Agenda Dokter Bara

Agenda Dokter Bara
Bab 30


__ADS_3

Maya meninggalkan Mayong yang sedang menggendong keponakannya di parkiran rumah sakit.


"Belum pulang mulai dari sekolah tadi sayang?" tanya Mayong.


"Belum Pah. Abis tadi papa Bara jemputnya juga telat, abis gitu kita makan bareng miss Elis. Eh pas mau nganter miss Elis, papa Bara ada operasi katanya" cerita Agni lancar berasa di jalan tol.


"Gitu ya?" tandas Mayong. Memang benar-benar nih Bara, bawa anak orang nggak jelas. Batin Mayong.


Elis yang merasa tak enak ikut keluar mobil mewahnya Bara. "Sudah lama kenal dengan adikku miss?" selidik Mayong. Elis yang ditatap sedemikian rupa hanya menunduk. Keluarga Suryolaksono sungguh tak bisa dijangkau, pikir Elis saat itu. Makanya Elis tak berani menatap tuan besar di depannya.


"Iya...eh...belum lama Tuan?" jawab Elis gugup.


"Di sekolah?" Mayong semakin bertanya bagai menginterogasi.


"Nggak tuan" tukas Elis.


"Jadi kenalnya di mana?" Mayong memicingkan sebelah matanya melihat wanita yang terus menunduk itu. Biarlah dia pasti gugup ditanya olehku, pikir Mayong.


Apa ya harus kuceritakan bagaimana ihwal perkenalanku dengan tuan Bara yang tidak berkesan sama sekali itu, Elis masih menimbang.


"Di mall Dirgantara tuan" hanya itu yang keluar di bibir Elis.


"Pah, aku sudah selesai nih. Kak Bara belum selesai juga?" Maya menghampiri Mayong yang sedang menunggunya di dekat mobil, sambil menggendong Agni dan Elis yang berada di dekatnya. Menjadi mister parkiran mah sudah biasa bagi seorang Mayong. Menunggu sang istri baik untuk visite maupun operasi. Tapi kalau Agni anak kecil itu disuruh menunggu papanya operasi, sungguh kerterlaluan bagi Mayong. Apalagi membawa guru anaknya sekalian.


Bara datang tergesa, nafas yang terengah menandakan kalau dia memang buru-buru.


"Lho kalian di sini? Katanya berkunjung ke panti asuhan? Gimana kabarnya bapak ibu panti?" Bara menghampiri Mayong dan Maya yang sepertinya sedang menunggunya selesai operasi itu.


Tatapan tajam Mayong menandakan ada sesuatu yang tidak baik-baik saja saat ini.


"Agni ayo pulang" ajak Bara seakan mengalihkan tatapan Mayong dan meraih tangan anaknya yang sedang digandeng Maya itu.


"Bisa kau jelaskan, sampai sesore ini anakmu masih berseragam??" kata Mayong tajam.


"Eh itu kak,..pasti Agni sudah cerita. Ya seperti itu!!" ucap Bara sambil garuk kepala.

__ADS_1


"Kutunggu kau bawa miss Elis ke mansion papa" tandas Mayong dan langsung mengajak istrinya meninggalkan Bara yang masih termangu di tempat. Elis pun demikian hanya bengong mendengar ucapan tuan Mayong tadi. Apa maksudnya coba, pikir Elis.


"Ayo Agni, kita pulang. Terus kau, cerita apa saja ke kakakku???" hardik Bara ke Elis.


"Cerita apa? Saya cuma cerita kalau saya guru baru Agni. Dan tuan Mayong bertanya, di mana kenalnya? Ya aku jawab di mall Dirgantara. Itu saja" jelas Elis.


Bara menepuk jidatnya, bisa panjang ini nanti urusannya kalau sudah kepergok pasangan absurd tadi. Pikiran Bara.


"Oke, Agni. Kita antar dulu Miss Elis. Maaf ya nunggunya lama" ujar Bara ke Agni.


"Iya Pah, tadinya Agni tuh bosen karena nunggu papa. Eh, mama Maya sama papa Mayong datang" cerita Agni.


"Tadi papa Mayong dan mama Maya nemenin Agni lama di parkiran" lanjut Agni.


