ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)

ACASHA ( Simbol Keabadian Dan Kebangkitan)
Chapter 59


__ADS_3

...🦋 HAPPY READING 🦋...


Duke muda itu membawa Liliana ke kediamannya. Wajahnya yang biasanya datar dan dingin itu kini penuh dengan kerutan kekhawatiran. Rasa takut kehilangan benar-benar mendominasi dirinya.


Ia membaringkan wanita cantik itu ke atas ranjang di kamarnya. Ia lalu bergegas menyuruh pelayan untuk segera memanggilkan seorang dokter.


Tidak perlu menunggu lama,karena seorang dokter akhirnya datang. Ia segera memeriksa keadaan Liliana dan setelahnya menghembuskan nafas lega.


"Tidak perlu khawatir Herli,dia hanya kelelahan dan terlalu banyak pikiran. Dari pemeriksaan ku,bisa di pastikan jika Jiwanya sedang terguncang. Setelah dia sadar, tolong jauhkan dia dari hal-hal yang bisa memicu kejadian seperti ini." Ucap dokter muda itu tersenyum lalu menepuk pundak Herli dan pamit.


Setelahnya Herli benar-benar menjaga Liliana seperti yang di ucapkan oleh temannya itu.


Tidak terasa beberapa tahun telah terlewati. Liliana sudah menikah dengan Duke Herli dan menjadi seorang Duchess. Ia benar-benar merasa sangat bahagia dan mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri.


Ia memiliki seorang putra yang tampan yang mereka beri nama Marcel Ardeland. Dan dua putri kembar yang di beri nama Camelia Ardeland dan Castela Ardeland. Mereka kembar, namun tak sama. Fisik yang dimiliki oleh Camelia adalah perpaduan antara Liliana dan Herli. Sementara Castela,gadis kecil itu benar-benar merupakan wujud Liliana versi kecil.


Liliana benar-benar sangat bahagia. Dirinya bahkan tidak menyangka akan menemukan kebahagiaan dengan Lelaki yang selama ini tidak pernah ia pandang. Karena ia terlalu di butakan dengan cintanya kepada Phillip.


Namun,sebuah kenyataan pahit menghantam telak relung hati terdalam Duke Herli. Di saat kedua putrinya berusia lima tahun, seorang lelaki tampan menghampiri dirinya di suatu malam.


Menagih janji atas kesepakatan mereka di masa lalu. Meminta satu jiwa yang memang seharusnya menjadi bayaran yang telah di sepakati. Bahkan jauh sebelum hari itu tiba, Duke Herli sudah benar-benar memiliki firasat akan masa depan kedua putrinya.


"Aku datang Herli,aku harap kau tidak melupakan janjimu." Ucap lelaki tampan tersebut yang terlihat masih muda. Benar-benar sangat bertentangan dengan kenyataannya. Dimana lelaki itu,sudah berusia hampir seribu tahun.


Duke Herli terdiam, pikirannya berkecamuk. Hingga akhirnya,ia harus melakukannya seperti yang telah ia rencanakan jauh-jauh hari.


"Tentu,aku tidak lupa. Sepertinya yang kau minta,aku memberikan satu jiwa putri ku kepadamu sebagai bayaran sesuai kesepakatan kita dulu." Ucap Duke Herli dengan penyesalan di dalam dirinya.

__ADS_1


"Bagus,kalau begitu,siapa namanya?" Ucap suara rendah itu yang sarat akan ancaman.


"Dia putriku,Camelia,jiwa yang ada di dalam ramalan. Kau bisa mengambilnya nanti, ketika usianya sudah 15 tahun. Kembalilah 10 tahun lagi,"


Sosok itu tersenyum misterius,jauh di dalam hatinya ia benar-benar sangat tertarik. Mungkin Duke Herli kira,sosok itu percaya dengan segala yang ia ucapkan. Namun sayangnya,sosok itu lebih berpengalaman.


"Baiklah,aku akan menunggu 10 tahun lagi. Dan ku harap,kau tidak mengecewakan ku, Herli." Ucap sosok itu lalu menghilang di dalam kegelapan.


Duke Herli menghembuskan nafas lega. Ia berfikir jika iblis itu percaya. Ia benar-benar merasa sangat bersalah. Demi menyelamatkan satu putrinya,ia harus mengorbankan putrinya yang lain.


"Maafkan papa Camelia,papa tidak bisa memberikan adikmu kepada iblis itu. Papa tidak bisa memberikannya. Karena jika itu terjadi, kehancuran negeri ini tidak akan mungkin bisa di elakkan lagi."


