Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
29 . Pergi Ke Danau


__ADS_3

Setelah semalam El menemui Laura di apartemennya, dan menjelaskan siapa Nasya, pada awalnya Laura menolak dan tidak terima kalau El ternyata sudah menikah, itu berarti dia sudah tidak bisa lagi untuk mengajak El kencan dan tidur di apartemen El, hari ini setelah meeting dan makan siang El berencana akan mengajak Nasya untuk mengunjungi danau koningssee, sekaligus untuk menjelaskan siapa Laura kepada Nasya.


"Ham, setelah makan siang aku akan pergi mengajak Nasya ke danau koningssee, aku akan menceritakan semuanya kepada Nasya tentang Laura, aku tidak ingin Nasya salah faham, dan semalam aku sudah menemui Laura, aku sudah menjelaskan siapa Nasya sebenarnya, pada awalnya Laura menolak dan tidak terima kalau aku sudah menikah dan dia akan mengancamku, tapi akhirnya dia menerima kalau aku sekarang sudah bukan milik dia lagi" El menjelaskan panjang lebar kepada Ilham kalau semalam dia habis menemui Laura di apartemennya, karena El tidak ingin terjadi hal yang buruk terhadap Nasya.


"Apa langkah selanjutnya yang akan kamu lakukan setelah Laura mengetahuinya?" Tanya Ilham yang memang sangat khawatir dengan keselamatan Nasya, mengingat Laura adalah bukan hanya teman kencan El saja, dia sering kencan dengan banyak para pengusaha menengah atas.


"Aku sudah membuatnya untuk tutup mulut sampai sebelum acara resepsi pernikahan tiba, maka aku akan memblokir kredit card yang aku berikan" El memang sudah mengancam Laura semalam, saat El menemuinya di apartemen Laura


"Lalu bagaimana dengan Nasya? Aku yakin dia tidak baik baik saja sekarang, setelah mengetahui bahwa kamu mempunyai hubungan yang spesial dengan Laura" Ilham yang memang mempunyai firasat yang tidak baik baik saja dengan Nasya, karena dia yakin saat ini Nasya hatinya sedang hancur setelah mengetahui kalau ternyata suaminya mempunyai masa lalu dengan seorang wanita.


"Seiring dengan berjalannya waktu aku yakin Nasya akan mengerti dengan semua keadaan ini, Nasya bukanlah sosok yang lemah walau dia dalam keadaan terpuruk, walau bagaimanapun dan apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkan Nasya" El berbicara dengan penuh penyesalan yang tampak jelas di wajahnya, dengan berdiri di tepi jendela melihat ke arah jalan raya yang di padati dengan lalu lintas kendaraan.


Apa yang di pikirkan El dan Ilham di kantornya, kini juga sama dengan apa yang di pikirkan oleh Nasya di dalam apartemen, Nasya yang sedang duduk di ruang keluarga dan sedang bermain dengan ponsel yang ada di tangannya.


Dia sedang berbalas pesan dengan temannya Feby, dan menanyakan kapan bisa hangout seperti dulu lagi, tiba tiba saja ada panggilan masuk di ponsel Nasya dan itu dari El.


Drrrtt....Drrrttt...


"ByBy," lirih Nasya berucap dan segera dia mengangkat panggilan dari El.


ByBy


[ Assalamu'alaikum istri Solehah nya ByBy.! ], sapa El dari seberang sana.


Nasya


[ Wa'alaikumsalam By.! ], jawab Nasya.


ByBy


[ Sayang, siap siap yaa, nanti setelah makan siang ByBy jemput, kita akan ke danau, dan sebentar lagi akan ada kurir yang mengantarkan makan siang dan membawakan gaun ]


Nasya


[ Memangnya kita akan ke danau mana By, dan gaun apa maksudnya? ], Nasya yang memang belum mengerti pun akhirnya bertanya kepada El, seraya mengangkat kedua alisnya tanda dia tidak mengerti.


ByBy


[ Sudah, nanti pakai saja gaun nya, dan jangan terlalu cantik dalam memoles makeup nya, karena ByBy tidak ingin banyak laki laki di luar sana memandang wajah cantikmu, pokoknya ikut saja, yang jelas danaunya indah, dan sayang pasti suka ], El mulai menunjukkan sikap posesif nya kepada Nasya, sehingga membuat Nasya menghembuskan nafasnya.

__ADS_1


Nasya


[ Iya By,! ] Nasya sudah tidak dapat memberikan jawaban yang lain lagi, selain menuruti kemauan El yang memang akhir akhir ini di rasa cukup posesif terhadap Nasya.


