AIR MATA PENANTIAN

AIR MATA PENANTIAN
BAB 44


__ADS_3

Apa yang akan kamu lakukan sama aku sama ghia, hahh apa membunuh aku silahkan,,novi berteriak sambil memukul dada bidang antoni.lakukan bahkan mungkin itu lebih baik bagiku.


Daripada setiap hari harus menerima semua perlakuan mu.


Ceraikan aku saat ini juga,,,,Novi sambil menangis histeris.


Ok baiklah jika itu mau kamu aku akan mengabulkan permintaan mu,,, tapi jangan pernah berharap untuk bisa pergi dari rumah ini.


Antoni berbicara sambil berjalan mengambil koper yang ia lempar tadi.


Dan mengemasi semua barang barang nya,biarkan aku yang pergi dari rumah ini.


Kamu dan ghia tidak boleh pergi dari sini karena rumah ini milik mu dan ghia.


Maaf kan aku jika selama ini semua sikap ku hanya menyakiti mu dan ghia.


Mungkin ini juga saat nya kita mengakhiri semua ini.


Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan.


Hanya kata maaf saja tidak bisa membuat rasa sakit di hati kamu hilang.

__ADS_1


Antoni setelah berbicara,langsung keluar kamar sambil membawa koper nya.


Tanpa mereka tahu seorang anak kecil menguping semua pembicaraan kedua orang tuanya.


Mungkin bagi ghia,,,ini sangat menyakitkan.


Harapan nya untuk mendapatkan kasih sayang seorang ayah dan mendapatkan keluarga yang harmonis dan utuh.


Hilang sudah harapan ini kini semua hanyalah impian di pagi hari yang tidak pernah akan terkabul.


Sakit,, nyesek dan entah rasa apalagi yang di rasakan gadis kecil itu.


Dan rasanya untuk berdiri saja sangat sulit,,sambil bersandar di balik tembok gadis kecil itu menangis.


Tiba tiba dari arah belakang ghia ada yang memeluknya,,sambil berkata sayang kamu gadis kecil yang luar biasa pasti bisa melewati semua ini.


Bik minah yang selalu setia menemani hari hari Novi dan ghia.


"Bik minah" sambil menggendong gadis kecil itu dan membawanya ke kamar dan berusaha menenangkan nya.


Sayang sudah jangan menangis terus jika ibu melihat ghia menangis seperti ini pasti dia sangat sedih,, bik minah sambil mengelus rambut ghia.

__ADS_1


Bik,,, apakah ayah tidak akan pulang lagi ke rumah ini,? Tiba tiba pertanyaan ini keluar dari mulut gadis kecil,bahkan berbicaranya pun terbata bata karena masih saja menangis meskipun sudah mulai tenang.


Sayang ko bicaranya seperti itu sih,,, memangnya siapa yang bilang jika ayah tidak akan pulang lagi ke rumah ini?


Sebenarnya bingung juga bik minah harus menjawab apa,sebisa mungkin ia berusaha menjawab pertanyaan ghia tanpa harus membuat gadis kecil itu kecewa.


Itu tadi ayah pergi bi membawa semua barang barang nya.


Ghia mendengar ayah dan ibu bertengkar tadi.


Sayang mungkin ayah ada pekerjaan di luar kota , biasanya juga kan suka seperti itu.


Tetap berusaha tenang bik minah pun menimpali semua ucapan ghia.


Meskipun dalam hati kecilnya ia pun menangis.


ghia seorang gadis kecil itu harus menghadapi masalah seperti ini.


Yang mana semua ini korban dari ke egoisan orang tua.


Yang jadi korban anak dan tidak seharusnya juga seorang anak mengetahui semua masalah orang tuanya.

__ADS_1


Seberapa besar masalah yang di hadapi orang tuanya anak tidak boleh mengetahui.


Harus tetap berusaha tenang tentram dan damai di hadapan anak agar mental anak tidak terganggu.


__ADS_2