
...🦋 HAPPY READING 🦋...
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu, di paksa keluar karena Castela benar-benar harus melahirkan saat itu juga.
Namun Brian merasa ada yang tidak beres. Beberapa saat yang lalu, kondisi Castela sangat sehat. Bahkan saat ritual tadi,pendeta mengatakan jika prediksi Castela akan melahirkan adalah bulan depan. Namun mengapa tiba-tiba Castela itu harus melahirkan saat ini juga? Ia lalu beralih ke cangkir teh yang sebelumnya diminum oleh Castela dan mengendusnya.
"Sial! Ini bau obat!" Geram Brian dengan tangan yang memegang cangkir teh itu mengepal.
Ia lalu melirik ke arah rak buku saat menyadari ada sebuah pergerakan.
"SIAPA DISANA?!"
Namun,belum sempat dirinya mengejar,dengan gerakan kilat yang terlambat ia sadari, Raja yang masih berada di ruangan itu,karena Morgan yang terus mendebat ingin menemani Castela tiba-tiba saja terjatuh.
"AYAH!"
"YANG MULIA!"
Lagi-lagi Brian mengumpat. Sudah jelas jika orang itu sedari awal mengincar Raja dan Castela. Mereka lalu membawa Raja Philip yang tidak sadarkan diri ke kamar di sebelah kamar Raja Philip.
Keadaan istana saat ini benar-benar sangat,kacau.
Dalam situasi seperti ini, dokter yang ada terpaksa harus di bagi menjadi dua. Mereka harus bertindak cepat karena Castela yang sudah tidak sadarkan diri dan Raja Philip yang sudah tampak pucat dengan bibir yang membiru.
Ketegangan benar-benar menyelimuti mereka semua. Pangeran Morgan segera mengerahkan prajurit di bantu oleh Duke Herli dan Marcel untuk menggeledah seluruh isi istana.
Diam-diam,Brian menarik menarik Marquis Steven untuk menjauh dari keramaian.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Marquis Steven kepada Brian
Brian menghela nafas kasar, sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Sebelumnya semua baik-baik saja,aku sendiri yang memastikannya. Tapi aku menemukan seorang penyusup di kamar Raja Philip,dan itu semua diluar kuasaku. Sepertinya mereka memang tahu jika saat ini akan tiba. Raja melarang kami untuk masuk karena raja hanya ingin membicarakan hal penting berdua bersama El. Aku juga tidak tau apa yang mereka bicarakan. Tiba-tiba saja El sudah terjatuh dengan darah di kakinya dan raja yang terlihat terkejut. Namun saat keributan itu terjadi,aku sempat memeriksa penyebab El merasa kesakitan. Dan apa kau tau apa yang ku temukan?"
Marquis Steven terdiam,jika saja Raja tidak terluka,maka Raja bisa di jadikan seorang tersangka. Namun, melihat kejadiannya menjadi seperti ini,maka bisa di pastikan jika penyusup itu bukan suruhan dari Raja. Lantas,siapa yang menjadi dalang di balik semua ini? Apa tujuan mereka mengincar Castela dan juga Raja?
"Apa yang kau temukan?"
"Aku menemukan aroma obat di dalam cangkir teh milik El. Aku rasa,itu sejenis obat perangsang."
"Obat perangsang?" Ulang Marquis Steven memastikan jika pendengarannya tidak salah
Brian mengangguk. "Yah,apa kau tau?obat itu akan merangsang seorang wanita hamil agar melahirkan saat itu juga. Obat itu sangat berbahaya,karena bisa membahayakan salah satu,atau bahkan keduanya." Terang Brian dengan kening mengkerut.
Brian terdiam, tampak sedang berfikir.
"Sial!" Umpatnya lalu berlari menuju kamar Raja di mana tempat itu adalah Tempat Castela di rawat.
Marquis Steven mengikuti Brian dengan banyak pertanyaan di kepalanya.
"Castela dan bayinya sedang dalam bahaya!" Ucap Brian tanpa sedikitpun mengurangi kecepatan larinya.
Keputusannya mengambil tempat jauh untuk membicarakan hal ini ternyata salah. Ia benar-benar keliru,obat itu tidak tujukan untuk melenyapkan El atau bayinya. Tapi, untuk mengambil salah satu di antara mereka.
BRAK!
