Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
Awal Pertemuan


__ADS_3

"Akhirnya pesawat ini lepas landas juga" ucap Shofia dalam hati sambil mendekap bayinya yang berumur 8 bulan.


"Untung Zidan tidak terlalu cerewet di dalam pesawat padahal ini pertama kalinya anakku naik pesawat dan mudah-mudahan tetap begitu karena penerbangannya akan lama" ucap Shofia pelan.


Inilah waktunya Shofia kembali ke tanah air setelah hampir 4 tahun lamanya ia kabur ke Inggris.


Masih jelas diingatannya ketika pertama kalinya ia memutuskan untuk kabur mengikuti kekasihnya yang tidak mendapatkan ijin dan restu dari bapaknya.


"Sayang, aku ingin ikut denganmu ke Inggris. Aku udah lelah dengan sifat bapak yang selalu mengekangku.


Dan kau pun tau bapak sangat tidak setuju dengan hubungan Kita" ucap Shofia sambil memeluk erat kekasihnya Arya.


Arya hanya mengangguk.


Arya, kekasihnya yang pertama kali ia bertemu di pertandingan Basket antar universitas di Jakarta sudah membuatnya Jatuh Cinta saat pandangan pertama.


Pria yang membuat hatinya terbang melayang saat memandangnya dan apalagi ketika bicara dengannya pada saat ia membantu mengambilkan bola basket yg terjatuh tepat dibawah kakinya.


"Terima kasih ya" ucap Arya pada Shofia saat gadis itu melempar bola basket yg Jatuh dibawah kaki Shofia.


Shofia Hanya bisa tersenyum malu sambil menenangkan detak jantungnya yg berdetak cepat.


"Ya Tuhan ganteng banget sih nih cowok apalagi suaranya sangat lembut" ucap Shofia dalam hati sambil kembali duduk disamping sahabatnya Lili dan melanjutkan menonton pertandingan.


"Fia..Shofia....kenapa wajahmu jadi merah begitu? ujar Lili kepada Shofia.


"eh Masa sih li? mungkin karena disini sangat panas Li" jawab Shofia sambil memegang wajahnya.


Ia kembali memandang wajah pria di lapangan bola basket yg sedang bertanding.


"Aduh kenapa dada ini deg-degan begini sih apalagi kalo aku memandang wajah pria itu" ucap Shofia dalam hati.


Setelah pertandingan berakhir, Shofia dan Lili hendak beranjak keluar dari ruangan lapangan basket.


Tapi mereka sengaja keluar agak belakangan karena tidak mau berdesak-desakan dengan para penonton yang lain.


Ketika sudah mulai sepi dan mereka baru saja berdiri menuju pintu keluar tiba-tiba terdengar orang memanggilnya


"Hai...tunggu dulu!" teriak pria yang tadi dibantunya.


Shofia dan Lili menoleh kearah suara itu


"Eh..iya, kenapa?" tanya Shofia.


"Kenalkan namaku Arya. Nama kamu siapa dan apa kamu kuliah disini juga?" tanya pria itu sambil memberikan tangannya kedepan Shofia.

__ADS_1


"Oh namaku Shofia dan ini Lili sahabatku" ucap Shofia sambil menyambut tangan Arya. mereka bersalaman begitu juga Lili sahabatnya.


"Kami kuliah disini juga bagian bisnis" jawab Lili sambil tersenyum.


"Aku di fakultas Teknik Industri" ujar arya.


Dan seketika arya mengambil handphone dari tas ranselnya.


" Bolehkah aku meminta no telpmu Shofia?" tanya arya.


"Eh iya boleh. 0812********" jawab Shofia.


Inilah awal perkenalan mereka dan setelah kejadian itu Shofia dan Arya menjadi dekat dan akhirnya mereka pacaran.


Tapi bapak Shofia sifatnya sangat keras tidak menyetujui hubungan putrinya.


Terpaksa Shofia dan Arya menjalani hubungan secara sembunyi-sembunyi.


Tapi saat Arya harus pindah ke Inggris untuk mengikuti keinginan orang tuanya, Shofia meminta untuk ikut karena sudah lelah dengan sikap bapaknya yang selalu keras dan mengekang Shofia apalagi hubungan dengan Arya tidak disetujui oleh bapaknya.


Akhirnya mereka terbang ke Inggris dan tinggal layaknya suami istri sampai akhirnya Shofia Hamil.


