
...π¦ HAPPY READING π¦...
"Ahh... Aku benar-benar bosaannn."
Wanita cantik bergaun putih itu menguap panjang sambil menggaruk pipinya yang gatal. Rambutnya yang panjang ia kepang menjadi satu menjadi ekor kuda.
"Hey,Zean! Kapan aku boleh keluar? Aku benar-benar bosan. Aku juga Ingin pulang,aku ingin melihat bagaimana rupa kedua putraku yang pastinya tampan-tampan itu." Ucap Castela dengan kedua mata berbinar, membayangkan rupa kedua anaknya yang pastinya imut dan tampan.
Serigala besar itu tidak menjawab,ia malah semakin mengeratkan pelukannya kepada Castela,lalu kembali memejamkan kedua matanya. Bahkan ketika Castela mengguncang-guncang tubuh besar itu, serigala Zean tidak juga bergeming.
Castela akhirnya menyerah,karena percuma saja berbicara dengan Zean. Serigala besar ini tidak akan pernah memberikannya jawaban yang memuaskan.
Castela kembali merebahkan kepalanya ke tubuh Zean. Ia menatap ke atas, memandangi langit malam yang penuh bintang. Ia tidak tahu sudah berapa lama ia berada di tempat ini. Tapi sepertinya baru sekitar beberapa hari.
Castela membuat pola-pola abstrak di udara dengan berlatarkan langit malam. Ia jadi teringat dengan papinya.
"Bagaimana kabar papi ya,disana? Apakah dia bersedih,menyesal,marah,atau kecewa? Atau malah dia bahagia karena tidak ada lagi penghalang untuknya bersatu dengan wanita itu? Aargghh!!! Sial! Apa aku akan kembali? Apa tubuhku disana baik-baik saja? Atau malah sudah di kremasi?" Tanyanya lagi ketika mengingat bagaimana kerasnya tubuh kecilnya yang menghantam permukaan sungai malam itu.
Bahkan ia masih bisa mengingat bagaimana rasa ngilu dan pedas ketika kulitnya menghantam air. Aihh,saat itu ia benar-benar merasa jika beberapa tulangnya pasti patah.
"Zean... Kau benar-benar serigala pemalas. Aku pasti akan menguliti mu hidup-hidup jika saja tubuh mu tidak sebesar ini. Aahhh.... Aku bosaaannnn." Ucap Castela kesal.
Sementara Zean yang tidak benar-benar tertidur, seketika merasa merinding dan was-was ketika mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Castela.
__ADS_1
'Tamatlah riwayatmu Zean... Lebih baik kau tetap pura-pura tidur. Tugasmu hanya memastikan agar Dewi nakal ini tidak kabur,lalu masuk ke dalam jebakan yang sudah di rencanakan oleh iblis itu.' batin Zean kepada dirinya.
...πΌπΌπΌ...
Setelah pertemuan mereka yang tidak di sengaja,keenam lelaki itu telah kembali ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri dan bersiap-siap. Tentu saja termasuk si pengintai yang ditugaskan menjaga para pangeran dalam diam.
Para pelayan telah menyelesaikan tugas mereka. Seluruh istana dan setiap sudut SEATHLAND telah di hiasi dengan lentera dan kain-kain putih berlambang bulan. Para rakyat juga sudah berkumpul di gerbang istana dengan mengenakan pakaian terbaik yang mereka punya.
Malam ini, gerbang istana yang setiap harinya tertutup akan terbuka hingga besok pagi. Sama seperti yang dilakukan sejak lima tahun yang lalu. Malam ini, gerbang kembali di buka untuk ritual doa yang di peruntukan untuk Raja dan Permaisuri putra mahkota yang sudah berpulang lebih dulu.
Rakyat sudah berkumpul di gerbang. Setelah ritual doa selesai dilaksanakan,mereka akan menerbangkan lampion-lampion yang berisikan doa-doa untuk sang permaisuri. Sebuah kegiatan yang baru di resmikan oleh Raja lima tahun yang lalu.
Raja Morgan beserta seluruh anggota kerajaan,memasuki altar berdoa dengan pakaian serba putih. Bahkan kedua pangeran benar-benar terlihat sangat bersemangat.
Namun kali ini, ratu Camelia berjalan dengan anggun, mengenakan gaun hitam, berjalan memasuki altar doa.
