ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 26


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Simpulan indah jaring laba-laba tampak menghiasi di Setiap sudut ruangan. Gelap dan pengap sepertinya cocok untuk di jadikan penggambaran ruangan ini.


Di sudut sana, seseorang dengan jubah hitam menutupi seluruh tubuhnya yang tengah duduk dengan santai. Di tangannya sebuah belati tergenggam,ia memainkannya seolah itu hanyalah sebuah mainan kanak-kanak.


Tidak ada yang tahu siapa dia, keadaannya ada, namun tiada. Langkah kaki terdengar beradu ketukan dengan tanah tanpa lantai. Dengan jubah yang menutupi sebagian wajahnya,ia berjalan dengan langkah anggun namun tetap waspada.


Sosok di balik jubah itu menyeringai. Ia tahu siapa yang datang. Tidak ia sangka, kerinduan itu membuncah setelah pertemuan mereka yang begitu lama.


"Apa kabar, Rosenta?"


Sosok di balik jubah itu membeku di tempat. Perlahan keringat membasahi seluruh telapak tangannya. Sudah lama sekali,ia tidak mendengar suara tuannya itu.


"Salam untuk Anda nona,saya baik, senang bertemu anda lagi."


Sosok di balik jubah itu tersenyum. Rosenta adalah salah satu anjing kesayangannya. Gadis itu adalah gadis yang penurut, selama ini pekerjaannya dapat di katakan baik. Walau akhir-akhir ini,tidak sebaik sebelumnya.


"Aku tidak ingin berbasa-basi lagi. Segera singkirkan para benalu itu. Aku tidak ingin rencana yang telah ku susun dari dulu gagal karena mereka. Apa kau bisa melakukannya,sayang?"


Suara itu terdengar lembut. Siapapun yang mendengarnya pasti akan memuji sosok di hadapannya ini. Mereka tidak tahu saja,jika kelembutan sosok itu hanyalah sebuah topeng untuk berkamuflase. Suara itu bagaikan suara kematian,yang bisa kapan saja menghampirinya.


"Baik nona,saya akan melakukannya."


Rosenta meremas gaunnya. Andai saja dirinya bisa lebih kuat dari wanita itu, mungkin dirinya tidak akan di jadikan alat seperti ini.


"Bagus Rosenta,kau memang anjing kecilku yang penurut. Teruslah seperti ini,aku menyukainya. Tapi jika sekali saja kau menggigit ku, aku tidak akan pernah melepaskan mu." Ucapnya lembut sambil menepuk pelan pipi Rosenta.


Rosenta hanya bisa mengangguk. Sungguh, dirinya benar-benar sudah bosan. Ia hanya ingin hidup bahagia dengan kekasihnya. Namun iblis di hadapannya ini malah menahan satu-satunya orang yang masih ia miliki.


Ia sudah pernah merasakan kehilangan. Tanpa ampun,iblis di depannya telah melenyapkan orang tuanya dan seluruh keluarganya. Kali ini,ia harus menyelamatkan kekasihnya apapun yang terjadi. Dan satu-satunya cara adalah, menyelesaikan pekerjaan terakhirnya ini.


...🦋🦋🦋...

__ADS_1


Angin berhembus lembut, menerpa wajah gadis cantik yang saat ini berdiri di balkon kamarnya. Pemandangan yang sangat indah ketika matahari akan terbit.


Tadi malam tidurnya bisa di katakan nyenyak,walau mimpi yang sama terus menerus datang tanpa di minta.


Ema datang dan memasangkan selimut tebal di pundak Castela. Gadis itu tersenyum, mengucapkan terima kasih atas kepedulian pelayannya itu.


Sudah seminggu dirinya berada di istana dengan status permaisuri putra mahkota. Saat ini ia berada di kamarnya,kamar yang terpisah dengan lelaki tak berhati itu.


Nanti siang, Castela harus menghadiri penyambutan. Lelaki yang telah berstatus sebagai suaminya itu akan kembali dari istana setelah selesai mengurus masalah pemberontakan.


Sehari setelah pernikahan mereka, rapat besar di adakan. Sebuah laporan mengatakan jika ada beberapa pemberontak di wilayah Atrium. Hingga pangeran Morgan memutuskan untuk menyelesaikan masaklah itu sendiri.


Meski Raja sempat menolak karena ia harusnya menghabiskan malam bersama istri barunya. Namun dengan berat hati Raja harus mengizinkannya. Dan hari ini, adalah hari kepulangan pangeran Morgan.


Castela tidak berhasrat untuk menyambutnya. Tadi malam surat dari Marquis Steven datang melalui Ema, pelayanan. Marquis mengatakan jika ingin menemui Castela karena ada sesuatu yang harus mereka bicarakan.


