Agenda Dokter Bara

Agenda Dokter Bara
Bab 52


__ADS_3

"Nih, perbaiki berkas kerjasamanya. Aku mau jemput putriku" Bara beranjak dari duduknya dan menyerahkan berkas kerjasama yang telah dikoreksi olehnya.


"Oh ya Iwan, kamu dengar kan tadi Anggun bilang apa? Telusuri siapa orang yang mengaku saudaraku tadi pagi!" perintah Bara.


Kali ini Bara telah keluar dari ruangan, meninggalkan Iwan yang masih terpaku di tempat.


"Dasar tuan Bara, main perintah aja" gerutu Iwan. Sepertinya Iwan lupa kalau dia asisten Bara yang memang tugasnya menerima perintah dari sang bos.


Iwan melihat rekaman CCTV melalui ponsel yang di tangan.


"Sepertinya kenal dengan orang ini, tapi di mana ya?" Iwan berusaha mengingatnya.


Sampai tiga puluh menit Iwan belum teringat dengan orang itu. "Kukirim gambarnya aja ke tuan Bara. Aku benar-benar lupa dengan orang ini" gumam Iwan sambil menangkap gambar layar lantas mengirimkan ke Bara. Tak lupa dia menulis, "Ini orangnya tuan, tapi aku lupa siapa dia...he...he..." ketik Iwan.


Bara telah sampai tempat yang dijanjikannya untuk menjemput Elis dan juga Agni.


Kebetulan Bara ketemu Mayong yang juga menyempatkan menjemput putra dan ketiga putri kembarnya.


"Istrimu mana kok nggak ikutan?" Bara menghampiri sang kakak yang sedang menyandar di pintu mobil. Kacamata hitam yang menghiasi wajah keduanya semakin menambah aura ketampanan kakak beradik itu.


"Biasa lah. Kayak nggak tau kesibukan istriku aja. Tumben kamu juga jemput? Apa nggak ada jadwal di Suryo Husada?" tanya Mayong.


"Minggu ini jaga IGD. Operasi nya biar di selesaikan Maya saja...ha...ha..." ledek Bara.


"Dia sudah memanage waktunya sekarang, dan sudah tidak ada lagi operasi cito dalam kamus hidup istriku" balas Mayong.


Memang benar apa yang dikatakan kakak nya, semenjak lulus konsultan onkologi Maya hanya melakukan operasi berencana saja.


"Bar, apa kau tak ingin ambil konsultan?" tanya serius Mayong.


"Hhhmmmm...sempat ingin sih kak. Tapi sekarang tidak lagi. Kalau kutinggal sekolah, takut waktu keteteran antara Dirgantara, rumah sakit dan juga fokus ke Agni" Bara mengungkapkan alasannya.


"Makanya cari istri dong Bara. Pertimbangkan juga psikologis putrimu itu. Jangan egois. Aku yakin Yasmin akan bahagia kalau kamu dan Agni juga bahagia" Mayong memberi pengertian ke sang adik yang susah move on semenjak ditinggal pergi untuk selamanya oleh sang istri.


"Ini namanya setia kak" tukas Bara.


"Setia itu baik. Tapi hidup terus berjalan Bar. Bisa saja nama Yasmin tetap kau simpan dalam hatimu, tapi buka sisi hatimu yang lain untuk wanita yang bisa dijadikan mama untuk Agni" imbuh Mayong dengan panjang lebar.


Bara masih terdiam merenung. Kata-kata kakaknya mulai meracuni pikiran Bara.


"Mama Elis tungguin aku" teriak anak kecil dan tertangkap oleh telinga Mayong.


"Ada yang aku tak tau?" selidiknya ke arah Bara.


"Apaan sih kak? Tadi pagi Agni cuma ingin memanggil mama ke Elis. Itu saja. Nggak ada maksud lain" jelas Bara dengan sedikit gelagapan.


"Ada maksud lain juga nggak apa-apa. Aku pasti akan menyetujuinya" Mayong terkekeh.


"Papa Bara, Papa Mayong" panggil Agni berlari ke arah kedua pria tampan yang sedang mengobrol itu.


Belum sampai ke tempat kedua papa nya. Agni tersandung. Belum sampai muka membentur tanah, Elis dengan sigap menangkap badan Agni. Sehingga dirinya lah yang tertindih oleh Agni.

__ADS_1


"Agni hati-hati dong sayang" Bara mengambil Agni dan membantu Elis bangun dari jatuhnya.


"Maaf mama Elis" Agni hendak menangis.


"Loh, nggak apa-apa sayang. Sini peluk mama" sahut Elis yang sepertinya mulai terbiasa dengan sebutan mama untuknya.


Agni memeluk erat tubuh Elis.


Kejadian itu tak luput dari penglihatan Mayong.


"Bara, kapan kau ajak mama nya Agni ke mansion papa?" gurau Mayong berbisik di telinga Bara. Alhasil tinju Bara pun mendarat di lengan Mayong.


"Awas saja kalau kau lapor papa" ancam Bara dengan berbisik juga.


"Ha...ha...tanpa aku lapor, papa pasti sudah tau lebih dulu. Kamu nggak tau aja tingkat kekepoan papa dan mama" seloroh Mayong.


"Aku duluan" ucap Bara.


