Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
30 . Aku Ingin Sendiri


__ADS_3

"Sayang, sebenarnya masih banyak tempat tempat wisata yang bagus untuk di kunjungi di sini, ada Gerbang Brandenburg, salah satu bangunan paling ikonik di Berlin, ini di bangun untuk raja, ada Lembah Moselle, yang terkenal dengan perkebunan anggurnya, dan penghasil anggur putih terbaik di Jerman, dan ada kota Bamberg, kota bersejarah di Bavoria dan terdapat balai kota yang populer yang berada di tengah jembatan yang membentang di sungai Regnitz, dan ada juga Pulau Sylt, Kota Lindau, Lembah Hi Rein, Kota Frankfurt, dan masih banyak lagi." El menjelaskan panjang lebar kepada Nasya tentang tempat tempat wisata yang ada di Jerman, sedang Nasya asyik dengan lamunannya sendiri.


"Sayang, apakah kamu mendengarkan apa yang baru saja aku ucapkan?" Tanya El yang melihat Nasya hanya mengaduk jus nya, tanpa meminumnya.


"Sayang.! Are you oke..??" El kembali bertanya seraya menggenggam tangan Nasya, sontak Nasya kaget dan mengedipkan mata.


"I...Iy....Iya By.! Kenapa tadi?" Nasya langsung salah tingkah setelah El menyentuh telapak tangannya.


"Baiklah, sekarang dengarkan baik baik, sekarang juga akan ByBy jelaskan siapa sebenarnya Laura, tapi tolong, setelah ini jangan pernah membenci ByBy ataupun berniat meninggalkan ByBy, karena ByBy tidak ingin berpisah denganmu walau hanya sedetik." El berucap kepada Nasya, dengan menggenggam kedua telapak tangan Nasya, dan menatap Nasya lekat


Flashback On


"Ham, bagaimana dengan tuan Bram, apakah dia akan memenangkan tender yang kemarin dia ajukan pada perusahaan XX?" El bertanya kepada Ilham sambil membuka berkas yang ada di hadapannya tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang dia baca dengan teliti.


"Sepertinya iya, tapi kita juga bisa memenangkan tender besar itu, tapi sangat berat El." Jawab Ilham yang menoleh ke arah El dan menjelaskan siapa sebenarnya saingan bisnis nya ini.


"Maksud kamu?" Tanya El penuh dengan selidik serta mengangkat kepalanya untuk menoleh ke arah Ilham, dan menutup berkas yang sudah dia tanda tangani.


"Tuan Bram mempunyai sugar Baby yang sangat dia sayangi, kalau kita bisa mendapatkan nya dan bisa menaklukan hatinya sugar Baby Tuan Bram, pasti Tuan Bram akan menyerahkan tender besar itu" Ilham menjelaskan kalau yang di maksud dengan sugar Baby Tuan Bram adalah Laura, karena Laura sering kencan dan tidur dengan Tuan Bram, bahkan Laura di gadang gadang incaran semua para pengusaha.


Laura memang sangat cantik bak model, blasteran antara Asia dan Jerman, siapapun yang melihatnya pasti akan terhipnotis oleh kecantikannya, tidak terkecuali El, yang memang posisi El saat itu masih lajang dan pengusaha muda yang sedang naik daun.


"Kalau begitu pertemukan aku dengan Laura, atur jadwalku" Tanpa fikir panjang El langsung memberikan perintah kepada Ilham bahwa dirinya akan berusaha untuk bisa mendapatkan Laura sekaligus tender yang besar.


"Apa kamu sudah gila El?, ini bukan hanya sekedar bisnis tapi juga menyangkut masalah wanita, lebih baik kamu pikirkan lagi baik atau buruknya, jangan sampai kamu terjebak dalam gelimang dosa yang akan merugikan dirimu sendiri." Ilham langsung bangun saat El berbicara ingin mendekati Laura dan menghampiri El yang kini sedang memangku dagunya dengan kedua tangannya.