Brian mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam. Membuat keributan yang berhasil mengundang atensi di kamar sebelah, tempat raja di rawat.
Brian dan Steven menahan nafas mereka. Pemandangan yang terlihat benar-benar sangat mengerikan. Dokter-dokter dan para pelayan yang bertugas membantu berjalannya persalinan Castela, semuanya sudah meninggal.
Dengan secepat kilat, seseorang baru saja keluar dari jendela yang terbuka. Dapat dilihat jika gorden jendela itu berantakan seperti habis di lewati seseorang. Sepertinya para dokter dan pelayan di bunuh dan Castela di bawa bertepatan dengan kehadiran mereka.
Di atas kasur, terdapat dua bayi yang berjenis kelamin laki-laki masih berlumuran dengan darah.Steven mengangkat kedua bayi yang masih memerah itu dengan tangan bergetar. Sementara Brian,sudah terjatuh di atas lantai yang penuh dengan genangan darah.
__ADS_1
Firasatnya benar,namun sayang,ia datang terlambat. Duke Herli dan juga Marcel masih berada diluar untuk mencari penyusup tadi. Sementara Morgan,ia benar-benar terpukul dengan apa yang terjadi di depan matanya. Istrinya telah menghilang, sebelum mereka bisa melihat anak mereka.
"Tolong,jaga mereka yang mulia. Saya akan pergi untuk mencari permaisuri." Ucap Brian dengan suara bergetar.
Sementara Steven,ia benar-benar merasa sangat terpukul. Dipandanginya wajah bayi kecil yang berada di dalam gendongannya ini. Ia menutup kedua matanya, sebelum akhirnya menyerahkan bayi itu kepada Pangeran.
"Aku akan ikut denganmu Brian!" Ucap Marquis Steven membuat Brian menghentikan langkahnya.
"Apa kau gila? Aku menyuruhmu menjaga bayi El! Biar aku yang mencari El,aku sudah berjanji akan melindunginya dengan nyawaku sendiri." Ucap Brian dengan wajah memerah menahan amarah.
"Tidak! Aku tidak bisa! Aku,aku akan ikut! Aku sangat menghawatirkannya. Dia pasti sedang ketakutan. Biarkan aku mencarinya!" Jerit Marquis Steven dengan penuh emosi
BUGH
Brian melayangkan satu pukulan tepat di wajah tampan milik Marquis Steven.
"Jangan bodoh sialan! Jika kau ikut,siapa yang akan menjaga anak-anak El? Di luar Bahaya! BANYAK PEDANG YANG MENGINCAR NYAWA MEREKA!"
"Jika kau masih keras kepala,jangan salahkan aku jika ujung pedangku mengarah ke lehermu!" Ucap Brian sebelum akhirnya meninggalkan Marquis Steven yang masih terdiam di tempatnya.
Marquis Steven terdiam di tempatnya. Apa yang baru saja di katakan oleh Brian tidaklah salah. Meski Sekarang keselamatan El sedang terancam,namun jika mereka membiarkan bayi El tanpa pengawasan,El pasti akan marah besar dan membunuh mereka jika terjadi sesuatu dengan bayi-bayinya.
Marquis Steven masuk kembali ke dalam ruangan lain. Sementara ruangan tadi, Sepertinya pangeran sudah memerintahkan para prajurit untuk membersihkan mayat-mayat dokter dan pelayan-pelayan tersebut.
"Maafkan saya yang mulia,saya gagal melindungi permaisuri." ucap Marquis Steven dengan wajah penuh penyesalan sambil berlutut di lantai.
Pangeran Morgan bangkit dari duduknya. Bayi-bayinya sedang di bersihkan oleh beberapa pelayan baru. Ia mendekati Marquis Steven, berjongkok lalu menepuk pundak Lelaki itu.
"Kau tidak perlu menyalakan dirimu sendiri Marquis. Castela akan membenciku jika mengetahui sahabatnya berlutut untuk apa yang telah terjadi saat ini. Bangkitlah,kau harus membantuku menjaga para pangeran."
Marquis Steven mengangguk,lalu bangkit mengikuti pangeran Morgan mendekati para pangeran yang sedang di pakaikan pakaian.
__ADS_1
"Maafkan papa,papa gagal melindungi mama maafkan papa sayang." ucap Morgan menyembunyikan tangisannya di antara kedua tubuh anaknya di ranjang miliknya yang telah selesai berpakaian.