Pasangan itu pasti ada maunya, bahkan rela menunggu lama. Pasti punya tujuan lain, untuk menginterogasi Elis. Haduh, mati gue abis ini. Sampai rumah pasti kena todongan beribu tanya dari papa, batin Bara.


Elis telah diturunkan Bara di depan rumahnya. "Kita tidak mampir, sampaikan salam untuk mamamu. Maaf juga buat kamu karena nunggu lama di parkiran" ujar Bara.


"Bye Miss Elis" Agni melambaikan tangannya. Demikian juga Elis.


"Agni, mandi dulu sama mba Rani ya" ucap mama Clara.


"Oke oma" tawa khas anak-anak terdengar dari bibir Agni yang bahkan sampai sore menjelang malam masih pakai seragam sekolah itu.


"Bara, duduklah" tegas papa Suryo.


Bara duduk lemas di hadapan hakim di rumah itu... karena sekarang berasa di pengadilan meski informal...he...he....


"Mama sebelumnya kan sudah bertanya sama kamu, Agni mau kau jemput sendiri atau bareng pak Amin? Terus apa jawabmu? Mau kau jemput sendiri" sergah mama Clara.


"Eh, ternyata kau telat jemput putrimu. Sampai mama di telpon pihak sekolah memberitahukan kalau putrimu belum dijemput" imbuh mama.


"Masih kau lanjutin juga, malah kau ajak Agni ke rumah sakit. Kamu itu sebagai seorang dokter harusnya tau lah Bar, kalau lingkungan rumah sakit juga tak baik untuk anak kecil" Mama benar-benar tak habis pikir tentang kelakuan anak keduanya ini.


"Siapa gadis yang kau bawa? Jangan sembarangan bawa anak orang" papa Suryo yang awalnya terdiam ikut urun rembug.

__ADS_1


"Anak siapa? Dia anak yatim yang kebetulan mamanya menikah lagi. Dan ayahnya sekarang laki-laki brengsek yang tak bertanggung jawab" Bara mengucapkan kata-katanya lancar, tujuannya untuk melindungi diri biar tidak kena amukan papa nya.


Papa Suryo dan mama Clara saling pandang. Cukup terkejut juga dengan jawaban Bara. "Jadi sudah sejauh itu kamu menyelidiki gadis itu?"


"Eh...bukan...bukan begitu maksudku Pah" elak Bara.


"Besok bawa gadis itu kehadapan papa dan mama, bilang Iwan kamu tidak usah ke Dirgantara" tegas papa Suryo.


"Pah, bukan begitu jalan ceritanya. Ini hanya salah paham. Bagaimana aku bawa dia, dia bukan apa-apaku" Bara menolak permintaan papa nya.


"Elis Melati kan nama gadis itu. Kutunggu dia datang selepas kamu mengantarkan Agni ke sekolah!!!" nada perintah dari papa Suryo membuat Bara tak terdiam tak berkutik.


Bagaimana aku bawa gadis pencopet itu ke hadapanmu Pah? Dia benar-benar membuatku susah, gerutu Bara dalam hati.


Bara melangkah gontai ke kamar setelah diadili oleh papa dan mama nya. Sepeninggal Bara, papa Suryo dan mama Clara ber toss ria, dan tertawa.


"Kena kau Bara" ucap papa Suryo.


Semua yang terjadi barusan adalah hasil dari kerjasama Mayong, Maya, papa Suryo dan juga mama Clara. Awalnya Mayong mengirimkan gambar seorang gadis ke papa Suryo dan telah menceritakan semuanya lengkap ke papa Suryo. Akhirnya terciptalah sebuah sandiwara dadakan yang dilakukan oleh papa dan mama.


"Kalau kita jadi aktor dan artis kayaknya laku dech Pah" Mama Clara masih meneruskan tawanya.


"Bara pasti sekarang lagi memikirkan cara mengajak gadis itu...ha...ha..." papa Suryo semakin tak bisa menahan tawanya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


To be continued, happy reading


Hari Selasa sibuk bekerja, demikian juga hari selanjutnya# othor berusaha merangkai kata, kalau jelek jangan dicela


Lope-lope sekebun dech buat kalian yang sudah ngikutin cerita ini


Follow IG Othor juga ya


@moenaelsa_

__ADS_1


💝


__ADS_2