Oleh sebab itu, Castela akan menemui Marquis Steven di belakang istana. Ia akan menyerahkan penyambutan itu kepada istri pertama pangeran Morgan yang sangat di cintainya, putri Rosenta.


Castela mengangguk,lalu tanpa banyak bicara mereka segera pergi ke tempat pertemuan.


Sementara itu pangeran Morgan terlihat sangat senang. Hari ini akhirnya ia bisa melihat gadis yang beberapa hari lalu telah resmi menjadi istrinya.


Kedua matanya menyapu seluruh barisan orang-orang yang menyambutnya. Berharap gadis kecil itu ada di antara salah satunya. Namun sayang, sepertinya harapannya berakhir sia-sia. Gadis itu tidak akan datang,karena Morgan tahu,gadis itu pasti sangat membencinya.


Pangeran Morgan tersenyum miris. Meratapi dirinya yang terasa menyedihkan. Sebenernya ia tidak mau menikahi gadis itu,karena bagaimanapun juga,Morgan masih memiliki hati untuk tidak memaksakan kehendaknya.


Namun siapa sangka jika istrinya meminta dirinya untuk menikahi Castela agar Castela bisa memberikannya seorang anak?


Di atas peraduan itu,dengan posisi Rosenta berada di bawah dan Morgan yang mengukungnya di atas. Morgan terbuai dengan setiap sentuhan yang di berikan oleh istrinya. Walau pada akhirnya, dirinya tidak akan pernah bisa terpuaskan. Karena mereka hanya melakukan sekedar sentuhan biasa.


"Aku ingin kau menikahi gadis itu."


Ucapan Rosenta kala itu tentu saja membuatnya terkejut. Ia tentu tidak bodoh untuk menebak gadis yang di maksud istrinya.

__ADS_1


"Aku,aku tidak bisa melakukannya. Meskipun aku ingin,aku tidak mungkin menduakan mu Rosenta."


Rosenta membelai rahang kokoh milik Morgan.


"Kau, membutuhkannya pangeran. Aku tahu selama ini kau telah banyak tersiksa. Nikahi dia, jadikan dia sebagai pemuasmu. Biarkan dia melakukan hal yang selama ini tidak bisa aku lakukan. Aku,tidak keberatan. Bagaimana pun juga,kau membutuhkan pewaris untuk memperkuat posisimu sebagai putra mahkota."


Hingga akhirnya pangeran Morgan pun mengangguk. Menyetujui permintaan istrinya. Karena sungguh, dirinya benar-benar merindukan bau harum tubuh gadis itu. Ada sesuatu di dalam dirinya yang membuat Morgan merasa tertarik. Dirinya benar-benar ingin memiliki gadis itu seutuhnya.


"*Tapi kau harus berjanji satu hal pangeran."


"Katakanlah,"


"Berjanjilah untuk tidak jatuh cinta kepadanya. Berjanjilah hanya aku satu-satunya wanita yang berada di hatimu. Karena bagaimanapun juga,kau dan aku memang sudah di takdirkan dewa untuk bersama. Aku, adalah ACASHA mu."


"Aku berjanji*."


Rosenta yang berdiri di sebelah Raja Philip tersenyum manis menyambut kepulangan suaminya. Bagaimana pun juga,ia harus membuat Morgan untuk terus berada di dalam kendalinya.


Morgan tersenyum saat melihat istri pertamanya itu menyambutnya. Raja Philip tertawa bangga dengan berita bahagia yang di bawa oleh putranya itu.


Raja Philip menepuk pundak Morgan, sebelum akhirnya membawa pria itu ke dalam dekapannya.


"Kau memang bisa di andalkan putraku. Aku harap,aku akan menerima berita baik beberapa bulan ke depan. Jaga dia,jangan sampai kau menyakitinya. Ingat,dia adalah calon ratu masa depan SEATHLAND,dan hanya anak dari rahimnya yang berhak dengan takhta ini."


Morgan hanya membalas ucapan ayahnya dengan senyuman tipis. Ia segera pergi dari sana karena mengatakan jika ada urusan penting. Dan Rosenta tidak mencoba mencari tahu urusan penting apa itu. Karena misinya,bukan terletak pada lelaki itu, melainkan gadis di dekatnya.


Rosenta kembali ke Kamarnya sementara Raja Philip memutuskan untuk menemui para bawahannya.


pangeran Morgan berjalan menyusuri lorong istana. sebentar tujuannya ke tempat ini hanya untuk menenangkan diri. Namun,siapa sangka di ujung sana,ia melihat siluet seorang wanita tengah mengobrol dengan seorang pria.


Lalu kedua tangannya terkepal saat melihat pria itu memeluk wanita di depannya. Tanpa banyak bicara, Pangeran Morgan meninggalkan tempat itu dengan Amarah tertahan. Ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


"Aku,akan memberikan mu pelajaran gadis kecilku." ucap pangeran Morgan dengan seringai di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2