"Shofia, kau tau aku belum siap jadi ayah, dan apa kata orang tuaku kalo mereka tau aku mempunyai anak diluar nikah dan kuliahku juga belum selesai. Aku mau kau menggugurkan anak itu atau Kita putus!" ancam Arya sambil memandang tajam ke arah Shofia.


"Apaaaa....kenapa kamu jahat sekali Arya? Kamu tau bahwa anak dalam kandunganku ini tidak bersalah.


Wajah Arya seketika memerah karena menahan amarahnya


"Yaaa sudah. Kau yang memutuskannya. Aku sudah bilang kalo kau tidak mau menggugurkan bayi itu. Kita harus putus!!" ucap Arya sambil pergi meninggalkan Shofia yang hanya terduduk sambil menangis.


Akhirnya Shofia harus menanggung sendiri kepedihannya apalagi menjalani kehamilannya sendiri dari awal hamil, muntah, ngidam sampai waktunya melahirkan pun Arya tidak pernah muncul walaupun sekali.


Di rumah sakit, Shofia harus menahan rasa sakitnya kontraksi selama beberapa jam dan sampai waktu bayinya keluar.


"Congratulation, you are having a boy/Selamat anda mempunyai anak laki-laki" ucap dokter yang menanganinya.


"Thank you/Terima kasih" jawab Shofia dengan lemah karena ia memang sudah lelah dan hatinya sakit.


Ayah dari bayinya tidak muncul juga bahkan sampai ia keluar dari rumah sakit.


Setelah melahirkan Shofia harus kembali bekerja di supermarket untuk membiayai kebutuhan hidupnya apalagi kini ia juga memiliki bayi.


"Shofia.....Maaf aku tidak bisa menjaga bayimu lagi karena aku ada urusan mendadak" ucap Meri teman 1 flatnya yang tiba-tiba muncul membawa bayinya.


"Tapi Mer, shiftku tinggal 1 jam lagi. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku.

__ADS_1


Bagaimana aku bisa menjaga Zidan?" tanya Shofia sambil memohon kepada meri.


"Bukan urusanku. Aku benar-benar ada urusan mendadak" jawab Meri sambil berlalu.


Shofia hanya bisa terdiam sambil menggendong bayinya.


Huaaaa........... lamunannya dikejutkan oleh2 tangisan Zidan bayinya.


"Kenapa sayang...kenapa menangis?" Shofia langsung membuka baju dan memberikan buah dadanya kebayinya.


Tapi Zidan tetap menangis tidak mau menyusu.


Penumpang yang lain juga sudah mulai kesal mendengar tangisan bayi itu.


Karena bayinya tidak mau diam, Shofia berdiri menggendong bayinya yang masih menangis menuju ke arah toilet di depan.


Dia masuk ke dalam toilet dan ikutan menangis juga.


Mengapa nasibku jadi begini guman Shofia dalam hati.


Setelah sekian lama akhirnya Zidan kembali tertidur.


Shofia keluar dari Kamar Mandi hendak kembali ke tempat duduknya.


Tiba-tiba pesawat berguncang dan membuat Shofia tidak bisa menahan keseimbangannya sehingga terjatuh di pangkuan seorang pria.


"Are you okay/kamu baik-baik saja?" tanya pria itu sambil tetap memegang tubuh Shofia agar tidak Jatuh.


"Sorry, eh yes I am fine/Maaf eh iya saya baik-baik saja" jawab Shofia dan ia berusaha berdiri tapi tidak bisa karena pesawat masih berguncang.


"Are you indonesian?" tanya pria itu lagi. Shofia hanya mengangguk sambil mempererat pelukan ke bayinya.


"Kamu bisa duduk disebelahku dulu sampai pesawat ya sudah tenang kembali" kata pria itu sambil membantu Shofia pindah ke tempat duduk disampingnya.


Enaknya tempat duduk ini sangat luas beda banget sama tempat duduk di kelas ekonomi pikir Shofia.


Shofia memandang pria disebelahnya.


Pria ini tetap tenang walaupun dalam keadaan begini.


Malah dia membuka ipadnya dan sibuk berkutik dengannya.


Shofia mengalihkan pandangan kebayinya sambil tetap memeluk bayinya yang masih lelap tidak terganggu oleh goncangan pesawat.


Mungkin malah ini yg buat bayinya tetap nyenyak serasa diayun-ayun pikir Shofia.

__ADS_1


Karena sangat lelah akhirnya ia pun tertidur.


__ADS_2