"Aku tidak sedang bercanda Ham, aku sungguh sangat penasaran dengan nya, aku pastikan kami tidak akan berbuat yang lebih jauh dan melanggar norma agama serta adat istiadat yang berlaku bagi orang timur" El yang memang sangat menjunjung tinggi adat istiadat serta budaya, dan sangat keras kepala dan suka dengan tantangan, akhirnya tetap dengan pendiriannya, apalagi setelah Papahnya meninggal, dia sangat dingin dan kejam, terutama terhadap lawan bisnisnya.


"Terserah kamu sajalah, yang jelas aku tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari," Akhirnya Ilham menyerah dan dia kembalikan semuanya kepada El, dan kembali duduk di balik meja kerjanya.


Setelah pertemuannya dengan Laura, El memang di buat tidak berkedip dengan penampilan modis Laura, semua yang di kenakan Laura adalah merek branded, El yang memang laki laki normal dia langsung saja tertarik setelah pertemuan pertamanya dengan Laura.


Dan setiap kali El ada kunjungan kerja ke Jerman, dia selalu menyempatkan untuk kencan dengan Laura, bahkan pernah El sampai mabuk di sebuah cafe saat bersama Laura, dan Laura pun tidak tinggal diam, dia yang memang juga penasaran dengan El, akhirnya mengantarkan El sampai ke apartemennya, dari situlah mereka akhirnya sering tidur berdua dalam satu ranjang, tapi El tidak pernah sekalipun menyentuhnya, apalagi sampai berhubungan intim dengan Laura.


Flashback off


"Sayang, ByBy akui ByBy memang sebelum bertemu denganmu ByBy sempat ada hubungan spesial dengan Laura, tapi yakinlah ByBy belum pernah berhubungan intim sekalipun dengan Laura, hanya dengan kamu yang pertama dan untuk yang terakhir ByBy sentuh dan untuk selamanya," El menjeda ucapannya. "Yakinlah sayang, tidak akan ada wanita yang lain di hati ByBy selain kamu yang sudah berhasil mengisi hati ByBy seutuhnya" El menjelaskan kepada Nasya dengan menaruh telapak tangan Nasya tepat di dadanya, dan dengan menatap Nasya penuh cinta yang hanya El tunjukan kepada Nasya.

__ADS_1


"Entahlah By, saat ini Nana masih belum bisa menerima sepenuhnya Ucapan ByBy, dan sementara beri Nana waktu untuk berpikir, Nana juga ingin sendiri dulu dan tidak ingin tidur berdua dulu dengan ByBy, jadi tolong hargai perasaan Nana" Nasya yang memang belum bisa berpikir jernih, akhirnya mengungkapkan nya kepada El, Nasya juga merasakan debaran jantung El saat telapak tangannya menyentuh dada El.


"Baiklah sayang, ByBy minta maaf karena sebelumnya ByBy tidak jujur," Dengan sekali tarik, kini Nasya berada di dalam dekapan El dan di saksikan oleh matahari yang mulai terbenam berganti dengan sinar rembulan yang bersinar terang.


El yang merasakan pundaknya basah, akhirnya melepaskan pelukannya secara perlahan, dan menghapus air mata Nasya yang keluar tanpa permisi dengan kedua ibu jarinya, dan mengatupkan kedua tangannya di pipi Nasya agar Nasya mengangkat wajahnya dan melihat kepada El.


"Apakah sekarang sudah lebih baik?" Tanya El yang merasa bersalah karena telah membuat Nasya menangis.


"Nana lelah By, sebaiknya kita pulang saja ke apartemen" Pinta Nasya yang memang hatinya sedang tidak baik baik saja.


"Baiklah, sekarang juga kita akan pulang ke apartemen, untuk makan malam biar nanti ByBy suruh Ilham yang mengantarkannya ke apartemen" El langsung saja menggendong Nasya menuju mobil, Nasya yang merasa kaget langsung mengalungkan tangannya di leher El.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang bersuara, Nasya yang merasa sedang lelah hati dan juga pikirannya akhirnya tertidur di dalam mobil, El yang menyadari kalau tangan Nasya lemas yang sedang dia pegang, hanya tersenyum sambil menoleh sekilas ke arah Nasya.


