
...🦋 HAPPY READING 🦋...
Castela berjalan melewati karpet merah dengan begitu anggun. Gaun yang di pakainya benar-benar sangat mewah dan elegan. Berwarna putih gading yang terlihat kontras dengan kulitnya yang seputih salju.
Tidak ada raut bahagia di wajahnya yang tertutup dengan kain putih. Tatapannya tajam dan menusuk tepat ke arah Lelaki yang sedang berdiri bersama pendeta di atas altar yang telah di hias dengan sangat indah.
Kata-kata yang di ucapkan oleh iblis itu benar adanya. Pangeran Morgan meletakkan banyak prajurit istana di kediaman Duke Herli. Bahkan di perbatasan kota pun di berikan penjaga yang di perketat. Membuat pergerakan mereka terbatas dan seluruh rencana yang telah mereka susun rapih menjadi sia-sia.
Duke Herli menyerahkan Castela kepada Rosenta yang tampak cantik dengan gaun hijaunya. Ia mengambil alih tangan Rosenta untuk di serahkan kepada pendeta sebagai simbolis jika Rosenta memberikan restunya kepada suaminya untuk menikah lagi.
"Bagaimana dengan kejutanku ini lady? Apa kau suka?" Tanya Rosenta berbisik di telinga Castela.
"Ah,jadi ini semua rencana anda putri? Aku tidak pernah menyangka ada wanita yang secara suka rela menyerahkan suaminya kepada wanita lain. Saya ragu jika benar-benar memiliki rasa untuk pangeran." Ucap Castela berusaha setenang mungkin.
Yah, semua ini adalah kejutan yang di katakan oleh Rosenta. Pengawalan ketat di kediaman Duke, penjagaan ketat di ibukota dan juga pernikahan yang di majukan. Ini semua adalah kejutan yang benar-benar membuat Castela merasa muak.
Kini ia jadi berfikir, apakah tujuan jiwanya terdampar di tempat ini adalah untuk menghancurkan wanita ini? Jika iya, mungkin Castela tidak akan merasa keberatan. Mengingat,wajah wanita ini benar-benar mirip dengan wajah Vera,orang ketiga di dalam hubungannya dengan Devan.
"Ini masih belum seberapa lady,akan ku pastikan kau akan menerima kejutan lainnya yang pastinya tidak akan kau lupakan dan akan selalu terkenang di hidup barumu ini." Ucap Rosenta tersenyum manis penuh kebusukan.
Lalu ia menyerahkan tangan Castela kepada pangeran Morgan karena saat ini mereka telah sampai di altar. Membuat Castela mengurungkan niatnya untuk membalas perkataan Rosenta.
"Terima kasih." Ucap pangeran Morgan kepada Rosenta yang di balas dengan senyumannya.
"Apa kedua mempelai sudah siap? Bisa kita mulai acaranya?" Tanya sang pendeta yang sudah tampak tua dengan janggut dan rambut kepalanya yang sudah memutih. Dan jangan lupakan kulitnya yang sudah tampak keriput.
Castela dan Morgan di perintahkan untuk berdiri berdampingan di depan sebuah buku besar, di sebelah buku itu terdapat pedang yang sangat indah dengan ukiran rumit di setiap sisinya. Itu adalah Zeus,pedang legendaris milik ACASHA.
__ADS_1
"Silahkan di mulai." Ucap pangeran Morgan dingin sambil terus menatap wajah cantik yang sedari tadi tertutup kain putih di wajahnya.
"Baiklah mari kita mulai."
"Seymour Morgan Zaiden, apakah anda bersedia menikah dengan Castela Ardeland,terus bersama dalam susah atau senang. Dan mendampinginya hingga maut memisahkan. Saling mengikat janji di depan dewa sebagai saksi?"
"Saya bersedia." Ucap pangeran Morgan.
"Castela Ardeland, apakah anda bersedia menikah dengan Seymour Morgan Zaiden,terus bersama dalam susah atau senang. Dan mendampinginya hingga maut memisahkan. Saling mengikat janji di depan Dewa sebagai saksi?"
Castela tidak langsung menjawab pertanyaan pendeta. Membuat seluruh tamu undangan termasuk Raja, Duke Herli, Marcel, Marquis Steven dan Brian yang sedang menyamar menahan nafas mereka.
Castela menatap tajam laki-laki di hadapannya. Jika memang saat ini dewa yang menjadi saksi pernikahan sepihak ini,maka izinkanlah ia membuat satu permohonan kepada Dewa.
'Siapa pun kau yang mereka sebut sebagai Dewa. Jika kau memang hadir di tempat ini saat ini,maka izinkanlah aku untuk membuat permohonan. Aku mohon agar kau tetap membiarkan aku hidup, hingga aku selesai melenyapkan orang-orang yang memang seharusnya di berikan pelajaran dari perbuatan mereka.' ucap Castela bersungguh-sungguh di dalam hatinya.