Ucap Duke Herli sambil menghapus air matanya. Dan sejak saat itu, Duke Herli selalu menjaga Camelia dengan sangat baik. Mengabaikan Castela agar iblis itu percaya,jika memang camelialah jiwa yang ia inginkan.


Membuat sosok Castela tumbuh menjadi sosok pribadi yang pendiam, tertutup dan juga dingin tanpa kasih sayang ibu ataupun ayahnya. Hingga akhirnya, kecelakaan kereta itu terjadi, membuat inti jiwa Castela yang berada di dunia lain tertarik kembali untuk menyatu dengan jiwanya yang lain.


Castela kecil,menatap pemandangan yang berada di depannya. Ia menatap datar seorang anak laki-laki berusia beberapa tahun lebih tua di atasnya itu dengan aura yang sangat menyeramkan.


Ia bisa melihat bagaimana belati itu menembus Kulit dan menancap tepat di jantung wanita yang sangat ia sayangi. Seorang wanita yang benar-benar memiliki paras seperti dirinya namun berbeda usia.


Kedua tangannya mengepal, namun wajahnya tetap tidak menunjukkan reaksi apapun. Ia melihat bagaimana lelaki itu menunjukkan rasa puas sementara wanita itu menunjukkan tatapan tidak percaya.


Castela kecil pergi dari tempat itu dengan tatapan dingin. Ia pergi dari sana tanpa ada yang menyadari kehadirannya. Ia berjalan menuju ke sebuah tebing. Dimana,ada arus laut yang menyambut di bawahnya.


"Mereka semua harus mati. Yah,mereka harus mati bukan? Bukankah itu yang kau ucapkan kepadaku?" Tanya Castela kecil kepada sosok lelaki tampan yang berada di belakangnya.


Sosok yang sama, seperti yang di temui oleh Duke Herli saat usia mereka masih lima tahun. Sosok itu tersenyum manis,ia mengusap lembut Surai panjang milik Castela kecil.

__ADS_1


"Yah,mereka harus mati. Tunggu sebentar lagi sayang, sebentar lagi,aku akan melakukanya,aku akan menyatukan jiwamu kembali. Akan kita balaskan dendam kita kepada orang yang telah berani memisahkan kita. Tunggu sebentar lagi,dan kita akan melihat kehancuran mereka." Ucap sosok itu dengan nada teramat lembut.


"Bagaimana caranya kau menyatukan jiwa kami? Bukankah inti jiwaku berada sangat jauh di planet lain tuan? Aku hanya berharap,kau tidak membohongi ku."


Sosok itu tertawa renyah,


"Tenang saja sayang,kau adalah bulan ku. Bulan yang telah ku nantikan selama seribu tahun hidupku ini. Ketika waktunya tiba, akan ku buat Jiwa kalian akan kembali menyatu."


Duke Herli salah, keputusan yang ia buat benar-benar keliru. Karena sosok iblis itu tentu tahu,jika jiwa yang selama ini ia dambakan,telah hidup menjadi seorang gadis cantik bernama Castela,bukan Camelia.


...•...


...•...


...•...


Oke gais, mungkin di beberapa part ini dan kedepannya kalian akan merasakan bingung. Tapi bisa aku pastikan jika kebingungan kalian gak akan bertahan lama.


Mungkin akan sedikit rumit karena orang-orang yang terlibat,akan membuat cerita ini menjadi sedikit berbelit-belit.


Seperti yang aku sampaikan kemarin,kalok cerita ini udah menuju tahap-tahap akhir. Semua Pertanyaan-pertanyaan Castela akan terjawab di part-part yang akan datang.


Jadi, alurnya akan maju mundur. Dimana setiap alur mundur,akan memberikan jawaban untuk beberapa pertanyaan,yang mungkin juga kalian pertanyakan.


Tentang jiwa Castela yang terpecah, alasan kenapa Duke Herli bisa mengalahkan seluruh pasukan Waktu itu. Tentang masa lalu Duke Herli dengan Raja Philip,dan alasan kenapa hubungan mereka retak.


Tentang rahasia Morgan, tentang alasannya jiwa Castela tertarik kembali ke dunia ini. Dan tentang rahasia-rahasia yang selama ini hadir tanpa kalian sadari.

__ADS_1


So,stay terus di cerita ini ya gais. Meski memang butuh banyak part lagi buat Sampek ke endingnya😌 Aku ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat yang telah setia mengikuti cerita ini sampai ke tahap ini☺️


__ADS_2