Ciiittt


Mobil El berhenti tepat di depan gedung apartemen, El segera membuka seatbelt Nasya dan menggendong Nasya yang tertidur sampai masuk ke dalam apartemen, dengan susah payah El membuka apartemennya, dan menutup kembali pintu apartemennya dengan kakinya, dan membaringkan Nasya perlahan di atas kasur, setelahnya El menyelimuti tubuh Nasya sampai dada, tidak lupa El membuka kerudung yang Nasya pakai, serta mencium kening Nasya.


"Selamat malam sayang nya ByBy, setelah ini ByBy janji hanya kamu satu satunya wanita yang berhasil mengisi kehampaan di hati ByBy, dan prioritas utama ByBy selanjutnya adalah membahagiakan kamu, semoga ini adalah awal dari kebahagiaan kita kedepannya, Aamiin" El mengucapkan seraya mengusap kepala Nasya dan setelahnya El keluar dari kamar, dan berniat untuk tidur di kamar sebelah yang sebelumnya di tempati Ilham sebelum El menikah, tapi kini Ilham berada di apartemen yang berbeda dengan El.


Nasya membuka matanya perlahan setelah El benar benar keluar dari dalam kamar, dengan sekali kedip, air mata Nasya langsung saja mengalir deras, sebenarnya Nasya sudah bangun saat El membuka kerudung nya, hanya saja Nasya enggan untuk membuka mata nya, dia masih kesal dengan ketidak jujuran El terhadapnya.


"Nana ikhlas menjalani semua takdir ini, dan menikah dengan ByBy, Nana juga tidak ingin jauh dari ByBy, tapi Nana juga kecewa terhadap ByBy, kenapa tidak bilang kalau sebelumnya ByBy pernah punya kekasih, hiks.....hiks. ...." Nasya menumpahkan semua keluh kesahnya, dan di saat seperti ini, Nasya benar benar rindu dengan sosok Ibunya, kalau saja dekat mungkin Nasya akan mengadukan keluh kesahnya kepada Ibunya.


"Ibuuuu....! Nana kangen Ibu,!" Ucap lirih Nasya sambil mengusap air matanya.


Krukuk....Krukuk....


Tiba tiba saja perut Nasya berbunyi, dia memang belum ada makan malam, entah kenapa akhir akhir ini Nasya sering sekali merasa lapar.


"Kenapa akhir akhir ini aku sering merasa lapar yaa? Apa mungkin maag aku kambuh lagi? Atau mungkin juga aku habis menangis, jadi semua energiku sudah habis terkuras" Nasya berucap karena memang dia merasa aneh dengan dirinya,


Tok....Tok....Tok....


Tidak berselang lama terdengar pintu kamar di buka, Nasya langsung berbaring di atas kasur dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Sayang, ayo bangun dulu, ByBy bawakan makanan dan susu hangat, ByBy tidak ingin kamu sakit," Ucap El dengan membawa nampan berisi dua porsi makanan dan dua gelas susu hangat.

__ADS_1


"ByBy janji, besok setelah semua masalah di perusahaan selesai, kita akan pulang dan mempersiapkan untuk acara resepsi, tadi Mamah telpon dan ingin berbicara denganmu, tapi ByBy bilang kalau sayang sudah tidur" El meletakkan nampan di atas nakas, dan ikut berbaring dengan Nasya bahkan memeluk Nasya yang tertutup selimut.


Perlahan Nasya membuka selimut, dan pandangan pertama yang Nasya lihat adalah wajah tampan El yang terlihat sudah segar seperti habis mandi.


"Sekali lagi ByBy minta maaf, bukan maksud ByBy berbohong atau membuat Nana kecewa, tapi ByBy hanya tidak ingin Laura nanti menyakiti istri kesayangan ByBy, walau bagaimanapun keselamatan Nana adalah prioritas ByBy saat ini" Ucap El dengan membelai mesra pipi Nasya dan setelahnya mengecup kening, kedua mata, kedua pipi, hidung dan terakhir di bibir Nasya, dan memeluk Nasya.


