
...🦋 HAPPY READING 🦋...
Masih suasana flashback,,,
"Apa maksudmu tuan Karel? Apa secara tidak langsung kau ingin mengatakan jika kau lebih pintar dari ku?" Tanya Marcel dengan nada tidak suka yang jelas kentara.
Karel dengan cepat menggeleng, bukankah sudah ia katakan jika tuan muda dari keluarga Ardeland ini sungguh unik. Yah,unik bukan aneh ya. Sama seperti nona muda mereka. Ah, sepertinya anak-anak di kediaman ini memang terlahir unik-unik. Hanya Lady Camelia saja yang mewarisi sifat anggun nan bijaksana. Selebihnya,mereka berdua benar-benar,ah sudahlah tidak baik membicarakan keburukan orang lain.
"Bukan tuan,itu hanya penafsiran anda saja. Saya tidak bermaksud begitu. Serigala dewa ini adalah serigala yang sangat langka,dan juga berbahaya. Mungkin hanya ada satu spesiesnya. Saya juga baru tau jika ternyata binatang ini masih ada,saya kira binatang ini sudah tidak ada lagi. Jadi bisa di pastikan jika serigala ini adalah satu-satunya. Saya beruntung bisa di berikan berkah untuk melihatnya." Ucap Karel sambil menghapus air di sudut matanya, dirinya benar-benar merasa terharu.
"Aku tidak peduli dengan curhatan mu itu! Bisakah kau tidak berbelit-belit?" Ucap Marchel yang sudah terlanjur kesal dengan manusia di depannya.
"Hewan itu sangat berbahaya tuan,dia tidak akan segan untuk menyakiti siapapun,tapi dia juga hewan yang sangat setia. Jadi,jika anak serigala ini di tolong oleh lady Castela,sudah pasti dia tidak akan menyakiti Lady. Tapi,dia akan menganggap anda ancaman. Dan hewan ini bisa menghilangkan nyawa anda dalam sekejab. Jadi,anda harus berhati-hati." Ucap Karel yang dengan sabar menjelaskan kepada tuan di depannya yang sepertinya tidak tahu apa-apa itu.
"Tapi-"
Marchel yang sepertinya akan membantah penjelasan Karel barusan langsung di beri pelototan tajam oleh Duke Herli. Yang membuatnya menjadi malu dan salah tingkah. Duke Herli memijit pelipisnya yang terasa mendenyut. Sejak kapan putranya itu menjadi banyak bicara?
"Baiklah, baiklah! Terserah saja! Tapi jika 'dia' macam-macam dengan Castela,maka aku tidak akan segan-segan menjadikannya perkedel serigala." Ucap Marcel yang membuat Karel mengerutkan keningnya.
"Begedel? Apa itu begedel tuan?" Tanyanya yang merasa asing dengan nama makanan yang di sebutkan Marcel tersebut.
"Per-ke-del bodoh! Kau tidak tahu? Ah,ku kira kau pintar, padahal tadi kau yang mengatakan jika aku kurang pintar. Ternyata kau juga, perkedel saja tidak tahu. Itu artinya aku yang lebih pintar dari mu." Ucap Marcel angkuh karena telah berhasil membuat lelaki itu terlihat bodoh,sama seperti yang di lakukan Lelaki itu kepadanya.
Padahal, dirinya juga memberikan respon yang sama seperti Karel tadi waktu pertama kali mendengar nama makanan itu. Namun tentu saja, dirinya saat ini sedang merasa di atas angin karena dirinya tahu apa itu arti perkedel sementara lelaki yang berstatus panglima SEATHLAND itu tidak.
HAHAHA,hati Marchel saat ini sedang tertawa jahat. Merasa puas setelah berhasil membungkam sang panglima yang terus saja menjengkelkan itu. Untung saja dirinya kepikiran dengan nama makanan yang tempo hari di buat oleh Castela.
__ADS_1
'Baiklah Karel,poin kita satu sama. Terima kasih perkedel,aku mencintaimu.' batinnya
Karel bergidik ngeri saat melihat Marchel yang sedang senyum-senyum sendiri.
'Ah,aku rasanya jadi merinding. Jika tidak karena pangeran,aku tidak mau berlama-lama disini. Tidak lady Castela,tidak tuan Marcel, keduanya sama-sama menyeramkan.' Karel bergidik ngeri di dalam hatinya.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka. Lalu tampaklah pangeran Morgan yang sudah selesai membersihkan diri. Karel menghembuskan nafas lega, setidaknya dia akan aman jika berada di sekitar pangeran untuk saat ini.
"Kau disini?" Tanya pangeran Morgan mengangkat sebelah alisnya saat menyadari jika ada panglimanya disana.
