasihan dengan mereka, sepertinya mereka terlibat kisah cinta segitiga. Kasihan putri Rosenta, bagaimana perasaannya saat mengetahui suaminya berselingkuh."


"Hey,jaga ucapanmu nyonya. Apa kau tidak mendengar rumor sebelumnya? Jika keluarga kerajaan meminta Lady Castela untuk menikah dengan pangeran Morgan,tapi di tolak oleh lady Castela karena dirinya tidak mau di jadikan yang kedua."


"Yah,aku juga mendengarnya,kata suamiku yang bekerja di pemerintahan, putri Rosenta menyebarkan rumor di istana jika Lady Castela memiliki perangai yang sangat buruk. Bahkan putri Rosenta yang mengemis kepada pangeran agar tidak menikah lagi."


"Ah, sungguh kejam sekali mulut putri Rosenta. Apakah dia takut di singkirkan oleh Lady Castela yang memiliki kedudukan lebih tinggi? Bukankah putri Rosenta hanyalah gadis jelata?"


"Hey,jaga mulutmu, bagaimana jika ada yang mendengarnya? Bukankah putri Rosenta adalah seorang ACASHA? Sudah wajar jika dia memang di takdirkan untuk pangeran."


"Apa kalian bodoh? Ayahku mengatakan jika ada kecurangan saat acara tersebut. Katanya putri Rosenta bukanlah ACASHA,karena saat itu lady Castela tidak bisa ikut serta dalam acara pensucian."


Kira-kira seperti itulah rumor yang terus terjadi selama hampir dua Minggu ini setelah kejadian pangeran Morgan yang membawa lady Castela kembali ke kediaman. Bukannya meredup,rumor tersebut malah semakin bertambah panas.


Sehingga rumor ini memunculkan sebuah ketidakseimbangan di dalam dunia pemerintahan. Terjadi perselisihan antara kaum pro dan kontra terhadap istri pangeran mahkota yang sampai saat ini belum juga bisa memberikan keturunan.


"Benar kata Marquis Farley yang mulia, acasha merupakan keseimbangan benua SEATHLAND. Banyak para pemimpin kota yang memprotes agar pangeran segera menikah lagi. Terlebih dengan adanya rumor ini,banyak masyarakat yang setuju dengan putri dari Duke Herli."


"Ampun yang mulia,jika anda menikahkan mereka, bukankah itu sama saja dengan membenarkan rumor tersebut? bukankah itu malah akan mencemari nama baik kerajaan?"


"Lalu apa mau mu? rumor itu tidak akan meredup jika hanya di biarkan saja. Bukankah Lady Castela adalah kandidat terkuat untuk menjadi putri mahkota?"


"Saya setuju jika pangeran menikah lagi,tapi sebelum itu, putri harus di angkat menjadi seorang permaisuri karena beliau adalah seorang acasha."


"Maaf perdana menteri,tapi semua itu tidak akan terjadi. Hanya istri pangeran yang bisa memberikan keturunan lah yang berhak dengan posisi itu."


"Apa maksudmu Marquis? apa kau ingin mengatakan jika seorang acasha berhak untuk di jadikan yang kedua? Yang mulia,mohon anda bijak dalam mengambil keputusan. Jangan mengambil keputusan yang akan merugikan kita di masa depan."


"Sepertinya keputusan itu memang tepat. Negeri kita sedang mengalami beberapa masalah dengan kerajaan Zwitland. Jika pangeran menikah dengan Lady Castela,maka anggota kerajaan akan mendapatkan pasukan bantuan militer milik Duke Herli. Dan itu sangat berguna di masa depan."


Raja Philip tampak diam, dirinya menatap Duke Herli yang tidak membuka suara sedikitpun.

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu Duke? Semua ini berhubungan dengan Putri mu. Aku ingin meminta pendapatmu karena putrimu lah yang sedang mereka perdebatkan." Tanya Raja Philip.


"Anda adalah pemimpin negeri ini yang mulia. Saya tidak bisa banyak memberi pendapat. Jika putri saya bersedia,maka saya juga akan bersedia. Jika putri saya tidak bersedia,saya akan menerima apapun keputusannya. Tapi, seperti yang saya katakan,anda adalah pemimpin. Bahkan jika kami tidak bersedia,kami hanya bisa melakukan seperti apa yang anda titahkan. Karena titah seorang raja adalah perkataan dewa. Dan bagi siapa yang menentang perintah dewa,maka tidak ada yang lebih baik dari pada sebuah kematian."


Raja Philip mengangguk mengerti,ia tersenyum dengan jawaban yang di berikan oleh Duke Herli. Memang,tidak salah dirinya meminta pendapat dari laki-laki itu.


"Baiklah,aku akan membicarakan hal ini kepada pangeran terlebih dahulu. Setelahnya,aku akan memberi tahu kalian, rapat selesai." Ucap Raja Philip meninggalkan ruangan diikuti oleh para pejabat.


Raja Philip kembali ke ruang kerjanya,ia melihat putranya yang menjadi dalang dari semua ini sudah duduk di sofa.


'Lebih cepat dari yang ku kira.' ucap raja dalam hati


"Ah,apa kabar pangeran? bagaimana kondisi mu?" tanya Raja Philip.


Pangeran Morgan tersenyum menatap ayahnya. Ini adalah senyum pertama dari ratusan hari yang Pernah mereka miliki. Membuat Raja Philip mengangkat sebelah alisnya.


"Seperti yang anda lihat ayah,aku sudah jauh lebih sehat." jawabnya semangat.


"Baguslah,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Sebelum itu,ada sesuatu juga yang ingin saya sampaikan kepada anda yang mulia." ucap pangeran Morgan yang semakin membuat lipatan di kening Raja Philip.


"Apa itu pangeran?" Tanya Raja Philip sambil menyeruput tehnya.


"Saya ingin menikahi Lady Castela, putri dari Duke Herli." ucapnya mantap


Ukhuk! Ukhuk! Ukhuk!


Raja Philip menyemburkan teh yang baru saja ia minum karena terkejut dengan apa yang baru saja di katakan oleh putranya.


"Bisa kau ulangi perkataan mu pangeran?" tanya Raja masih tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


"Saya ingin menikahi Lady Castela ayah." ucapnya mantap

__ADS_1


__ADS_2