"Secepatnya kau bawa ke sana" Mayong meninggalkan Bara yang masih berdiri di tempatnya untuk menyambut putra putrinya.


"Agni, Elis ayo" ajak Bara.


Sampai di mobil. "Pah, aku duduk sama mama ya di belakang?" ucap Agni meminta ijin.


"Wah, papa berasa sopir dong" tukas Bara.


"Mama Elis sama Agni duduk semua di depan" ada nada perintah di ucapan Bara. Bara bahkan ikut menyebut kata mama untuk Elis tanpa sadar.


"Kuantar kalian ke apartemen dulu atau bagaimana?" tanya Bara melajukan mobil keluar dari parkiran sekolah.


"Iya dong, kalau nggak balik papa bisa dimarahin om Iwan dong" jelas Bara.


"Kalau ikut ke kantor boleh?" tanya Agni. Agni hampir tidak pernah ikut Bara ke kantor. Karena sebelumnya dia lebih suka main di mansion Mayong.


"Agni mau ngapain di sana? Bosan loh ntar" imbuh Bara.


"Kan ada mama Elis yang nemenin di sana" pintar juga jawaban putri dokter Bara itu.


"Ya udah, kali ini boleh deh"


Bara akhirnya mengarahkan laju mobil ke Perusahaan Dirgantara.


"Elis, goodie bag di belakang itu nanti kamu ambil aja. Tolong bawakan ke ruanganku ya" pinta Bara.


"Baik tuan" jawab Elis dengan patuh.


Benar sesuai perintah Bara, Elis mengambil goodie bag di kursi belakang dan membawanya sesampai mereka di Dirgantara.


Seperti biasa Agni digendong oleh sang papa. Semua karyawan memandang ke arah CEO nya berjalan. Semua karyawan telah mendengar rumor kalau sang CEO adalah duda dengan satu anak. Tapi kehadiran wanita muda nan cantik itu membuat semua karyawan yang tak sengaja bertemu langsung dengan mereka bertiga ikut penasaran. Apalagi Bara mempunyai kebiasaan menggandeng Elis saat jalan bertiga, karena langkah Elis dirasa lelet oleh Bara.


Elis menunduk, tak berani membalas tatap banyak pasang mata. Sementara Bara mana peduli akan hal itu.

__ADS_1


Sampai di lantai teratas, Iwan dan Anggun yang sedang berbincang pun juga menatap bengong ke arah mereka bertiga yang baru keluar lift.


"Iwan, sudah kau temukan siapa yang datang tadi?" tanya Bara tetap dengan posisinya.


"Iwan" panggil Bara lagi.


"Maaf tuan, aku terpesona dengan kalian yang saling pegangan tangan" ucap Iwan.


Sesaat Bara baru tersadar, dan melepas pegangan tangannya ke Elis bersamaan dengan Agni yang minta turun dari gendongan Bara.


"Mama Elis, ayo kutunjukin ruangannya papa" Agni menarik Elis masuk ke ruangan Bara.


Iwan dan Anggun semakin terbengong.


"Tuan, ada yang ingin kau jelaskan?" kepo Iwan.


"Tidak ada" Bara melangkah menyusul Elis dan Agni yang telah masuk terlebih dahulu.


Iwan dan Anggun pun mengeluarkan tawa yang sedari tadi ditahan oleh mereka berdua karena melihat sang bos yang tersipu.


"Bonus kalian berdua kupending semua" ancam Bara yang hanya menampakkan sebagian kepalanya di pintu.


Seketika tawa Iwan dan Anggun langsung terhenti.


Di dalam ruangan, Bara melihat celotehan putrinya yang tetap menggandeng sang mama dadakan.


"Elis, bukalah goodie bag itu" perintah Bara yang baru teringat benda yang dibelikan oleh Iwan tadi pagi.


Agni malah yang lebih antusias. "Aku aja Mah yang membuka?" pinta Agni.


Elis tersenyum mengangguk.


"Wowwwww....ponsel terbaru ya Pah?" tanya Agni dijawab anggukan Bara.


"Buat mama?" lanjut Agni. Bara mengangguk lagi.


Agni bahkan yang menyalakan ponsel itu. Hanya ada nama Bara di sana. Bahkan oleh Iwan nama Bara tersimpan dengan nama Papa Bara. Elis melototkan mata melihat ketikan nama yang tersimpan itu. Kenapa tuan Bara percaya diri sekali, batin Elis. Padahal Bara tak tahu menahu akan hal itu.


"Kau pakai aja ponselnya Elis. Boleh kau tambah kontak di ponsel itu dengan nomer adikmu. Yang lain nggak usah" jelas Bara.


Mana ada aturan seperti itu? Batin Elis. Seenaknya sendiri, gerutunya.


Bara memainkan ponsel yang sedari tadi belum dibuka olehnya. Dilihatnya notifikasi pesan yang dikirim oleh Iwan.


Saat dibuka ada sebuah gambar yang menampilkan wajah seseorang yang diambil Iwan dari rekaman cctv.


"Ooooo...ternyata makhluk astral itu" gumam Bara.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


To be continued, happy reading

__ADS_1


Ke alun-alun membeli roti bakar, komen yukkk buat up yang barusan keluar


'met weekend buat readers tersayang 💝


__ADS_2