AIR MATA PENANTIAN

AIR MATA PENANTIAN
BAB 45


__ADS_3

Lirik lagu (saat kau tak disini)


Seperti bintang bintang


Hilang ditelan malam


Bagai harus melangkah


Tanpa ku tau arah


Lepaskan aku dari


Derita tak betepi


Saat kau tak disini


Seperti dedaunan


Berjatuhan di taman


Bagaikan debur ombak


Mampu pecahkan karang


Lepaskan aku dari


Derita tak berakhir


Saat kau tak disini


Saat kau tak ada atau kau tak disini


Tak terhitung waktu


Tuk melupakanmu


Aku tak pernah bisa


Aku tak pernah bisa

__ADS_1


Seperti dedaunan


Berjatuhan ditaman


Bagaikan debur ombak


Mampu pecahkan karang


Lepaskan aku dari


Derita tak beakhir


Saat kau tak disini


Saat kau tak ada atau kau tak disini


Tak terhitung waktu


Tuk melupakanmu


Aku tak pernah bisa


Aku tak pernah bisa


Saat kau tak ada atau kau tak disini


Tak terhitung waktu


Tuk melupakanmu


Aku tak pernah bisa


Aku tak pernah bisa


Saat kau tak ada atau kau tak disini


Terpenjara sepi tak terhitung waktu


Tuk melupakanmu

__ADS_1


Aku tak pernah bisa


Lagi pengen nyanyi bentar ya🤣🤣🤣


Terlihat di tepi ranjang seorang wanita muda yang penampilan nya acak acakan memeluk lututnya sambil menangis.


Novi merasa sangat terpukul dengan keadaan yang sekarang.


Apakah ini awal untuk menuju kebahagiaan,,, atau akan membuka luka baru untuk ghia.


Selama ini ghia selalu bilang ingin seperti layak nya orang-orang tinggal bareng kedua orang tuanya.


Lalu apa yang harus Novi katakan terhadap ghia jika setelah ini mungkin sangat ayah tidak akan pernah datang ke rumah ini lagi.


Setelah enam tahun bertahan dengan pernikahan seperti ini akhirnya berujung dengan perpisahan.


Mungkin perpisahan adalah jalan yang terbaik, daripada bersama tetapi saling melukai.


Setelah merasa lelah karena menangis terlalu lama.


Novi pelan-pelan bangkit dan berjalan perlahan keluar kamar.


Menuju ke kamar nya ghia,,,, setelah sampai di sanah terlihat tubuh mungil sangat putri tercinta.sedang tertidur lelap.


Sambil menatap wajahnya dan mengelus kepalanya Novi berkata dalam hati"sayang maafkan ibu ya mungkin keputusan ini akan melukai mu tapi ibu yakin kita bisa hidup bahagia meskipun tanpa ayah mu"dan air mata nya pun tak terasa kembali mengalir.


"Setelah puas menatap ghia"Novi pun perlahan berjalan keluar kamar dan menuju dapur,karena dia merasa kerongkongan nya kering dan ingin mengambil minum.


Nona ada yang bisa di bantu atau butuh sesuatu,, terdengar suara bik minah dari arah dapur.


Tidak bik saya hanya ingin mengambil air putih saja"novi menimpali ucapan bik minah sambil berjalan tanpa melihat ke arah nya"


Bi apa tadi bapak bilng apa sebelum dia pergi"Novi berusaha mencari tahu kepada bik minah"


Oh ya nonton tadi bapak cuma bilang suruh jaga ibu dan non ghia,, dia bilang jangan sampai ibu telat makan dan masuk rumah sakit lagi,, itu katanya buang buang uang saja.


"Bik minah pun menyampaikan apa yang di katakan tuannya tadi"


Ia bik makasih yah sudah setia menemani saya dan ghia selama ini"Novi duduk di kursi sambil meletakkan botol minuman di atas meja"

__ADS_1


Ia non jika non mau cerita atau apapun itu tinggal bilang bibik.


"Bibik akan selalu siap bantu non,,bibik sudah anggap anak sendiri, jangan sungkan untuk berbagi kesedihan,mungkin itu bisa meringankan beban yang ada di hati".


__ADS_2