Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
Permintaan Aneh


__ADS_3

Mau tak mau aku harus kembali ke tanah air apalagi aku sudah cukup lama menundanya.


Tidak mungkin aku tetap mengulur waktu untuk tidak kembali pulang.


Sudah 5 tahun aku di Inggris untuk kuliah atau lebih tepatnya melarikan diri dari keluargaku dengan segala peraturannya.


Pikiran Dika terus berputar memikirkan bagaimana caranya ia bisa bersikap saat kembali pulang.


Dika dilahirkan sebagai anak tertua yang akan mewarisi bisnis besar keluarganya.


Papinya, Santiago Ajiwijoyo merupakan salah satu pengusaha terkaya di Indonesia.


Keluarganya memiliki bisnis properti hampir di seluruh propinsi di Indonesia, puluhan hotel berbintang lima di dalam dan luar negeri.


Belum lagi mal-mal, pertambangan batu bara serta banyak bisnis lainnya yang membuat keluarga itu kaya raya sampai 7 turunan.


Keluarga Ajiwijoyo hanya memiliki 2 anak.


Anak pertama yaitu Andhika Ajiwijoyo dan Angelina Ajiwijoyo.


Otomatis Dika adalah penerus bisnis keluarganya.


Karena dilahirkan dalam keluarga yang milioner tersebut makanya dari lahir Dika harus dibesarkan dalam keluarga yang mempunyai peraturan yang ketat dari bangun tidur sampai tidur lagi.


Bahkan dari kecil pun ia sudah dijodohkan dengan wanita pilihan orang tuanya.


Satu-satunya cara melarikan diri dari segala peraturan keluarganya, Dika mengambil alasan untuk kuliah di luar negeri.


Sudah 5 tahun ia di Inggris. Hidup bebas melakukan apapun tanpa peraturan keluarganya.


Bahkan ia bisa bebas berhubungan dengan wanita manapun tanpa memikirkan bahwa ia sudah bertunangan dengan Miranda, wanita pilihan maminya.


Tapi bagaimanapun ia tetap harus kembali ke tanah air.


Kuliahnya udah selesai 1 tahun yang lalu.


Tidak ada alasan lagi buatnya untuk menunda kepulangannya meski hatinya sangat berat untuk kembali ke dalam peraturan keluarga.


Apa lagi yaa alasan yang tepat biar aku bisa bebas lagi?, pikir Dika.


Tiba-tiba pesawat berguncang.


Brukkk ada wanita dan bayinya Jatuh terduduk dipangkuannya.


"Are you okay/kamu baik-baik aja?" tanya Dika kaget.


Sepertinya wanita ini orang Indonesia juga.


"Sorry eh yes I am fine/Maaf eh ya Saya baik-baik saja" jawab wanita itu sambil terus memeluk bayinya yang sedang tidur.


"Are you Indonesian/kamu orang Indonesia?" tanya Dika memastikan.


Wanita itu mengangguk sambil coba berdiri tapi terjatuh lagi karena pesawat masih berguncang.


"Kamu bisa duduk disebelahku dulu sampai pesawat ya sudah tenang kembali " kata Dika sambil membantu wanita itu berdiri dan pindah ke tempat duduk disebelahnya yang memang kosong.

__ADS_1


Setelah wanita itu duduk ia kembali membuka ipadnya dan melihat email dari ibunya yang memintanya kembali pulang dan segera menikah dengan Miranda.


Tangan kecil itu bergerak.


Ternyata bayi itu udah bangun.


Wajah bayi itu sangat imut dan ganteng.


Sama seperti wajah ibunya yang cantik meski pun tidur dalam keadaan tidur dengan mulut sedikit terbuka.


Bayi itu terus bergerak dan hampir menangis tapi ibunya sepertinya sangat lelah sehingga tidak terbangun meski pun bayinya sudah merengek tapi tidak keras.


Mau ngga yaaa dia kugendong, pikir Dika sambil mengulurkan tangannya.


Ternyata bayi itu mau dan memajukan badannya tanda ingin digendong.


"Kamu lucu banget sih. Mau main denganku atau sepertinya kamu lapar?" kata Dika kepada bayi itu.


Lalu ia memanggil pramugari yg sedang lewat.


Dan meminta susu buat bayi ini.


Pramugari itu kembali dengan sebotol susu hangat.


Dika segera memberikan ya kepada bayi itu.


Tak perlu waktu lama untuk bayi itu menghabiskan susunya.


Setelah kenyang ia kembali bermain bersama Dika.


Wanita itu sangat kaget ketika tau bayinya tidak ada dipangkuannya.


