
Kedua insan yang baru saja melakukan pelepasan itu sama-sama merebahkan diri, aktivitas yang menghasilkan kenikmatan memang melelahkan. Antoni memeluk Novi dan mencium keningnya seraya mengucapkan terima kasih. Apa yang dilakukan pria itu membuat Novi tersenyum penuh arti dan membalas ciuman suaminya dengan mengecup bibirnya.
Pendar harapan mulai muncul di hatinya hingga kemudian dia merasa menjadi istri Antoni seutuhnya. Dia tidak akan lagi pasif, dia akan menjaga rumah tangganya agar tetap utuh dan mesra sampai tua atau salah satu di antara mereka tiada.
Novi begitu gembira dengan ajakan Antoni yang memintanya untuk ikut bersama ke Surabaya, siapa yang tidak mau ikut pergi ke salah satu kota terbesar kedua di Indonesia? Dia akan menganggap kepergian mereka sebagai bulan madunya.
Beberapa menit kemudian wanita itu mulai memejamkan mata, mereka pun tertidur dalam keadaan saling berpelukan.
*****
Siang itu Nadia masih istirahat bersama beberapa pegawai kebersihan lainnya, sambil menikmati bekal makan siang hasil masakannya sendiri. Sejak dia membeli peralatan masak, dia tidak membeli makanan di warung tapi, membuat bekal sekaligus untuk sarapannya di pagi hari. Hanya sesekali saja dia membeli makanan di makan siang di kantin, jika terlalu lelah atau harus lembur.
Nadia makan bersama teman-teman lainnya di ruang tempat para OB dan petugas kebersihan biasa berkumpul, yaitu tempat yang tidak jauh dari lorong di mana toilet para atasan dan atasan mereka berada.
Saat itulah Fauzan berjalan melewati mereka, pria itu baru keluar dari toilet pria. Seketika para petugas kebersihan yang ada di sana, mulai berbisik-bisik tentang anak bos besar mereka.
Dari mulut-mulut yang bergunjing itulah Nadia tahu tentang bagaimana bisa pimpinannya itu memiliki dua istri dan dua anak dalam waktu yang hampir bersamaan.
__ADS_1
“Pak Fauzan itu anak nggak diharapkan, makanya dia begitu.”
“Dia memang nggak boleh nunjukkin muka di depan umum kalau masih mau di anggap anak oleh istri bos.”
“Makanya dia pake masker terus.”
“Sebenarnya kasihan, tapi dia jahat, sih, kakaknya sendiri mau dibunuh, sekarang koma di rumah sakit, kan, kakaknya?”
“Iya, tahu rasa orang jahat. Makanya gak dapat warisan. Dia datang kalo butuh duit Bapaknya!”
“Iya, dasar anak pelakor! Pantesan umurnya pendek tuh Ibunya.”
“Heh, kalian! Makanya jangan sekali-kali jadi pelakor, dari pada apes! Kalo gak digerebek massa, umurnya pendek deh kayak istri kedua bos!”
Ucapan pedas dan umpatan buruk semua terlontar pada Fauzan, anak pimpinan perusahaan yang baru saja lewat. Semua belum tentu kebenarannya, seperti itu yang Nadia pikiran setelah mendengar ocehan teman-temannya. Sebab dia mendengar sendiri cerita Fauzan malam itu, bahwa dia di tuduh mencelakai saudaranya padahal, dia tidak tahu apa-apa.
Mereka yang ada di perusahaan itu tentu tidak ada yang tahu kejadian yang sebenarnya. Ya, kejadian yang menyebabkan kehadiran Fauzan ke dunia sekitar 27 tahun yang lalu.
Fauzan adalah anak dari istri kedua yang tidak diharapkan. Dia terlahir karena sebuah kesalahan yang dilakukan Hadian saat pria itu harus pulang malam karena pekerjaan, saat itu perusahaan yang dirintisnya baru saja bangkit dan mulai berkembang.
Saat pulang malam itulah, Hadian bertemu dengan seorang wanita yang tengah terdesak seperti tengah dikejar seseorang. Hadian hanya berpikir positif untuk menolong wanita yang waktu itu dalam kondisi mengenaskan, kotor dan pakaiannya acak-acakan. Akan tetapi wanita itu cukup cantik dan begitu menggairahkan karena pakaian yang dikenakannya seperti kekurangan bahan.
__ADS_1
Hadian membawa wanita itu dengan mobilnya dan ternyata itulah petaka awal hingga dia dengan terpaksa memenuhi keinginan wanita yang tanpa dia sadari berada dalam pengaruh obat perangsang.
Malam semakin larut saat Hadian menanyakan ke mana tujuan kepergian dan rumah wanita itu karena dia berniat mengantarkan pulang agar aman. Akan tetapi wanita itu tidak juga menjawab dan justru mengeluarkan suara yang menggoda keinginan pria. Tanpa memikirkan apa akibatnya, wanita itu menggoda Hadian dengan melucuti seluruh pakaiannya yang sudah acak-acakan itu satu persatu dalam mobil.
Hadian saat itu begitu bingung harus berbuat apa, hingga setan sukses melancarkan rayuannya pada pria yang sudah tertarik sejak melihat kecantikan wanita malang itu.
“Maaf, aku tidak bisa melakukan itu,” tolak Hadian saat itu, hingga dia mendorong wanita itu menjauh dari dirinya yang masih mengemudi.
“Tolonglah ... tolong aku, ya ... Please ....” Rintih wanita itu memohon, dia tidak mengenal siapa pria yang ada di sampingnya tapi dia lebih memilih laki-laki yang tidak dikenalnya ini dari pada harus menyerahkan diri pada pria terkutuk yang sudah membuatnya seperti itu. Dia pikir Hadian adalah pria baik, buktinya dia akan mengantarkannya walau tidak mengenal sebelumnya.
Wanita itu terus mendekat tanpa putus asa, merayu dan membelai beberapa bagian tubuh Hadian yang bisa dia jangkau dari tempat duduknya. Tidak lama setelah itu terlihat akhirnya pertahanan pria itu hampir goyah, demi melihat tubuh mulus yang indah dan terpampang di hadapannya.
“Maaf, aku hanya mau mengantarkan kamu pulang, di mana rumahmu? Ayo! Pakai bajumu!”
“Tidak! Kamu harus menolongku, kalau tidak ....!”
“Kalau tidak, kenapa?”
Bersambung
__ADS_1