
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 jam, akhirnya mereka tiba di bandara Berlin Tempelhof, dan pramugari segera memberikan aba aba untuk segera bersiap, karena pesawat akan landing
Nasya yang kini sudah berada di dalam pelukan El, karena beberapa jam yang lalu Nasya terbangun dan dia merasakan perutnya lapar, El yang saat itu masih berkutat dengan banyaknya berkas, langsung menghampiri Nasya yang sedang dalam mode merajuk
"By, apakah kita sudah sampai?" Nasya langsung menoleh dan bertanya kepada El, karena Nasya mendengar pramugari tadi berbicara
"Iya sayang, tapi kita harus menempuh perjalanan lagi dengan menggunakan mobil menuju ke mansion kita" Jawab El menoleh ke arah Nasya yang sedang menatap nya
Mereka akhirnya sampai di bandara dan segera turun dari pesawat, para pengawal El langsung membawa mereka menuju mobil yang sudah di siapkan
Nasya yang merasa takjub dengan pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya, karena mereka tiba tengah malam jadi Nasya bisa melihat dengan jelas keindahan malam, mengingat dia yang jarang bepergian jauh naik pesawat
Dan El yang selalu menggenggam erat jemari tangan Nasya, kini tersenyum melihat sang istri yang seperti terhipnotis setelah mereka turun dari pesawat dan melihatnya
"Sayang, mobil kita sudah menunggu, nanti akan ByBy tunjukan tempat tempat yang indah yang ada disini, biar nanti Ilham yang mengatur jadwal ByBy, agar tidak menggangu acara traveling kita" El yang mengerti dengan apa yang Nasya fikirkan, akhirnya membuyarkan lamunan Nasya
"Benar By,?" Nasya yang merasa seperti bermimpi, akhirnya bertanya kepada El
"Iya sayang.! Tapi sekarang sudah larut malam, lebih baik kita langsung ke mansion dan beristirahat, ByBy janji nanti kita jalan jalan, setelah semua masalah yang di sini terselesaikan" Jawab El yang memang ingin mengajak Nasya berkeliling melihat tempat tempat indah yang ada di Jerman
Kurang lebih 1 jam mobil yang mereka tumpangi tiba juga di mansion, dan tampaklah beberapa orang laki laki dengan memakai setelan jas lengkap dan menundukkan kepala kearah El
"Tolong perketat keamanan selama aku berada disini, dan jangan biarkan orang lain masuk walaupun itu Paman Roy " Titah El memberikan perintah kepada para pengawal yang berjaga di sekitar mansion
"Baik Tuan.!" Jawab para pengawal serempak, dan El segera membawa Nasya masuk kedalam dan langsung menuju kamar, mengingat sekarang sudah pukul 12 malam
__ADS_1
"Sayang, lebih baik sekarang kita istirahat dulu, ByBy sudah siapkan semuanya, kalau ada perlu dengan bagian pantry tinggal telpon saja, tidak perlu turun ke bawah, biar nanti para ART yang akan membawakan nya," Ucap El segera dia membuka kemeja dan mengambil handuk untuk mandi
"Iya By, tapi baju Nana masih di dalam koper, Nana bingung mau salin pakai apa?" Ucap Nasya sembari mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar, dan tidak menemukan koper yang dia bawa
"Di lemari ada beberapa pakaian tidur, sayang bisa memakainya" El memang sudah menyuruh pelayanan untuk menyiapkan beberapa potong pakaian ganti untuk Nasya, namun entah kenapa semuanya tidak ada, dan El tidak mengetahuinya, langsung saja El masuk ke dalam kamar mandi
Tanpa pikir panjang, Nasya membuka lemari, dan dia di kejutkan dengan banyaknya pakaian wanita yang sedikit agak terbuka dan terkesan fulgar, bahkan semuanya tanpa lengan, dan ada pula gaun yang bentuknya seperti jaring dan sangat transparan, Nasya yang melihatnya hanya bergidig ngeri, mengingat dia belum pernah melihat gaun seperti itu, dia hanya bisa membayangkan jika orang yang mengenakan pakaian seperti itu adalah para wanita pekerja malam
Nasya menutup mulutnya tidak percaya, dan dengan mata yang berkaca kaca dia mencoba menahan hatinya yang sangat sesak dengan apa yang baru saja dia lihat, Nasya mencoba berfikir positif, dia tidak ingin menduga duga yang belum tentu benar adanya, namun hati dan fikirannya tidak sejalan dengan nalurinya sebagai istri
Tidak berselang lama Nasya menutup lemari, ponsel El bergetar yang ada di atas nakas, awalnya Nasya membiarkannya, namun getarannya tidak berhenti dan membuat jiwa penasaran Nasya seketika muncul, dia raih benda pipih itu, dan betapa terkejutnya Nasya, ketika yang ada di layar ponsel El ternyata seorang wanita yang sangat cantik dan terlihat modis, bahkan mungkin terlihat seperti model, namun belum sempat Nasya menerima panggilan tersebut, ponsel El sudah tidak bergetar lagi, dan terdengar suara pintu kamar mandi di buka, segera Nasya menaruh benda pipih tersebut ke nakas dan berlalu ke kamar mandi
El yang melihat Nasya tergesa gesa masuk ke kamar mandi hanya mengangkat kedua bahunya dan membuka lemari serta mengambil pakaiannya, namun El di buat heran saat dia melihat masih banyak baju baju Laura di lemarinya, memang dulu sering Laura menginap di kamar El dan hanya untuk menggoda El, namun El tidak pernah menyentuh bahkan berhubungan intim dengan Laura, dia hanya ingin membuat para pesaing bisnisnya jera dan takluk akan gertakan yang El berikan
"Tolong ke kamarku segera, dan bersihkan semua pakaian Laura yang ada di dalam lemariku, taruh saja di kamar tamu, jangan sampai istriku melihatnya dan bawakan koper kami segera" Pinta El kepada ART lewat sambungan telpon
Nasya menangis karena merasa dia telah di bohongi oleh suaminya sendiri, "Kenapa kamu tidak berterus terang sebelumnya kepadaku, kalau memang kamu sudah mempunyai wanita lain, dan kenapa menerima perjodohan ini, apa yang harus aku lakukan sekarang, semuanya sudah jelas, kalau kamu memang sudah ada yang punya selama ini, dan tidak mungkin hanya teman biasa kalau ternyata semua bukti jelas adanya" Ucap Nasya lirih di bawah guyuran shower
El yang merasa Nasya tidak segera keluar dari dalam kamar mandi, dia penasaran, pasalnya ini sudah dini hari, dan tidak baik untuk kesehatan berlama lama di dalam kamar mandi, segera El mengetuk pintu kamar mandi
Tok.....Tok ....Tok ....