Tapi seketika tersenyum saat melihat bayinya sedang bermain dengan pria di sebelahnya.


"Maafkan aku tadi tertidur. Apa bayiku menangis?" Tanya Shofia kepada Dika sambil mengambil bayinya dari pangkuan Dika.


"Tidak kok. Agak rewel dikit sih. Tapi Karena kamu masih tidur akhirnya aku ambil dan dia juga sudah minum susu yang dikasih sama pramugari" jawab Dika.


"Oh terima kasih" ucap Shofia sambil tersenyum.


"Namaku Dika" ucap Dika mengulurkan tangannya ke arah Shofia.


Shofia menjawabnya sambil meraih tangan Dika.


Mereka ngobrol lama dan akhirnya sedikit mengungkapkan cerita mereka masing-masing.


Dika cerita tentang bagaimana dia dan keluarganya dan bagaimana dia berusaha kabur agar hidup bebas dan Shofia jg cerita tentang dirinya kabur ke Inggris dengan kekasihnya tp kekasihnya tidak mau bertanggung jawab ketika tau ia hamil sehingga ia harus membesarkan anaknya sendiri dan harus kembali ke Indonesia.


Shofia juga cerita tentang bapaknya dan bingung bagaimana menjelaskan tentang bayinya ke keluarganya.


Mereka tidak sadar sudah membuka cerita masing-masing tanpa sungkan padahal baru saja bertemu.


Sepertinya mereka cukup merasa nyaman satu dengan yang lain seperti teman lama.


Tak lama terdengar pengumuman bahwa pesawat akan segera mendarat.

__ADS_1


Dika terdiam sambil membenarkan dudukannya. Dan Shofia kembali ke tempat duduknya di belakang.


Setelah pesawat mendarat. Dika pun turun dan berjalan menuju tempat pengambilan bagasi.


Ia melihat Shofia dan Bayinya.


Dika mendekati Shofia dan membantu membawa kopernya.


Tak lama Ide Gila muncul dikepala.


"Shofia. Maukah kau membantuku?" tanya Dika.


"Hah apa??? " jawab Shofia.


"Maukah kau berpura-pura jadi istriku dan bayi ini adalah anakku agar aku bisa menghindar dari pernikahan yang diatur ini oleh keluargaku?"kata Dika sambil memandang wajah Shofia yang kaget.


"Aku juga akan berpura-pura menjadi suamimu agar kamu tidak usah pusing jika bertemu dengan keluargamu" ucap Dika lagi.


"Tolonglah aku, Shofia. Aku tidak tau lagi harus bagaimana agar lepas dari perjodohan ini. Kita hanya berpura-pura saja sampai waktu yg tepat baru Kita beritahu yang sebenarnya." Dika terus memohon kepada Shofia.


Shofia sangat kaget mendengar permintaan Dika.


Walaupun sebenarnya ia juga bingung bagaimana menghadapi bapaknya nanti.


Untuk menjelaskan kepergiannya aja udah pusing apalagi kepulangannya membawa bayi tanpa ayah.


Shofia ingin menolak permintaan Dika tapi tiba-tiba


"Pa..papa..pa" kata pertama keluar dari mulut Zidan bayinya memanggil Dika dengan sebutan Papa.


Dika dan Shofia menoleh ke arah Zidan yg sedang memegang mainannya.


Tak kuasa menahan haru Dika mencium bayi itu.


"Please Shofia bantulah aku" pinta Dika sambil memegang tangan Zidan.


"Baiklah" jawab Shofia.


Dika sangat senang dan hampir memeluk Shofia tapi segera diurungkan niatnya.


Ia segera mengambil koper dari tangan Shofia dan memegang tangan Shofia berjalan ke arah pintu dan melihat supir keluarganya sudah menunggu di depan pintu kedatangan.


Supir itu kaget melihat tuan mudanya datang sambil menggandeng seorang wanita yang sedang menggendong bayi.


Siapa wanita itu pikir supir itu sambil menyambut ke arah tuan mudanya.


"Apa khabar Tuan Dika" Sapa supir itu.


"Baik-baik aja pak Agus" jawab Dika sambil menyerahkan koper kepada Pak Agus supir keluarganya.


Dika membuka pintu mobil merek Lexus keluaran terbaru untuk Shofia.


Wah mobilnya mewah sekali ucap Shofia dalam hati sambil masuk kedalam mobil.


Lalu Dika masuk lewat pintu disebelahnya dan duduk disampingnya.

__ADS_1


Permainan akan segera dimulai pikir keduanya.


__ADS_2