"Apalagi kali ini yang sedang kau rencanakan camelia." Desis Raja Morgan tepat di telinga wanita itu, ketika mereka sudah saling berdiri berdampingan.
"Apa maksudmu Morgan? Aku hanya ingin hadir di acara yang kalian buat untuk menghormati adikku. Mengapa kau selalu berpikiran buruk tentangku?" Ucap Ratu Camelia tenang sambil mengangkat sebelah alisnya,melirik Raja Morgan melalui ekor matanya.
"Aku tidak tau rencana licik apalagi yang sedang kau mainkan, Camelia. Tapi aku akan mengingatkan kepadamu,jika kau kembali mengacau,aku tidak akan segan-segan lagi untuk mentolerir semua perbuatan mu." Ucap Raja Morgan penuh dengan penekanan di setiap kata yang ia ucapkan. "Bahkan kehadiranmu disini saja,sudah merupakan sebuah kesalahan, Camelia." Ucapnya lagi sebelum akhirnya beranjak pergi menuju ke Altar doa.
Camelia mengepalkan kedua tangannya, dengan wajah tersenyum dihiasi seringaian tipis di bibirnya. "Yah,kau benar Morgan... Jika hadirku adalah sebuah kesalahan,maka mari kita buat kesalahan itu menjadi neraka yang sedang menunggu kehadiran kalian di dalamnya."
__ADS_1
Dengan penuh percaya diri, Camelia melangkahkan kakinya berjalan menuju ke depan,lalu duduk di kursi yang bersebelahan dengan Morgan.
Dengan gaun hitam yang ia kenakan,ia benar-benar terlihat seperti iblis diantara para malaikat. Yah, bukankah dirinya memanglah seorang iblis?
"Mari segera kita akhiri semua ini Morgan,karena aku sudah terlalu lelah mengejarmu." Bisiknya pelan tepat di telinga Morgan.
Sementara Raja muda itu hanya diam,tidak menanggapi. Namun,tak hayal,dia tetap memasang sikap waspada. Ia memberikan beberapa kode kepada Marquis Steven dan Duke Marchel yang berada tidak jauh darinya,yang segera di tanggapi cepat oleh kedua lelaki bangsawan itu.
Sementara itu,jauh di sebrang lautan,di suatu tempat di negara tetangga. Sebuah pasukan besar sudah berkumpul. Lebih dari 50.000 tentara dengan senjata tempur dan seragam lengkap mereka. Berbaris dengan rapih, bersiap-siap untuk menunggu perintah selanjutnya dari Raja mereka.
Seorang panglima duduk dengan begitu gagahnya di atas kuda Hitamnya. Berdiri di barisan terdepan dari para pasukan. Tepat pada hari yang telah di ramalkan,mereka akan menyerang SEATHLAND di bawah perintah raja mereka.
Perang besar itu,pada akhirnya akan segera menemukan penantian terakhirnya. Pada acara doa kali ini, benar-benar acara doa yang berbeda. Karena kali ini,doa mereka akan segera di kabulkan oleh dewa.
Bukankah mereka selalu meminta hal yang sama? mereka selalu menuliskan harapan dan doa-doa yang meminta agar ACASHA mereka di kembalikan. Mereka sudah berusaha selama lima tahun ini. Namun dewa belum ada tanda-tanda juga untuk mengabulkannya.
Jadi,anggap saja ini adalah hadiah dari Louis,sang raja iblis sebelum menyatu kembali dengan kekasihnya yang sudah terpisah selama ratusan tahun. Sebentar lagi,ia akan melakukan kebaikan terpuji yang pastinya akan membuat dewa merasa senang.
Jika dewa sendiri enggan untuk mengirimkan kembali Castela,maka biarkanlah dirinya untuk mengirimkan seluruh rakyat SEATHLAND itu ke nirwana. Bukankah ia sangat baik hati? bahkan tanpa diminta sekalipun,ia sendiri sudah merasa iba. Bukankah doa-doa yang di ucapkan secara tulus, harus segera di kabulkan sebagai imbalan?
Disana,di atas menara yang tinggi,di salah satu jendela Castel. Louis,si raja iblis tersenyum lalu menyeringai sambil menatap ke arah bulan.
"Ketemu!" ucapnya sebelum akhirnya meloncat dari jendela dengan kedua sayap Hitamnya yang mengepak di udara.
__ADS_1