ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 79


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Sebuah langkah kaki dari sebuah sepatu, terdengar beradu dengan lantai yang dingin dan lembab. Suaranya menggema seiring bertemu dengan lantai yang penuh debu diantara jalanan yang terlihat remang-remang.


Tempat itu adalah sebuah menara di Castel yang sudah lama kosong,berada di sebelah Utara kota kecil bernama Moskow, berbatasan langsung dengan tepi pantai dari laut yang memisahkan antara Zwitland dengan SEATHLAND,laut mati.


Berjalan menaiki undakan anak tangga, hanya di temani dengan cahaya lampu dari lilin-lilin yang di pasang dengan jarak cukup jauh antara yang satu dengan yang lainnya.


Setiap ketukan yang di hasilkan dari pertemuan sepatu dengan lantai keramik itu, meninggalkan irama-irama melodi musik yang begitu menyeramkan.


Cukup jauh dan menguras tenaga, akhirnya langkah kaki itu berhenti di sebuah pintu ruangan. Terletak di menara paling tinggi, dengan cahaya bulan yang menjadi penerangan.


ciitt


Suara pintu berdecit saat tangan kekar yang putih bersih dan terawat itu memutar kenop pintu,lalu mendorongnya. Membukanya lebar hingga menampakkan pemandangan yang selama lima tahun terakhir ini,harus membuatnya rela bolak balik dari ibukota Zwitland, kembali ke kota kecil ini.


Di bawah sinar bulan, terlihat sesosok manusia berjenis kelamin laki-laki terlihat menunduk. Kedua tangan kekarnya tertarik ke atas dengan sebuah rantai hitam yang saling membelit. Memutus dan mengunci pergerakan, hingga hanya mampu membuatnya diam ketika mencoba memberontak.


Rambutnya yang panjang sebahu dan tidak terurus itu terlihat menutupi sebagian wajahnya. Menyembunyikan ketampanan yang sejak dulu sempat di perebutkan para wanita bangsawan.


Ia adalah seorang manusia. Namun di perlakukan layaknya binatang berbahaya, yang harus tunduk dan terikat di dalam kungkungan penjara besi yang memang di desain khusus untuk dirinya.


Ada sebuah sekat penghalang,yang tidak bisa di tembus oleh sembarangan orang. Sebuah sekat yang bisa membuat dirimu terpental hingga terluka, bahkan sekarat jika tidak memiliki kekuatan spiritual.

__ADS_1


Langkah kaki dari sepatu itu semakin mendekat. Hingga membuat sosok terikat itu mengangkat wajahnya yang tertutup untaian rambutnya yang panjang. Mendongak, hanya untuk sekedar melihat apakah orang yang sekarang berdiri tepat di depannya ini,sudah mendapatkan apa yang selama ini ia cari.


"Bagaimana... kabarmu Duke?" tanya suara bariton itu dengan nada rendah,namun masih terdengar menggema di pendengaran.


Sebuah seringaian terpatri jelas di sudut bibir dari lelaki yang di panggil Duke tersebut. Menatap lelaki tampan di depannya,yang sangat di sayangkan adalah seorang iblis yang terobsesi dengan ambisi untuk menyempurnakan kekuatannya.


"Aku, selalu baik Louis." lelaki itu terkekeh dan menjawabnya dengan nada mengejek.


Ia kemudian mengangkat kepalanya yang semula tertunduk, hingga menyingkirkan untaian helai rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Hingga ketika cahaya bulan itu kembali menyapa,maka semakin tampaklah wajah tampan milik lelaki yang telah berusia setengah abad itu.


Dia adalah,Duke Herli. Mengapa lelaki itu berada di Castel milik kerajaan Zwitland? bukankah dirinya seharusnya berada di tahanan milik kerajaan SEATHLAND?


"Ah,kau memang benar. Untuk apa aku Menanyakan hal yang sudah jelas aku ketahui jawabannya? Bukankah lebih baik aku menanyakan hal yang lain?" Louis,sang iblis berparas tampan itu memasang wajah seolah berfikir, sebelum akhirnya kembali menatap Duke Herli dengan seringaian di bibirnya. "Berapa lama lagi waktu yang dimiliki oleh Putri kesayangan mu misalnya?" Lanjutnya terkekeh.


Lagi-lagi iblis tampan itu terkekeh saat melihat raut tidak suka,yang jelas kentara di berikan oleh Duke Herli kepadanya. Namun,ia tidak perduli, karena yang ia pedulikan hanya satu, yaitu Castela.


"Jangan sekali-kali kau menyentuh putriku!" Ancam Duke Herli dengan desisan amarah di setiap kata yang ia ucapkan.


"Apa barusan kau memberiku perintah Duke? ah,sayang sekali, sayangnya kedudukan ku lebih tinggi di bandingkan dengan kedudukan mu manusia." ucap Louis.


"Bukankah aku sudah memberikan Camelia kepadamu? kenapa kau mengingkari janji dan kembali datang untuk merebut Castela?" tanya Duke Herli tak suka.


"Mengingkari janji kau bilang?" Iblis tampan itu bertanya tidak percaya, "Apakah kau tidak salah berucap Manusia? Bukankah kau yang sudah bermain-main dengan iblis ini,dan membohongi diriku?"

