
"Awwssshhh," Ternyata Nasya sudah membuka matanya sekitar lima menit yang lalu, dia teringat kalau dia terakhir sedang merasakan mulas dan ketubannya yang sudah mulai keluar, perlahan dia meraba perutnya yang sudah kempis dan merasakan area perut bawahnya seperti di sayat sayat.
Karena ada pergerakan dari jemari tangan Nasya yang El genggam, kemudian El membuka matanya dan mendengar suara meringis dari sang istri, dan benar saja, Nasya saat ini sedang terisak.
"Sayang, sejak kapan kamu sadar?" El yang tertidur di samping istrinya langsung bertanya.
"Sakit sekali By" Dengan meremas jemari tangan El, Nasya mencoba menyalurkan betapa sakitnya pasca melahirkan.
El segera memencet tombol yang tepat berada di atas kepala sang istri.
"Iyaa sayang, dokter akan segera kesini" El yang mengerti akan kesakitan yang Nasya alami, hanya bisa menahan tangisnya agar tidak pecah.
Ceklek
"Sejak kapan Nyonya siuman!" Tanya dokter Arum yang masih stand by di rumah sakit, untuk menunggu Nasya siuman.
__ADS_1
"Baru saja, dokter" Bukan Nasya yang menjawab, melainkan El yang menjawab.
"Baiklah, biar saya cek dulu kondisinya, dan segera bawa sepasang bayi kembar kesini, untuk proses menyusui, agar sang bayi mengenali sumber ASI nya" Ujar dokter Arum setelah mengecek kondisi Nasya dan memerintahkan kepada suster untuk membawa anak mereka kepada Ibunya.
"Baik dokter" Sahut suster dan segera ke ruang perawatan bayi untuk mengambil sepasang bayi kembar NEVAN dan NESSA.
"Dokter, Sampai kapan rasa sakit ini akan hilang?" Tanya Nasya yang sedang merasakan pasca operasi Caesar.
"Nanti suster akan membawakan obat pereda nyeri kesini, Nyonya harus banyak minum air putih dan usahakan makan yang lembut dahulu, dan jangan memaksakan untuk bangun dari tempat tidur, karena nanti ada tahapan dalam proses pemulihannya, dan untuk aktivitas yang lainnya, biar nanti suster yang akan mengurusnya" Jelas dokter Arum panjang lebar menjabarkan tentang kondisi Nasya yang habis melahirkan.
"Baik dokter.!" Bukan Nasya yang menjawabnya melainkan El, karena Nasya sedang merasakan sakit yang bercampur aduk.
"Untuk saat ini tidak ada dokter," Akhirnya Nasya bersuara.
Dua orang suster datang membawakan dua box bayi kehadapan Nasya.
__ADS_1
"Silahkan di mulai Nyonya, untuk proses menyusuinya" Salah seorang suster memberikan bayi laki laki kepada Nasya untuk proses menyusui, lalu di lanjutkan dengan bayi perempuan.
Kenapa kemarin El memutuskan untuk tindakan operasi Caesar terhadap Nasya, karena sebelumnya El mendapat penjelasan dari dokter Arum, di usia Nasya yang masih sangat muda, sangat beresiko jika harus melakukan persalinan normal.
"Awwssshhh" Nasya meringis kembali saat anak anaknya mulai mencari sumber ASI.
"Itu hal yang wajar Nyonya, nanti dengan seiring berjalannya waktu, tidak akan terasa sakit lagi" Lanjut dokter Arum menjelaskan, karena Nasya meringis merasakan kesakitan saat ujung *********** di hisap anak anaknya.
El yang memperhatikan sang istri merasakan sakit yang bertubi tubi pasca melahirkan jadi faham, ternyata memang sungguh berat perjuangan seorang Ibu.
"Sini suster, biar Nessa saya yang pegang" El kini menggendong bayi perempuannya, saat Nevan sedang asyik menyusu.
"Baiklah, sekarang saya tinggal dahulu Tuan, Nyonya, kalau ada apa apa jangan sungkan untuk menghubungi saya" Pesan dokter Arum sebelum meninggalkan ruang perawatan Nasya.
"Iyaa dokter.!" Jawab El.
__ADS_1
"Sini By, sekarang gantian Nessa yang menyusu" Setelah Nevan kenyang dan tertidur, Nasya memberikan Nevan kepada suster untuk di taruh di dalam box bayi, dan mengambil Nessa dari sang suami untuk di susui.
'terimakasih tuhan, karena engkau telah memberikan kebahagiaan untukku, seorang istri yang mampu membahagiakan hari hariku dan sekarang sudah lahir sepasang bayi kembar dari rahim istriku di saat usianya masih sangat muda,' batin El berucap saat melihat Nasya sedang menyusui sepasang bayi kembarnya secara bergantian, padahal luka bekas operasi Caesar masih belum sembuh, dan sekarang di tambah lagi dengan kesakitan karena harus menyusui sepasang anak kembarnya.