ByBy


[ Bagus.! Kalau begitu sampai ketemu lagi nanti, jangan lupa makan siang supaya cepat tumbuh benih yang ByBy tanam, assalamu'alaikum.! ] El memberikan ultimatum kepada Nasya sedang Nasya hanya menggigit bibir bawahnya, dan jangan ditanya bagaimana dengan perasaannya setelah El mengucapkan kalimat yang membuat Nasya tersenyum sendiri.


Nasya


[ Wa'alaikumsalam By.! ] Sahut Nasya menjawab salam dari El.


El segera memutuskan sambungan telpon nya, begitu Nasya menjawab salam dari nya.


Tuutt... Tuuuuutt...


Panggilan telepon dari El pun berhenti, Nasya menaruh ponselnya di atas meja, dan tidak berselang lama terdengar ada suara ketukan di pintu, Nasya segera membuka pintu, dan ternyata seorang kurir dan menyerahkan dua paper bag kepada Nasya.


Nasya pun menutup kembali pintu apartemennya dan tidak lupa menguncinya, setelah Nasya membuka paper bag nya, ada satu porsi makanan siap saji, itu terlihat dari merek yang tertera pada kantong paper bag nya, dan ketika Nasya membuka paper bag yang kedua ternyata sebuah gaun syar'i, Nasya menaruh kembali gaun ke dalam paper bag, dan dia Segera membuka makanan siap saji dan memakannya.


Dengan memoles sedikit lipstik dan bedak ke wajahnya, Nasya sudah rapih dan hendak turun ke lantai bawah, namun sebelum dia membuka pintu, El lebih dulu masuk dan membuat Nasya seketika terkejut dengan kehadiran El yang langsung memeluk nya dari belakang.


"Masya Allah.! Istri ByBy cantik bener sih, jadi pengen mengurung di dalam kamar saja, dan hanya ByBy yang boleh melihatnya" El berbicara tepat di ceruk leher Nasya yang tertutup kerudung sambil mencium aroma yang terpancar dari tubuh Nasya, tepat saat Nasya baru saja selesai merapikan kerudung nya.


"Tapi ByBy tidak rela kalau sayang di lihat oleh banyak laki laki lain di luar sana," El masih saja asyik memeluk Nasya, namun tangan El tidak tinggal diam, dia mengusap bagian depan badan Nasya, dan berakhir tepat di bawah perut Nasya.


"Semoga dia cepat tumbuh di dalam, ByBy sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba, dan semoga di segerakan oleh Tuhan, agar ByBy tambah semangat lagi untuk kedepannya." Ucap El dan segera membalikkan badan Nasya agar menghadap nya, perlahan tapi pasti dan entah siapa yang memulainya, mereka akhirnya sama sama hanyut, yang awalnya hanya kecupan yang El berikan, namun lama kelamaan mereka saling memagut satu sama lain.


Nasya yang sudah mengerti, langsung mengalungkan tangannya di leher El, dan mulai bisa mengimbangi permainan dari El.


"By, mulut ByBy banyak lipstik nya," Nasya melepas pagutan nya untuk mengatur nafasnya, seraya berucap kepada El.


"Manis," Hanya itu yang El ucapkan, sambil mengusap bibirnya yang sudah pasti penuh dengan lipstik Nasya.


"Kalau seperti ini terus, kita tidak akan jadi berangkat ke danau By,!" Ucap Nasya dengan menundukkan kepalanya.


"Entahlah sayang, setiap kali ByBy melihat wajah cantikmu, naluri ke lelakian ByBy langsung dalam mode on, apa kita tidak usah kedanau saja, kita lanjutkan olahraga ranjang saja yaa,!" Pinta El kepada Nasya dengan mengedipkan sebelah matanya, dan jangan ditanya bagaimana dengan Nasya saat ini, wajahnya sudah di pastikan merah merona bak kepiting rebus.


"Ihh, ByBy mesum,!" Jawab Nasya seraya duduk di depan meja rias dan merapikan kerudung nya yang berantakan karena ulah El, dan memoles kembali bibirnya.

__ADS_1


"Mesum dengan istri sendiri tidak akan berdosa sayang, yang ada dapat pahala, tapi sayang suka kan kalau ByBy mesum?" Jawab El dengan tersenyum manis tepat di belakang Nasya, dan Nasya yang melihat senyum manis El dari cermin yang ada di hadapannya langsung membalikkan badan dan membulatkan matanya ke arah El.


