
Bara bersyukur hal yang ditakutkan dan dicemaskan olehnya tidak terjadi.
Elis istrinya sehat walafiat pasca melahirkan.
Bara sangat menikmati momen menjadi papa anak jagoan yang diidamkan selama ini.
Agni putrinya menyambut hangat kehadiran adik, meski awal-awal rasa jelous kadang masih suka muncul.
"Sayang, bisa bantuin mama ambil baju ganti Abimanyu" pinta Elis ke Agni yang sedang duduk di sampingnya.
"Aku ambil baju Dino ya Mah" ucap Agni.
"Oke" jawab Elis dengan senyum tulus.
Ya, putra kedua Bara diberi nama Abimanyu Saputra Suryolaksono.
Kelahiran sang putra, membuat semangat Bara untuk ambil sub spesialisasi kembali membara. Rancananya Bara akan mengambil konsultan perawatan intensif, seperti yang diangankan sebelumnya.
Bara pun mulai mengurangi jadwal cito operasi yang selama ini menghiasi hari-harinya.
Bara tak ingin melewatkan perkembangan anak-anak dan tak ingin kehilangan waktu bersama mereka.
Jika sebelumnya Bara menyibukkan diri dengan kesibukan karena ingin melupakan kesedihan kehilangan istri pertamanya.
Dirgantara pun butuh fokus untuk menjalankannya.
Anak cabang yang bergerak di bidang tambang juga telah mendatangkan keuntungan yang luar biasa untuk Dirgantara.
Bara akhirnya mempercayakan anak cabang perusahaan itu dikelola oleh Iwan yang telah menikah dengan Anggun sang sekretaris.
Tapi sebelum pindah, Bara meminta Iwan untuk mencarikan orang yang dapat dipercaya untuk dijadikan asistennya.
Keluarga kecil Bara juga telah diajak pindah ke sebuah mansion mewah yang tak jauh dari mansion papa Suryo. Bisa dibilang menjadi tetangga dekat. Bahkan ada pintu yang langsung terhubung ke mansion papa Suryo.
Kehadiran cucu-cucu yang tak jauh, membuat papa Suryo dan mama Clara tak kesepian.
__ADS_1
Hampir tiap pagi Opa dan Oma datang ke tempat Bara.
"Sayang, Abi sekarang sudah hampir enam bulan usianya. Jadi kuliah apa nggak?" tanya Bara saat mereka bersama sarapan pagi di meja makan.
Elis masih saja berpikir.
"Sudah, kuliah aja. Abimanyu biar sama Oma di rumah" saran mama Clara.
"Apa nggak merepotkan Mah?" seloroh Elis.
"Yang ada Oma malah senang, bisa main-main sama Abimanyu" sela papa Suryo.
"Aku sudah daftarin kamu, satu kampus sama aku" beritahu Bara.
"Loh?" tatap Elis.
"Iya, aku juga lanjut sub spesialisasi. Sama dengan menantu mama dan papa tuh" ujar Bara menjelaskan.
"Harusnya sedari dulu kamu ambil program itu" sanggah papa Suryo.
"Alesan aja kamu tuh" tukas mama Clara sewot.
"Ha...ha...Pah, istrimu ngambek tuh" ledek Bara.
Elis menyetujui untuk kuliah lagi. Selain untuk mengimbangi pendidikan sang suami, Elis juga ingin mengembangkan Star Media yang telah berada di tangannya.
Bahkan Elis kembali mengubah nama Star Media menjadi Starco kembali.
"Sudah kuambilkan jurusan manajemen" jelas Bara saat Elis mengatakan bersedia melanjutkan pendidikan.
"Heemmm, sesuai permintaanku. Makasih sayang" Elis menimpali ucapan sang suami.
"Apa sih yang enggak buat istriku ini" peluk sayang Bara untuk Elis.
"Aduh...mataku ternodai Pah" ledek mama Clara.
__ADS_1
"Haissss...seperti nggak pernah muda aja" sindir Bara.
.
Itulah kehidupan Bara setelah putra keduanya lahir. Tetap sibuk dengan perusahaan Dirgantara Grub dan asisten baru sambil kuliah sub spesialisasi.
Sedang Elis kuliah jurusan seperti yang diinginkan dan belajar mengelola Starco di bawah bimbingan langsung sang suami yang seorang pengusahan sukses.
Orang-orang jahat yang selama ini mengintimidasi Elis dan keluarga juga telah mendapatkan balasan setimpal di bui.
Mama Mawar juga telah dinyatakan sembuh dari lesi kanker dengan pengobatan yang dijalaninya dan juga semangat dari dalam diri mama Mawar.
Chyntia pun demikian, tahun depan juga akan menyusul sang kakak untuk mengikuti bangku perkuliahan.
End
.
.
.
Tania Fahira seorang pengacara yang bekerja di sebuah firma hukum terkenal. Siang itu dia ditugaskan oleh bos nya yang merupakan pengacara paling ngehits untuk menghadiri pertemuan para pengacara di sebuah resto yang terletak di sebuah mall.
Tak sengaja dia bertemu dengan sang pacar yang merupakan seorang manajer keuangan di sebuah perusahaan elektronik sedang mencium seorang wanita cantik nan elegan. Tania yang terkenal bar-bar hendak menghampiri keduanya. Untuk apa? Tentu saja melabrak sang pria. Tapi nahas baginya, pintu mall yang membuka tutup otomatis tiba-tiba menutup saat Tania lewat. Alhasil kening mulusnya kejedot pintu, Tania oleng dan terjatuh tepat di antara lalu lalang orang-orang.
Semua orang melihat ke arah Tania, termasuk kedua orang yang sedang memagut kasih itu. Tania menutup muka dengan tas yang ditenteng, mau kutaruh mana mukaku. Batin Tania.
Hingga datanglah seorang laki-laki dengan pakaian kasual menyodorkan tangannya, menolong Tania.
Jangan lupa mampir ke sini yah man teman🤗😊
.
__ADS_1