
...🦋 HAPPY READING 🦋...
Wanita cantik bergaun merah terang itu duduk di satu-satunya kursi yang menghadap ke taman istana. Di tangannya terdapat secangkir teh yang belum diminum dan sudah terlihat dingin.
Bibirnya di poles lipstik berwarna merah kontras dengan gaun yang ia kenakan. Kalung, cincin, gelang serta aksesoris perhiasan lainnya yang ia gunakan benar-benar sangat indah dan mahal tentunya.
Rambutnya yang di gelung tinggi, menampilkan leher jenjangnya yang mulus dan putih bersih. Dan mahkota mewah di kepalanya benar-benar membuatnya bersinar di bawah langit pagi yang tidak terlalu terik.
Wajahnya terlihat sangat cantik, kulitnya yang putri namun sedikit gelap itu membuat dirinya terlihat anggun.
Sementara di depannya terdapat beberapa orang pelayan wanita yang bersujud di atas tanah berumput hijau itu.
Sementara beberapa pelayan yang lainnya, terlihat berdiri tidak jauh dari sana,dengan kepala menunduk serta pandangan yang menatap ke tanah. Dan raut wajah yang takut sekaligus panik.
Kira-kira untuk alasan apa mereka sampai di kumpulkan di tempat ini. Begitulah isi dari pikiran mereka masing-masing.
Ia menatap tajam dan mengintimidasi para pelayan yang saat ini bersujud di atas tanah. Cangkir teh itu masih berada di tangannya. Di goyang-goyangkan mengiringi tatapan matanya yang menatap lekat satu persatu pelayan yang berada di bawah itu.
"Aku pikir,kalian sudah tahu alasan apa yang membuat aku mengumpulkan kalian disini." Kalimat itu menjadi pembuka pertemuan kali ini yang pastinya tidak pernah menandakan sebuah hal yang baik.
__ADS_1
Semua pelayan yang hadir disana saling pandang dengan ekspresi bertanya. Karena jujur,mereka tidak tahu apa-apa. Pelayan berjumlah dua puluh orang itu tiba-tiba di berhentikan dari aktivitas mereka dan di perintahkan untuk menghadap Ratu,orang yang paling mereka hindari di istana.
Dan sialnya,mereka malah mendapatkan pekerjaan untuk mengurusi paviliun Ratu beserta kebutuhannya. Jika saja bukan karena terpaksa dan membutuhkan uang di tengah kekacauan yang terjadi,mereka tidak akan mau repot-repot menghantarkan nyawa seperti ini.
Padahal,dulu mereka bekerja disini di tugaskan untuk mengabdikan diri kepada istri kedua pangeran mahkota,sang ACASHA. Namun sialnya,mereka malah terjebak bersama monster itu karena peristiwa mencengangkan hari itu.
"M-maaf karena lancang yang mulia... Tapi kami tidak tahu apa alasan kami di panggil kesini. Jika ada pekerjaan kami yang kurang menurut anda,anda bisa menengur kami yang mulia." Ucap salah satu pelayan yang bersujud itu.
Pelayan itu masih muda, mungkin berusia sekitar 25 tahun. Dan rata-rata diantara mereka yang saat ini memang berusia masih muda. Dan yang paling muda adalah pelayan yang berada di ujung sebelah kanan. Untuk situasi seperti ini, pelayan tersebut bisa di kategorikan terlihat tenang.
Ratu yang mereka maksud adalah Camelia. Dia mengangkat sudut bibirnya,lalu menatap pelayan yang telah berani bersuara.
"Kau... Tidak tahu alasan apa aku memanggil kalian makhluk rendahan ini kesini? Menurut kalian, untuk alasan apa yang bisa membuat diriku yang seorang Ratu ini harus membuang waktunya bersama mahkluk rendahan seperti kalian?"