"Eh,iya pangeran,saya datang untuk menjemput anda." Ucap Karel
Pangeran Morgan tidak menanggapi,ia melihat Duke Herli. "Sebaiknya kita bicarakan di ruangan anda. Saya tidak mau mengganggu waktu istirahat Lady Castela." Ucapnya dingin
Duke Herli mengangguk paham,ia lalu meminta kedua makhluk yang sedari tadi berkelahi adu mulut itu untuk mengikutinya. Mereka berjalan bersama menuju ruang kerja Duke Herli.
Bukan hanya Marcel saja yang penasaran. Ia sedari tadi juga merasa sangat penasaran saat melihat putrinya kembali dengan sosok yang paling di benci oleh Putrinya. Namun,ia berusaha semaksimal mungkin untuk menahan rasa penasarannya. Demi menjaga norma dan etiket kebangsawanan.
"Saya tidak sengaja bertemu dengan Lady Castela saat berburu di hutan-"
Flashback off,,,
Dan begitulah ceritanya, pangeran Morgan menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Membuat Duke Herli mengangguk mengerti. Namun tidak dengan Marcel,ia merasa ada sesuatu yang terlewat.
Dan benar saja,ada adegan terlewat yang memang sengaja tidak ia ceritakan. Dimana adegan itu masing-masing memiliki kata kunci, yaitu panah dan rusa,dan yang kedua batu dan sungai. HAHAHA
Kau sungguh licik Morgan, kira-kira apa rencanamu setelah ini?
__ADS_1
Castela sedang duduk di taman. Saat ini dirinya sedang menikmati detik-detik akhir dari musim gugur. Dimana, sebentar lagi semua pemandangan ini akan tergantikan dengan bulir-bulir es yang jatuh dari langit.
Castela tidak sedikit pun mengalihkan tatapannya dari bunga-bunga yang sudah tampak menguning itu. Tiga hari lagi adalah ulang tahunnya. Namun kakaknya belum juga sadar dari komanya.
Dokter mengatakan jika Camelia sudah tidak apa-apa. Hanya saja, dokter tidak bisa memastikan kapan Camelia akan siuman.
Dirinya benar-benar di buat bingung saat ini. Ia sebenarnya tidak menginginkan acara pesta. Namun, tiba-tiba saja utusan kerajaan datang ke rumahnya tadi pagi. Mengatakan,jika kerajaan akan membuatkan pesta untuknya karena Raja sudah lama tidak mengadakan sebuah pesta.
Di tengah-tengah lamunannya, tiba-tiba Castela tersentak saat ada sebuah lengan kekar yang memeluk tubuhnya dari belakang. Castela mencoba melepaskan pelukan itu,namun pelukan itu malah semakin erat. Sia-sia,tenaganya saat ini tidak sebanding dengan laki-laki yang memeluknya.
"Lepasin anjing! Cari mati Lo ya!" Umpat Castela
Namun sosok di belakangnya tidak kunjung melepaskan pelukan itu. Malah semakin mengeratkan dekapannya. Membuat Castela meringis karena tubuhnya masih terasa nyeri. Hembuskan panas terasa di sekitar leher Castela, membuat Castela benar-benar ketakutan. Bau ini,dia tahu bau siapa ini. Meski masih asing,namun ia mencium bau ini beberapa hari yang lalu.
Castela semakin panik, dirinya benar-benar terjebak karena saat ini, kakaknya sedang pergi ke akademi. Sementara papanya sedang ada rapat di kerajaan.
"Jangan macam-macam,atau kau akan tau akibatnya." Ucap Castela mencoba setenang mungkin saat tangan jahanam itu mulai menyusuri tubuhnya yang terbalut gaun.
Namun usaha itu sia-sia karena air mata Castela berhasil jatuh. Tubuhnya juga gemetaran yang membuat sosok di belakangnya semakin tertawa penuh kemenangan.
"Tolonggg!!! Marchel!!! Ema Tolong aku!! Papa!!!"
"Shutt!! Aku tidak akan segan-segan untuk memperkosa mu jika kau terus berteriak!" Ucap suara itu dengan nada serius.
"Diem Lo anjing! Lo benar-benar bangsat! Gak punya otak Lo! Lepasin gue babi! gue bakal bunuh Lo,kalok Lo berani macem-macem sama gue!" Umpat Castela yang ketakutan karena lelaki di belakangnya semakin berbuat gila.
"Aku tidak tau apa yang kau katakan sayang,tapi jika kau tidak menurut,maka aku akan benar-benar memuaskan diriku saat ini. Aku benar-benar terkejut dengan perubahan mu. Tapi tidak apa, karena kau yang sekarang semakin membuatku gila." Bisik laki-laki itu di telinga Castela yang semakin membuat air mata Castela semakin deras.
__ADS_1