"Sayang, apakah sudah selesai? cepat keluar, tidak baik terlalu lama di dalam kamar mandi" Berkali kali El mengetuk pintu, namun El tidak mendapat sahutan dari Nasya, karena penasaran El segera mendobrak pintu kamar mandi, dan batapa terkejutnya El saat melihat Nasya tertidur di bawah guyuran shower dengan masih mengenakan pakaiannya
"Sayang, apa kamu baik baik saja?" Namun El melihat kelopak Nasya yang bengkak, dan segera El mengangkat Nasya dan menaruhnya di atas kasur dan menyelimutinya, sebelumnya El menggantikan pakaian Nasya yang basah dengan pakaian yang El ambil dari dalam koper
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu bisa tertidur di bawah guyuran shower sih, kenapa tidak bilang kalau kamu memang masih jetlag karena menempuh perjalanan yang cukup lama, jangan siksa aku dengan kekhawatiran seperti ini, aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu" Ucap El sambil membelai rambut Nasya yang sedikit basah, El segera memeluk Nasya dan ikut tidur karena memang dirinya juga sangat lelah berada di dalam pesawat berjam jam, walaupun itu jet pribadi nya
Nasya yang merasakan berat di area perutnya langsung terbangun, dan dengan perlahan dia menoleh ke arah samping, di lihatnya El sedang memeluknya, dan segera dia mengangkat tangan El secara perlahan, dan melihat jam yang ada di atas dinding
"Astagfirullah, aku belum sholat subuh, dan sekarang sudah pukul 5 pagi" Ucap Nasya dengan suara khas bangun tidur, dan dia melihat ke arah badannya yang kini sudah mengenakan piyama tidur, karena seingatnya dia semalam merasakan pusing karena baru pertama melakukan perjalanan jauh dengan pesawat
'apakah ByBy yang menggantikan pakaianku yaa?' batin Nasya karena setelah merasakan pusing dia sudah tidak ingat apa apa lagi
Perlahan Nasya bangun dan hendak wudhu untuk sholat subuh, namun tangannya di tahan El yang memang sudah bangun saat merasakan tangannya di pindahkan Nasya
"Sayang, kenapa bisa pingsan di kamar mandi?, dan kenapa tidak bilang ke ByBy kalau memang kamu merasa jetlag karena perjalanan jauh?" Tanya El yang memang sudah membuka mata sempurna dan suara yang serak khas orang bangun tidur
"Nana juga tidak tau By, tiba tiba saja kepala Nana pusing, dan Nana sudah tidak ingat apa apa lagi" Nasya menjeda ucapannya, "Apakah ByBy yang menggantikan pakaian Nana?" Tanya Nasya
"Memangnya sayang fikir siapa yang menggantikannya,! Karena hanya ByBy yang berhak untuk melihat tubuh polos kamu" Goda El yang sukses membuat Nasya malu
"Kita belum sholat subuh By, nanti takut kehabisan waktu sholat, kalau begitu Nana wudhu dulu" Nasya yang sebenarnya masih kesal dengan El berusaha untuk menyembunyikannya, karena Nasya ingin El sendiri yang berterus terang dan menjelaskan perihal kekhawatiran Nasya tentang masa lalu El yang mungkin akan membuat sesak di hati Nasya
"Kamu memang sangat menggemaskan sayang, apalagi kalau sedang malu seperti itu" El hanya tersenyum saat melihat Nasya berlari ke kamar mandi, dan setiap kali melihat wajah polos Nasya saat dia goda
'Sampai kapan pun dan apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah melepaskanmu sayang, karena hanya kamu yang bisa membuatku semangat dalam menjalani hidup ini, dan tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun' batin El seraya bangun dan mempersiapkan peralatan sholat untuk dirinya dan juga Nasya
TBC
Sedikit konflik yaa tapi ga berlarut larut kok !!
__ADS_1
Dukung terus Author yaa
See you