Sebagai seorang Ratu, tidakkah dirinya merasakan kalau apa yang ia ucapkan sama saja seperti sebuah penghinaan. Namun mereka hanya bisa diam dan menerima. Meski sebenarnya mereka benar-benar ingin mencabik-cabik mulut Ratu jahat itu.
"Maaf yang mulia, kata-kata anda barusan terdengar terlalu kejam. Meskipun kami orang miskin, tidakkah defensi makhluk rendahan itu tidak cocok untuk di sematkan kepada kami?"
Ratu Camelia tersenyum tertarik. Ia menatap pelayan di ujung yang sedari tadi terlihat sangat tenang. Ah, sepertinya ia menemukan mainan baru untuk bersenang-senang hari ini.
__ADS_1
"Benarkah? Lalu, kepada siapa kira-kira sebutan itu pantas untuk di sematkan?"
Semua orang yang berada disana menahan nafas. Mereka benar-benar mewanti-wanti jawaban yang akan keluar dari mulut teman mereka itu. Mereka melirik pelayan muda itu yang sama sekali tidak merasakan takut atau tertekan aura Ratu mereka yang kuat.
"Kenapa anda masih bertanya yang mulai? Bukankah Anda sudah menemukan jawabannya? Anda melihatnya,setiap kali anda bercermin. Sosok yang anda lihat di bayangan cermin itu adalah orang yang pantas menyandang nama makhluk rendahan." Ucapnya tenang meskipun sebenarnya jantungnya sudah hampir copot dari tempatnya.
Namun ia harus melakukan ini. Ia benar-benar sudah muak dengan wanita di hadapannya ini yang datang setelah kematian wanita idolanya. Ia melihatnya,ia melihat bagaimana wanita monster ini menarik salah satu pelayan lalu membunuhya dengan kejam di salah satu ruangan.
Dan sejak saat itu,ia menyakini,jika kematian calon Ratunya serta pelayan pribadi Lady Castela yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri itu pasti ada sangkut pautnya dengan wanita ini. Dan setelah penyelidikan yang ia lakukan selama lima tahun ini. Akhirnya ia mengetahui,jika benar, wanita inilah yang telah membunuh kedua orang berharga di hidupnya setelah kematian orang tuanya itu.
Ratu Camelia tertawa,ia sama sekali tidak tersinggung dengan perkataan yang baru saja keluar dari mulut pelayan muda itu. Sementara semua yang berada disana menahan nafas mereka.
Apakah wanita itu sudah gila? Apa dia sudah bosan hidup? Tidakkah seharusnya ia menghargai hidupnya itu? Mereka bahkan tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan di terima oleh pelayan muda itu. Sungguh sangat miris, padahal pelayan itu sudah ada di istana sebelum Raja mereka naik takhta. Namun dengan apa yang baru saja ia katakan,sudah pasti tidak akan ada yang bisa menjamin hidupnya.
"Kau... Sungguh berani gadis muda. Tidak heran,jika kau berani meracuniku." Ucap Ratu Camelia santai lalu meletakkan cangkir teh yang sedari tadi ia pegang ke atas meja.
Kalimat itu baru saja membuat semua orang sontak mengalihkan pandangan mereka ke arah gadis yang tersenyum cerah itu dengan tatapan teramat terkejut. Jadi,ini adalah alasan kenapa mereka semua di kumpulkan?
"Yah,anda memang pantas mendapatkannya Ratu. Bahkan untuk semua yang telah anda lakukan selama ini. Saya malah selalu berfikir,mengapa anda masih punya muka untuk kembali bahkan menjadi seorang Ratu untuk kerajaan yang bahkan telah anda khianati sendiri?"
__ADS_1
"Benarkah? Memangnya apa yang kau tahu tentang ku, pelayan?"
"Saya tau semuanya Ratu,semua hal yang selama ini anda lakukan,saya tau semuanya. Awalnya saya heran mengapa racun mematikan itu tidak berdampak apa-apa dengan tubuh lemah anda. Namun setelahnya,saya mendapatkan jawabannya."