Krukuk....Krukuk....


Suara dari dalam perut Nasya berbunyi kembali, El segera melepas pelukannya, dan membangunkan Nasya serta mengangkat Nasya agar duduk di pangkuannya.


"Kenapa tidak bilang dari tadi kalau memang lapar, Hmm..? Ya sudah, sini ByBy suapi sampai kenyang" Ujar El dengan memasukkan makanan kedalam mulut Nasya, sedang Nasya hanya diam dan tidak menolak saat El menyuapinya, sambil sesekali El memasukkan makanan ke mulutnya sendiri.


Nasya yang memang merasakan lapar, hanya pasrah dengan apa yang El lakukan, kadang El mencuri kecupan di bibir Nasya, apalagi saat tau kalau ada makanan Nasya yang menempel di mulutnya.


Mereka menghabiskan makanannya sampai tandas dan tidak ada satu butir nasi pun tersisa, setelahnya El keluar dari dalam kamar dengan membawa peralatan bekas makannya, dan menaruhnya di wastafel, besok pagi akan ada pelayanan yang membersihkan rumahnya.


El kembali menuju ruang kerjanya, dan menyelesaikan pekerjaannya sebelum dia kembali pulang besok, dan akan menyerahkan kembali tanggung jawab perusahaan kepada Paman Roy.


"Huuuffhhh," El menghembuskan nafasnya dan meregangkan tangannya, "Akhirnya selesai juga, jadi mulai besok aku akan menyerahkan kembali tanggung jawab perusahaan ini kepada Paman Roy, dan mempersiapkan untuk acara resepsi pernikahan" Ucap El yang kini sedang bersandar pada kursi kerjanya.dengan menutup matanya.


'semoga besok aku bisa kembali melihat senyum indah dari wajah cantikmu sayang, aku tidak ingin masalah ini berlarut larut, aku yakin hatimu pun sebenarnya sudah memaafkanku, hanya saja sifat labilmu yang menentangnya,' batin El berucap dan El pun akhirnya tertidur di sofa ruang kerjanya.


Nasya yang merasa haus.akhirnya bangun, dia hendak turun ke lantai bawah, namun dia melihat ruang kerja El pintunya terbuka, Nasya masuk dan mengedarkan pandangannya dan melihat El sedang tertidur di sofa, Nasya keluar dan mengambil selimut serta bantal untuk El, lalu dia menaruh perlahan bantal dan mengangkat kepala El agar nanti tidak sakit saat bangun, dan menyelimuti tubuh El dengan selimut.


Saat Nasya hendak berbalik dan keluar dari ruang kerja El, tiba tiba saja El menahan pergelangan tangan Nasya, sontak Nasya menghentikan langkahnya, dan berbalik menghadap ke arah El.


"ByBy yakin, sayang pasti akan datang dan menemani ByBy disini" Dengan menarik perlahan tangan Nasya, kini Nasya sudah berada di atas tubuh El dan wajah mereka sedang menatap satu sama lain, hanya berjarak beberapa senti saja.


"Ti...Tid...Tidak By,! Tadi Nana haus dan hendak mengambil air, hanya saja Nana melihat pintu ruang kerja ByBy terbuka, jadi Nana mencoba melihat dan ternyata ByBy sedang tertidur di sofa, jadi Nana ambilkan bantal dan selimut untuk ByBy, tidak ada niat lain lagi" Ucap Nasya memejamkan matanya dan menahan tangannya di dada El.


"Kalaupun ada niat lain juga tidak mengapa, terimakasih sayang, karena sayang sudah peduli dengan ByBy, biarkan kita tidur dalam posisi seperti ini saja sayang, ByBy menyukainya" El langsung mendekap erat Nasya, dan mereka tidur di sofa dengan Nasya berada di atas tubuh kekar El.


Ayoo Dukung Terus Author


Supaya Author Semangat Untuk


Update Lagi

__ADS_1


See You


__ADS_2