AIR MATA PENANTIAN

AIR MATA PENANTIAN
BAB 40


__ADS_3

Pagi yang sangat cerah untuk memulai aktifitas,terlihat seorang gadis cantik yang sangat ceria menyambut pagi.


Telah bersiap siap untuk pergi ke tempat di mana ia mengabdikan dirinya menjadi seorang pendidik.


Setelah selesai bersiap ia berpamitan kepada ayah dan ibunya,sambil bersalaman kepada kedua orang tuanya.


"Nadia pun berkata ibu aku berangkat ke sekolah dulu, mungkin pulang agak sore ya. Asalamualaikum"?


" Waalaikumsalam,ayah dan ibu nadia pun menjawab dengan bersamaan, hati ya bawa motornya ya jangan ngebut."


"Ia ibu, ayah"Lagian ini masih pagi sangat suka nadia tuh menikmati perjalanan menuju sekolah, nadia berbicara sambil perlahan melajukan kendaraan nya.


"Ayah",,ko ibu rasanya hawatir yah tentang pernikahan nya nadia,ada rasa gk ikhlas untuk merestui pernikahan nadia dengan antoni.


Ibu nya nadia berkata dengan penuh rasa khawatir.


"Ibu",,,, Ko ngomong nya begitu sih,,,, memangnya kenapa dengan antoni.


Dia kan anak nya baik dan sangat mencintai nadia anak kita" Ayah nadia pun berkata dengan meyakinkan ibunya.


"Entahlah ayah",,,, rasanya enggak rela untuk melepaskan nadia ayah,,, ibunya nadia berkata dengan rasa yang sulit di artikan.

__ADS_1


Padahal dia tahu selama ini antoni sangat baik dan sopan.


"Ah itu mungkin perasaan ibu yang belum siap untuk jauh dari nadia, jika nanti dia ikut dengan suaminya.


Pan selama ini ibu gk pernah jauh dari anak perempuan ibu satu satunya"


Ayah nadia pun berusaha membuatnya tenang.


Dan jangan berpikir yang aneh aneh kita doa kan semoga lancar sampai hari H.


Amiiin,,, ibu nadia berusaha meyakinkan hatinya untuk tidak berpikir aneh aneh tentang calon menantunya.


Selamat pagi bu nadia sapa seorang penjaga gerbang yang selalu tersenyum kepada semua orang.


"Pagi juga bapak,apa kabar hari ini"?


Nadia membalas sapaan dari pak parjo seorang penjaga sekolah.


Alhamdulillah baik ibu seperti yang ibu lihat.


parjo pun dengan penuh senyuman di wajahnya menjawab pertanyaan dari nadia.

__ADS_1


Bu guru calon pengantin tambah cantik saja deh, parjo pun menggoda nadia.


Ah bapak ini bisa saja,,, nadia menjawab dengan wajah yang mulai memerah dia merasa malu ketika di sebut calon pengantin.


"Oh pak apakah bu dilla dan pk Yogi sudah datang",,nadia bertanya tentang kedua sahabat nya tersebut.


"Pak Yogi belum kelihatan , tapi ibu dilla sudah dari pagi datanya dia yang pertama datang" parjo menjawab pertanyaan nadia sambil tersenyum ke arah bu nadia.


Ok baiklah Bpk terimakasih,,, Saya ke kelas dulu ya.


Nadia pun perlahan pergi meninggalkan parjo dan menuju ruang an di mana dia akan bertemu semua stap mengajar di sanah.


Dengan melewati lorong lorong kelas yang sudah ramai di penuhi anak anak.


Ada rasa bahagia yang sulit di artikan bagi nadia ketika melihat anak didik nya sedang bermain bersanda gurau di kala sedang menunggu bell berbunyi untuk memulai pelajaran.


Sampai di ruang kerja,sudah terlihat beberapa orang di sanah termasuk dilla yang telah duduk di depan laptop ya yang sedang mempersiapkan bahan untuk dia mengajar.


Asalamualaikum,,nadia masuk ke ruangan sambil mengucapkan salam.


Waalaikumsalam salam terdengar jawaban salam dengan kompak dari semua orang yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2