Bertepatan dengan itu,pedang Zeus pun bersinar. Tanpa mereka sadari,sebuah simbol rumit yang selama ini terkubur di dalam tubuh Castela perlahan mulai keluar. Di lehernya,kini tampak sebuah simbol berbentuk segi lima dengan Bintang dan lingkaran di dalamnya. Lalu saling terikat dengan sebuah rantai yang di atasnya terdapat sebuah pedang panjang yang tertancap hingga ujungnya menembus hingga bagian bawah persegi lima tersebut.
Tak lama kemudian, simbol itu kembali menghilang. Mungkin ini adalah sebuah petunjuk penting yang selama ini tidak mereka ketahui. Pemilik sebenernya pedang Zeus adalah seorang wanita yang memiliki simbol rumit di tubuhnya. Dan simbol itulah yang di sebut dengan sebutan, ACASHA (simbol keabadian dan kebangkitan).
Tidak ada yang menyadari jika kekuatan itu kini telah tampak. Hanya tinggal menunggu waktu yang pas saja hingga kekuatan itu benar-benar bangkit.
Tidak ada yang menyadari tanda itu muncul di leher Castela. Mereka semua masih terpukau dengan pedang Zeus yang bersinar untuk pertama kalinya.
Hingga setelah sinar itu padam dan kembali seperti sedia kala, pendeta memberikan instruksi kepada pangeran Morgan untuk menyelesaikan ritual terakhir.
Pangeran Morgan melangkah mendekat. Ia lalu membuka kain putih yang sedari tadi menutupi wajah Castela. Begitu kain terbuka,maka tampaklah wajah Castela yang benar-benar terlihat sangat cantik. Tidak salah jika mereka mengeluh-eluhkan kecantikan Castela yang seperti seorang Dewi.
__ADS_1
Karena sebenarnya, Castela memanglah Dewi itu sendiri. Dewi yang di takdirkan untuk turun ke dunia mereka. Tapi kali ini, takdir Dewi itu sendiri pun dapat di katakan Sangat rumit. Sebuah bulan dengan dua naga yang mengapitnya, sedang berada di atas lautan darah. Bukankah itu sangat rumit?
Bahkan Dewi itu sendiri tidak menyadari siapa dirinya yang sebenarnya.
"*lihatlah, Lady Castela benar-benar sangat cantik."
"Ah,aku sungguh iri melihat mereka, mereka benar-benar sangat cocok."
"Andaikan saja Lady Castela tidak di lamar oleh pangeran,aku pasti sudah menyuruh ayahku untuk melamarnya."
"melamar untuk siapa? ayahmu?"
"Dasar bodoh! sudah jelas untukku*!"
Pangeran Morgan merasakan tidak suka saat mendengar banyak bangsawan yang memuji kecantikan gadis di depannya yang saat ini sudah resmi menjadi istrinya.
Dengan gerakan cepat untuk meredam rasa cemburunya,ia menarik wajah Castela untuk mendekat dengannya. Ketika wajah Mereka sudah saling berhadapan,tanpa aba-aba pangeran Morgan langsung mencium bibir yang selama ini mampu membuat jantungnya bergetar tidak karuan.
Castela yang tidak siap dengan serangan mendadak itu hanya bisa menatap kaget Lelaki yang saat ini sedang ******* bibirnya. Tidak mengherankan tatapan cemburu para gadis dan juga tuan bangsawan yang hadir. Bahkan, seorang wanita yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya bisa meremas gaunnya untuk menutupi rasa cemburunya.
Castela mendorong pangeran Morgan dengan seluruh tenaga yang ia punya hingga pagutan mereka terlepas. Castela segera bernafas dengan rakus Karena dirinya benar-benar kehabisan nafas.
Sungguh,ia merasa malu dan juga jengkel dengan tindakan Morgan barusan. Tidakkah lelaki itu merasa malu karena telah melakukan hal seperti itu di hadapan orang banyak.
Wajah Castela memerah karena menahan emosinya yang meluap-luap. Mungkin bagi tamu-tamu yang hadir,wajah Castela memerah karena malu di perlakukan seperti itu oleh pangeran Morgan di hadapan publik. Andai saja mereka tahu,jika tatapan kagum mereka telah salah. Castela benar-benar ingin membunuh lelaki kurang ajar itu.
Di bangku bagian depan, tampak Marcel yang menatap Morgan penuh emosi yang tertahan. Duke Herli yang menyembunyikan kesedihannya karena putrinya terpaksa menikah dengan laki-laki yang salah. Marquis Steven dan juga Brian yang tengah menahan kesal dan kecemburuan mereka.
__ADS_1
Tatapan Raja yang sangat bahagia karena keinginannya selama ini terwujud. Dan juga tatapan penuh permusuhan dari dua orang gadis. Gadis pertama adalah Rosenta, sementara gadis kedua adalah, kejutan. HAHAHA