__ADS_1


"Aku tidak pernah berbohong!" sangkal Duke Herli.


"Kau, melakukannya manusia. Kau, membohongiku." Ucap iblis tampan itu


Duke Herli menggeleng-gelengkan kepalanya, "Aku tidak pernah berbohong Loius. Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika Camelia memiliki kekuatan yang kau cari di dalam tubuhnya? kau pula yang mengatakan jika putriku Castela bukanlah gadis yang kau cari. Dia adalah gadis lemah yang bahkan tidak memiliki mana berkah Dewi di dalam tubuhnya,Ketika mereka di lahirkan. Lalu, setelah usia mereka menginjak lima tahun,kau malah berpaling, memata-matai Castela namun tidak ingin melepaskan Camelia. Hingga membuat putri sulung ku itu terikat kontrak denganmu." Ucap Duke Herli memandang sinis iblis tampan di depannya.


Louis,si iblis tampan yang merupakan Raja dari daratan Zwitland itu terdiam cukup lama. Sebelum akhirnya kembali terkekeh,lalu berjalan ke arah balkon ruangan tersebut.


"Yah,aku akui aku memang bodoh saat itu. Wajar saja jika Castela tidak memiliki kekuatan berkah dewi di tubuhnya. Karena ternyata Dewa sendiri sedang bermain-main denganku. Dia membelah jiwa Castela menjadi dua,lalu mengirimkan inti jiwa itu ke dimensi lain. Dan aku baru menyadarinya setelah usia mereka menginjak lima tahun. Kau, seharusnya berterima kasih kepadaku Duke. Apa kau tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk bisa menembus ruang dan waktu,lalu membuka portal hitam dan membawa inti jiwa dari kekasihku itu kesini? 11 tahun Duke,11 tahun." ucapnya sambil tertawa.


Duke Herli terdiam, sungguh ia tidak pernah mengetahui tentang kebenaran ini. Jadi,jiwa putrinya selama ini terbagi menjadi dua? Jika seperti itu kebenarannya,maka saat setelah kecelakaan itu? ah, Duke Herli akhirnya mengerti mengapa putrinya itu terlihat sangat berbeda begitu sadar dari komanya. Bahkan dokter sendiri memvonis putrinya itu dengan penyakit yang langka. Ternyata,selama 11 tahun ini,yang selalu berada di tubuh putrinya hanyalah sebagian dari jiwa putrinya yang di pecah menjadi dua?


Sosok iblis tampan itu menatap bulan yang bersinar terang di atas langit. Bertemankan awan-awan hitam yang saling melingkupi hingga terkadang,tak jarang akan membuatnya kehilangan sinar saat angin datang berhembus menerbangkannya.


Kedua tangannya mencengkram erat kayu pembatas di jendela yang langsung berhadapan dengan hamparan laut luas itu. Begitu kuat cengkeramannya hingga membuat jari-jari putih bersih yang memiliki kuku berwarna hitam itu memerah karena tekanan yang di dapatkan.


"Namun semua itu akan segera terbayarkan Duke. Tepat pada saat gerhana matahari 7 hari lagi, Castela dan aku..." iblis tampan itu menutup kedua matanya, menikmati sapuan lembut angin yang membelai hangat wajahnya. "Kami akan melebur menjadi satu. Kembali saling melengkapi setelah beratus-ratus tahun lamanya terpisahkan karena dewa sialan itu." lanjutnya dengan senyuman lebar di wajahnya. Hingga menampilkan gigi-giginya yang putih bersih dan saling berjejer rapih.


Duke Herli yang mendengar niat asli iblis itu selama ini, mengeram marah. Ia benar-benar tidak terima jika iblis itu kembali menyatu dengan putrinya. Sudah sangat jelas dan tidak perlu lagi untuk di artikan. Karena kehancuran dunia,akan segera terjadi pastinya.


"Aku tidak akan membiarkan dirimu Melakukannya iblis! aku tidak akan membiarkan rencanamu itu tercapai!" ucap Duke Herli.


"Benarkah? sayangnya,omong kosong mu hanya akan tetap menjadi bualan semata Duke. Kau... adalah salah satu pionku, Dan sudah berada disini. Maka,hanya perlu satu pion lagi... dan boomm!! Kekasihku itu pasti akan datang untuk menyelamatkan kalian. Lalu,dia sendiri akan masuk ke dalam perangkap yang telah aku siapkan. Bukankah hal itu sangat menarik Duke?" Ucap Louis,si iblis tampan itu dengan suara tawa yang menggelegar hingga menimbulkan gema di ruangan yang hanya terdapat kerangkeng besi itu.

__ADS_1


"Ah,aku benar-benar sudah merasa tidak sabar, untuk segera melebur menjadi satu bersamamu Castela. Menggapai kenikmatan yang sesungguhnya, hingga akhirnya Ketika jiwa kita benar-benar sudah menyatu,dan dengan penyatuan itu,akan aku buat kau terkurung selamanya di dalam ruangan yang telah ku persiapkan di dalam diriku. Kembali, seperti dulu."


__ADS_2