"Ya sudah, ayo cepat kita turun, kalau terlalu lama di sini ByBy tidak bisa jamin kalau kita tidak jadi berangkat" Akhirnya El menggenggam tangan Nasya dan mereka keluar dari dalam kamar nya, dan masuk ke dalam mobil menuju tempat wisata danau koningssee.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, di dalam mobil tidak ada yang bersuara, selain suara musik dari audio mobil, dan itupun musik yang beredar di negara itu sendiri.


Nasya yang masih menunggu El untuk berkata jujur tentang siapa sebenarnya Laura, hanya diam menikmati alunan musik dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela, sementara El terus menggenggam erat tangan Nasya, dan kadang sesekali mengecupnya dengan pandangan tetap fokus kedepan jalanan.


"Sayang, nanti kita menaruh mobilnya di dekat pembangunan proyek saja, di sana kita nanti naik sepeda atau berjalan kaki saja sambil menikmati sejuknya pemandangan alam danau dan pegunungan," El membuka suaranya, agar perjalanan mereka tidak sunyi, jujur El pun kini sedang berperang batin, pasalnya dia tidak ingin membuat Nasya menangis karena masa lalu El dengan Laura.


"Terserah ByBy saja," Hanya kata itu yang keluar dari mulut Nasya, dan menoleh ke arah El sekilas, karena memang Nasya belum pernah mengunjungi kota ini sebelumnya.


"ByBy ingin meninjau proyek sebentar, dan setelahnya kita akan berkeliling di danau sambil menikmati sunset," El memberikan penjelasan kepada Nasya kalau dirinya memang sekaligus ingin meninjau proyek yang sedang berjalan, dan berencana untuk mengajak Nasya menikmati matahari terbenam di tepi danau.


Akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di depan pembangunan proyek, El yang memang sebelumnya mengabarkan akan meninjau proyek, langsung saja di sambut oleh Paman Roy yang memang sudah lebih dulu sampai.


"Bagaimana perjalanan nya? Tidak terlalu jauh kan dari apartemen?" Paman Roy langsung saja bertanya dan bersalaman dengan El, dan di sambut oleh El. "Apa kamu tidak akan memperkenalkan orang yang ada di sampingmu itu El kepada


Paman?" Tanya Paman Roy kemudian, sambil melirik kearah samping El yang memang ada Nasya yang sedang El genggam tangannya.


"Sayang, perkenalkan ini adalah paman Roy yang menghandle perusahaan yang ada disini," Ucap El sambil menoleh ke arah Nasya dan Nasya Langsung mengatupkan kedua tangannya di dada, tanda dia memberikan hormat dan salam kenal kepada Paman Roy.


Paman Roy yang melihat Nasya menunduk, hanya tersenyum dan kembali melanjutkan perbincangan nya dengan El "Kalau ada waktu senggang datanglah berkunjung ke rumah Paman, tante kamu pasti akan sangat senang melihat kamu sekarang sudah tidak menjadi jomblo dan kesini dengan membawa istri." Paman Roy kembali berbicara kepada El agar membawa Nasya berkunjung ke rumahnya.


"Nanti akan kami usahakan Paman, setelah semua permasalahan telah kami selesaikan satu persatu, dan bagaimana dengan proyek yang sedang berjalan saat ini Paman,?" Tanya El to the poin terhadap Paman Roy agar Paman Roy tidak membahas yang lain lagi.


"Semua masih aman El, dan nanti rinciannya akan aku kirim ke email Ilham, Oiyaaaa, apa kalian akan berjalan jalan di danau ini?" Paman Roy langsung bertanya.


"Iya Paman, kami akan berkeliling di danau ini, sambil menikmati sunset di tepi pantai" Jawab El seraya menoleh kearah Nasya, sedang yang di tatap hanya menundukkan kepalanya.


"Baiklah, kalau begitu selamat menikmati acara kalian, Paman akan kembali melihat para pekerja proyek, selamat bersenang senang El" Paman Roy bersalaman kembali dengan El sambil menepuk bahu El dengan tangan kirinya dan berlalu meninggalkan sepasang pengantin baru itu.


"Sayang, bagaimana kalau kita berhenti di sebelah sana saja," El menunjuk ke arah cafe yang dekat dengan danau, dan tempat yang pas untuk melihat sunset dan menjelaskan semuanya kepada Nasya tentang masa lalu El.


Mereka berjalan menuju cafe, tidak lupa El menautkan jemari tangannya dengan tangan Nasya, dan mereka berhenti dan duduk di kursi yang telah di siapkan oleh pemilik cafe.


Kira kira apa yaa..?? πŸ€”πŸ€”


yang akan El sampaikan kepada Nasya..?? πŸ€—β˜ΊοΈ

__ADS_1


Dukung terus Author


Agar Author Semangat


__ADS_2