AIR MATA PENANTIAN

AIR MATA PENANTIAN
BAB 37


__ADS_3

Riko pun kembali menatap Novi yang wajahnya sudah mulai berubah,,,dan Riko pun mulai berbicara dengan perlahan,, nov jika kamu tahu semua ini apa kamu siap,,,tadinya aku menyembunyikan semua ini dari kamu,tujuan ku hanya satu yaitu tidak mau melihat mu terus menangis,,, tetapi keputusan ku selama ini salah.Ternyata ini sangat menyakitkan buat kamu dan ghia,,,


"Memang nya apa yang terjadi selama ini yang aku tidak tahu??"


Novi menatap Riko dengan segudang pertanyaan,, yang selama ini pun diam diam dia selalu berpikir apa yang terjadi dengan suaminya.


Meskipun Novi tahu bahwa pernikahan nya dengan antoni tidak di dasari oleh rasa cinta,,, Tetapi ia selalu berpikir dengan hadirnya ghia di pernikahan mereka akan mendatangkan cinta,, ternyata itu salah.


Malah semakin hari semakin jauh bahkan untuk pulang satu minggu satu kali pun sudah jarang.


Novi pun berusaha menahan rasa sesak yang ada di dadanya,, mempersiapkan mental untuk mendengar apa yang akan di katakan oleh Riko.


"Sambil menatap Riko" Novi pun berbicara,,, katakan apa yang mau kau katakan,",


InsyaAllah aku sudah siap menerima kenyataan sepahit apapun.


Perasaan Novi pun sudah tidak karuan,apakah mental dia cukup kuat menerima kenyataan atau berbanding terbalik.


Maaf kan aku nov sema ini aku sembunyikan dari kamu dan ghia,,, Riko pun sebenarnya tidak tega mengatakan ini semua tapi apalah daya.


"Minggu depan Antoni akan menikahi Nadia seorang gadis yang pernah ada di masa lalunya"

__ADS_1


Bagaikan tersambar petir di siang hari,rasa sesak nyeri bagaikan tertusuk ribuan jarum.


Rasa itulah yang saat ini di rasakan oleh novi,.


Tetapi dia berusaha untuk menahan nya dia tidak mau terlihat lemah di mata Riko dan ghia.


Riko menatap Novi dengan rasa kasihan terhadap wanita ini,"selama pernikahan nya tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya dan sekarang harus menerima kenyataan sepahit ini,, malang sekali nasib mu nov "Riko sambil berkata dalam hati. "


Nov apa kamu baik baik aja,??


Aku baik baik saja, Novi menjawab sambil tersenyum dan entah senyum apa itu,, yang jelas. Di balik senyum itu tersimpan seribu luka yang ia tutupi, hanya karena ia tidak mau terlihat lemah di mata orang lain.


Yakin kamu baik baik saja'"Riko menatapnya dengan sendu"


Jika kamu merasa tidak enak mari aku antar pulang.


Lagian ini sudah sore juga,,, jarak dari sini ke rumah mu kan lumayan jauh.


Enggak usah lah mas, aku enggak mau merepotkan, lagian kita naik taksi saja, Novi menolak tawaran dari Riko.


Sudah lah nov jangan bicara seperti itu lagian rumah kita juga satu arah, jadi biar sekalian aku pulang juga."Riko pun berusaha membujuk Novi agar dia mau pulang bareng"

__ADS_1


Oh ya cepetan tuh panggil ghia ya nanti kita kesorean loh kan biasanya arah ke rumah itu suka macet di jam segini,, Riko memerintahkan Novi untuk memanggil ghia yang masih saja asik bermain meskipun sendirian.


Perlahan Novi mendekati ghia sambil memanggil namanya,.


Ghia sayang yuk kita pulang ini sudah sore, tuh om menunggu kita pulang bareng ya.


Putri kecil yang sangat lucu dan tidak tahu apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya.


Ghia pun berlari menghampiri ibunya,sambil berkata ia ibu aku juga sudah cape dari tadi bermain.


Oh ya bu boleh enggak ghia minta sesuatu?" gadis kecil itu sambil bergelayut manja terhadap sang ibu"


Novi menjawab dengan senyuman sambil managkup kedua pipi cabi sang putri tercinta,


Ghia mau apa sayang ibu akan turuti semua ke inginan kamu sayang selagi ibu bisa.


"Ghia pun berkata"bu di belokan sebelum rumah kita itu kan ada penjual ice cream bisa enggak kita mampir di sanah.


🌾Rate


🌾Like

__ADS_1


🌾Komen


__ADS_2