AIR MATA PENANTIAN

AIR MATA PENANTIAN
BAB 48


__ADS_3

Di sebuah ruangan terlihat seorang gadis berpakaian kebaya pengantin sedang terbaring tak sadarkan diri.


Sudah hampir 2 jam belum sadarkan diri.


Bagai mana ini ko nadia belum sadar juga ucap"dilla kepada ibu y nadia "


Dengan penuh kehawatiran takut terjadi sesuatu terhadap sahabat nya itu.


Sudah dua jam berlalu tidak ada tanda- tanda nadia akan sadar.


Di sebuah kursi ujung ruangan terlihat ayah nadia sedang duduk dengan tatapan kosong ke depan,, entah rasa apa yang sedang ia rasakan saat ini.


Malu,marah, kecewa bercampur menjadi satu.


Orang tua mana yang menerima anaknya di perlakukan seperti itu.


Tetapi apalah daya mungkin ini jalan yang terbaik,yang Allah berikan bahwa pernikahan ini bukanlah yang terbaik bagi nadia.


Ibunya nadia duduk di samping putrinya yang masih belum sadar,,, menatap wajah putrinya lekat lekat dengan tatapan nanar,,,perih sesak itu yang dia rasakan putri yang ia jaga dengan penuh cinta penuh kasih sayang harus menerima ujian seberat ini.

__ADS_1


Ini tidak adil bagi hidup nadia.


Dengan penuh kasih sayang dan segala kelembutan ibunya nadia mengelus rambutnya,,, sayank putri ibu bangun jangan seperti ini.


Masih ada ibu, ayah dan kakak yang menyayangi mu nak.


Kami selalu menyayangi mu nak,,,,Akhirnya ibu nadia pun menangis yang sejak tadi ia tahan untuk tidak menangis.


Seorang ibu yang mana tidak akan menangis jika anak ya seperti ini.


Tiba tiba nadia merasa ada tetesan air di wajah nadia,, dia menggerjap ngerjap mata menelisik yg ada di ruangan tersebut.


Sayang kamu sudah bangun nak,, alhamdulillah kami sangat hawatir kamu pingsan tuh sudah dua jam lebih.


Ibu menangis yah karena aku,,,bu maafin aku yah sudah membuat ibu dan ayah malu karena keputusan yang aku ambil"Nadia menatap wajah ibu nya dengan sendu"


Tidak sayang,,,, ini bukan salah mu dan bukan salah siapa siapa mungkin ini sudah takdir dari Sang Maha Kuasa bahwa dia bukan yang terbaik untuk mu.


Allah tidak akan memberikan ujian di bawah batas kemampuan umatnya.

__ADS_1


Mungkin Allah memberikan ujian ini untuk mu bahwa kamu pasti kuat menerima nya.


Nadia duduk dan memeluk erat ibunya sambil menangis mungkin saat ini ia menangis melupakan apa yang ada di hatinya.


Berharap setelah ini ia tidak akan menangis lagu untuk orang yang memang tidak pantas untuk ia tangisi.


Menangis lah sayang jika itu membuat hatimu tenang tapi kamu harus janji pada ibu jangan menangis lagi setelah ini.


Sambil mengelus punggung Nadia,, ibunya membiarkan Nadia menangis di pelukan nya karena ia yakin putri nya saat ini sedang ingin melupakan apa yang ada di hatinya,, Lewat tangisan.


Setelah beberapa menit ia menangis lelah sudah yang ia rasakan saat ini di melepaskan pelukan dari ibunya.


Bu apakah aku tidak pantas untuk bahagia???


Nadia bertanya pada sang ibu dengan tatapannya yang penuh dengan luka.


Ko kamu bicara seperti itu sih nak. ibunya nadia berusaha untuk tenang dan tidak terlihat sedih di hadapan nadia,,jika ia terlihat sedih di hadapan nadia apa yang akan terjadi nantinya terhadap putrinya.


Mungkin ini belum saat kamu bahagia melalui pernikahan.

__ADS_1


Apakah dengan menikah atau tidak selama ini kita tetap bahagia kan sayang,,, sambil tersenyum dan mengelus pipi sang putri.


__ADS_2