Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
78. Bisa Maju Ataupun Mundur


__ADS_3

Saat ini Nasya dan El sedang berada di rumah sakit untuk kontrol kandungannya dengan dokter Arum.


"Alhamdulillah mereka saat ini sehat dan kondisinya juga sudah matang, dan siap untuk lahir" Ucap dokter Arum saat menggerakkan alat USG di perut Nasya.


El yang memperhatikan perkembangan anak anaknya dari layar monitor di buat tidak berkedip setelah melihat dengan jelas rupa dan bentuk tubuh anak anaknya.


"Dok, kenapa perut aku rasanya tidak nyaman yaa?" Tiba tiba saja Nasya meringis merasakan perutnya mulas dan seperti ingin buang air.


"Bukankah waktunya masih dua Minggu lagi dok?" Kini El bertanya kepada dokter Arum dengan tatapan yang tidak biasa karena melihat Nasya meringis kesakitan.


"Memang HPL nya masih dua minggu lagi, tapi kadang bisa maju ataupun mundur, dan kalau memang kontraksinya lama dan berulang, bisa di pastikan hari ini juga Nyonya melahirkan" Kini dokter Arum beralih untuk memastikan apakah hanya kontraksi palsu atau memang sudah waktunya melahirkan.


"By, rasanya sakit dan mulas sekali, Nana juga sepertinya ingin buang air" Celoteh Nasya yang kini sedang merasakan kesakitan di area perutnya.


"Sabar sayang, ini sedang di lihat oleh dokter, apakah memang ingin melahirkan atau tidak" El berusaha menenangkan Nasya yang sedang meringis.


"Sudah pembukaan dua, lebih baik sekarang Nyonya berjalan jalan saja dahulu, biar nanti kami persiapkan alatnya dan tim medis untuk bersiap" Dokter Arum memerintahkan Nasya untuk berjalan santai mengelilingi ruangan dokter, sedang dokter Arum bersiap dengan para dokter dan bidan untuk mempersiapkan persalinan.

__ADS_1


"Tapi sudah tidak terlalu sakit seperti tadi dok.!" Ucap Nasya yang merasakan perutnya sudah tidak terlalu mulas.


"Tidak apa apa Nyonya, jalan santai saja, karena itu membantu proses persalinannya" Ujar dokter Arum memberitahukan kalau dengan berjalan bisa membantu untuk proses persalinannya.


Dengan di bantu El, Nasya mencoba bangun dan berjalan di depan ruangan dokter Arum.


Tidak lupa El memberitahukan Mamah dan kedua orang tua Nasya kalau saat ini mereka sedang berada di rumah sakit dan Nasya akan segera melahirkan.


"By, rasa mulas dan sakitnya datang lagi" Setelah 15 menit Nasya berjalan, rasa mulas nya kembali datang.


"Iya sayang, sabar yaa, dokter juga sedang menyiapkan untuk persalinannya" El kini merasakan betapa besarnya pengorbanan seorang Ibu yang sedang berjuang untuk melahirkan.


"Iya Mah.! Malah sekarang rasanya Nana sudah tidak sanggup lagi berjalan" Beo Nasya mengungkapkan kalau sekarang dia sudah sangat sulit untuk berjalan.


"El, biar Nana dengan Mamah saja, sekarang kamu temui dokter Arum, sepertinya Nana segera ingin melahirkan" Celoteh Mamah yang melihat menantunya meringis sambil memegangi perutnya.


"Baik Mah, El akan segera menemui dokter Arum di ruangan nya" Dengan sedikit agak berlari, El menemui dokter Arum dan memberitahukan kalau saat ini Nasya sudah merasakan mulas dan kesakitan yang amat sangat.

__ADS_1


"Dok, apa semuanya sudah siap? Istriku sepertinya sudah ingin melahirkan" Dengan nafas masih tersengal sengal, El memberitahukan kalau Nasya ingin melahirkan.


"Sudah Tuan, apa ingin proses melahirkan normal atau Caesar?" Jawab dokter Arum dan menawarkan kepada El untuk proses melahirkan anak kembar dan penjelasan serta konsekuensinya.


"Lakukan saja yang terbaik dokter, apapun prosesnya yang terpenting anak anakku lahir dengan sehat dan selamat" Jawab El yang sudah pasrah dan segera mengikuti langkah dokter Arum untuk mengikuti prosedur melahirkan.


"Kalau begitu nanti suster akan membawa Nyonya Nasya untuk masuk kedalam ruang persalinan" Dokter Arum segera memberitahukan kalau El segera ambil tindakan secepatnya untuk melahirkan.


"Baik dokter, saya akan segera menemui istri yang kini sedang bersama Mamah" Segera El keluar dari ruangan dokter, dan bergegas menemui Nasya yang sedang bersama dengan Mamahnya.


"Sebentar lagi suster akan membawa Nana ke ruang bersalin," El langsung menghampiri Nasya yang sudah tidak sanggup lagi untuk berbicara, hanya anggukan yang Nasya berikan tanda setuju.


"Bagaimana keadaannya sekarang?" Tiba tiba saja Ibu datang menghampiri mereka dengan nafas yang masih belum stabil karena sedikit berlari dari depan lobi.


Mamah, El dan Nasya langsung menoleh kearah sumber suara yang ternyata Ibu yang menghampiri mereka, karena Nasya sudah sangat sulit untuk berjalan dan berbicara, karena sudah merasakan sakit dan mulas.


"Sebentar lagi suster akan membawa Nasya ke ruang operasi, Ibu.!" Dengan menghembuskan nafasnya pelan El menjelaskan kalau Nasya akan melakukan operasi Caesar.

__ADS_1


Terimakasih untuk yang selalu setia membaca novel Author 😘😘


__ADS_2