
Dika menarik kursi untuk Shofia duduki.
Shofia langsung duduk dan tersenyum kepada Dika.
Dalam hatinya berkecamuk, ada apalagi ini.
Tunangan Dika datang lagi.
Semoga tidak ada keributan lagi.
Aku hanya ingin makan dengan tenang karena aku sudah sangat lapar sekali, ucap Shofia dalam hati.
Dika duduk diposisi pas depan Miranda.
Ia melihat Miranda menatapnya tajam dan sesekali memandang Shofia dengan tatapan sinis.
"Ada perlu apa kau kemari?", tanya Dika pada Miranda.
"Dika....kenapa kau bertanya begitu pada Miranda? Dia tunanganmu. Dia berhak kesini kapan saja". Kata Mami Dika sambil melirik Shofia.
Tapi wajah Shofia tidak ada perubahan.
Sepertinya dia tidak peduli.
Ia hanya memegang piring kosongnya saja.
"Tapi aku sudah menikah dan punya anak. Jadi anggap saja pertunangan itu sudah berakhir." ucap Dika tegas.
"Teganya kau berkata begitu, Dika. 5 tahun aku menunggumu disini" jawab Miranda memelas.
Saat Dika hendak membalas kata-kata Miranda, Ny Indira masuk ke ruangan makan dan duduk.
"Selamat Makan" Kata Ny Indira seraya menyendokkan makanan ke mulutnya.
"Kita akan bicara lagi setelah ini" Bisik Miranda lirih.
Mereka makan dengan diam.
Sepertinya hanya Ny Indira dan Shofia yang makan dengan nikmat seperti tidak ada masalah apa pun.
Dasar wanita licik, kau bersikap tanpa rasa bersalah, pikir Miranda sambil menatap Shofia.
Setelah selesai. Ny Indira meninggalkan ruang makan.
Saat Dika dan Shofia juga hendak meninggalkan ruangan, Mami Dika langsung melarang.
__ADS_1
"Dika, mami mau kamu bicara dengan Miranda di ruang keluarga!", kata mami tegas sambil menggandeng tangan Miranda menuju ruang keluarga.
Lalu Dia memegang tangan Shofia dan menariknya menuju ruang keluarga.
"Hei kenapa aku harus ikutan?" tanya Shofia kaget tangannya ditarik oleh Dika.
"Kamu kan Istriku. Jadi aku mau kamu mendengar pembicaraan kami"jawab Dika.
"Istri palsu" ucap Shofia mengangkat alisnya.
Dika hanya memelototi mata Shofia.
Shofia malah tersenyum.
*****
"Untuk apa dia kemari juga?" tanya Miranda ketus ketika melihat Dika menggandeng tangan Shofia memasuki ruang keluarga.
"Dia istriku. Aku mau dia disini" jawab Dika seenaknya.
Miranda langsung mencibirkan mulutnya.
"Aku butuh penjelasan. Mengapa kau melakukan ini kepadaku, Dika?" Tanya Miranda ketus.
Suara Miranda mulai terisak dan ia mulai menangis.
"Kini akhirnya kau pulang malah membawa wanita tidak tau diri itu kemari. Apa dia menjebakmu dengan tubuhnya? " kata Miranda lagi sambil melirik ke arah Shofia.
"Hentikan Miranda. ini bukan salah Shofia. Kami bertemu dan jatuh cinta. Makanya aku menikahinya" jawab Dika.
"Tidak mungkin. Pasti dia sengaja menggodamu karena tau kau adalah orang kaya. Dasar wanita murahan!!" Teriak Miranda ke arah Shofia dan tangannya hendak menampar Pipi Shofia.
Tapi Shofia langsung menangkap tangan itu dan menghempaskannya kasar.
"Jangan pernah berani menyentuhku. Aku tidak ada urusan denganmu. Silahkan kau selesaikan sendiri bersama Dika!" ucap Shofia sambil menuju keluar ruangan.
"Mau kemana Shofia?" tanya Dika sambil menahan tangan Shofia.
"Selesaikan sendiri urusanmu Dika, Aku mau melihat anakku" jawab Shofia sambil kenarik tangannya kembali dan pergi.
Kini Dika kembali menghadap Miranda.
"Aku sudah bilang ini bukan salah Shofia" ucap Dika lagi.
"Aku minta maaf tapi pertunangan kita sudah berakhir. Lebih baik kamu mencari laki-laki lain. Dan aku tidak mau kau menggangguku lagi Miranda!." Kata Dika lirih.
__ADS_1
Miranda mendekati Dika dan berusaha memeluknya.
"Aku tidak mungkin melupakanmu Dika. Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku mencintaimu." ucap Shofia sambil terus berusaha memeluk Dika.
"Lepaskan!!!! Aku tidak mau bertemu denganmu lagi" jawab Dika ketus seraya melepaskan pelukan Miranda dan Dikapun pergi keluar ruangan itu.
" Awas kau Dika. Aku akan membalas perbuatanmu. Aku tidak akan membiarkan dirimu hidup bahagia dengan wanita tidak tau diri itu" kata Miranda marah lalu ia pun pergi meninggalkan Mansion itu
***
Dika mencari Shofia. Akhirnya ia menemukan Shofia sedang bermain dengan Zidan di kamar Zidan yang baru.
Disana ada sus Nani sedang melipat baju- baju baru milik zidan dan memaaukkannya ke lemari pakaian.
"Sus, bisakah kau meninggalkan kami sebentar?" tanya Dika kepada sus Nani.
"Baiklah tuan" jawab Sus Nani sambil keluar ruangan.
Dika mendekati Shofia dan mencium pipi Zidan.
"Maafkan Aku Shofia. Aku tak menyangka Miranda bisa berbuat hal senekat itu padamu"kata Dika sambil memandang wajah Shofia yang masih terus bermain-main dengan Zidan.
" Tidak apa-apa. Toh tadi dia juga tidak bisa memukulku. Kecil-kecil begini aku udah sabuk hitam beladiri Kempo loh" jawab Shofia sambil memperagakan pukulan mautnya.
Hahahaha Dika tertawa melihat kelakuan wanita didepannya itu.
Lalu ia tak sengaja memeluknya.
Shofia kaget mendapatkan pelukan Dika.
Ia langsung mendorong Dika.
"Apa yang kau lakukan Dika?" teriak Shofia sambil mendorong tubuh Dika menjauh.
"upsss maafkan aku. Aku tidak sengaja. Habisnya kau menggemaskan sih" jawab Dika.
"Jangan lupa kalo kita hanya pura-pura sudah menikah Dika" kata Shofia. Sambil menggendong bayinya.
" Iya aku tidak akan lupa. Maafkan aku Shofia. Tapi kamu mau kemana?" tanya Dika ketika melihat Shofia menggendong Zidan.
"Aku mau memandikan Zidan." jawab Shofia masuk ke kamar mandi sambil membawa Zidan.
Dika mengikutinya ke kamar mandi.
"Aku mau bantu" kata Dika tersenyum.
__ADS_1