
El menutup tubuh polos istrinya dengan selimut, dan mengambil pakaian mereka yang berserakan di atas lantai karena ulahnya.
"ByBy mandi dulu, istirahat saja dulu, atau kita akan mandi bersama?" Tawar El menggoda Nasya dengan mengedipkan matanya sebelah.
Sedang yang di tatap justru menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Segera El masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Ceklek
Tidak berselang lama El keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.
Nasya sangat terpana saat melihat suaminya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, dengan air yang masih menetes dari ujung rambut suaminya.
Dan terlihat dengan jelas tubuh kekar El dan perut sixpack nya.
El yang melihat Nasya sedang bersandar di kepala ranjang memperhatikan dirinya, segera mengecup sekilas bibir Nasya.
Cup
"Air hangat sudah ByBy siapkan, juga handuknya ada di dalam," El menyadarkan lamunan Nasya.
Nasya segera bangun dari atas kasur dan masuk kedalam kamar mandi hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya.
Sementara menunggu Nasya mandi, El menuju dapur dan menghangatkan makanan di microwave serta membuatkan minum dan menatanya di atas meja makan.
Setelah mereka selesai makan, mereka menuju ruang keluarga sambil menonton televisi.
"Akhir pekan ini ByBy akan ada rapat dengan para pemegang saham di Singapura, ByBy ingin kalian ikut serta, karena ByBy tidak bisa berjauhan dengan kalian walau hanya sehari" El mengutarakan niatnya untuk mengajak Nasya ke Singapura, karena kepergiannya kali ini cukup lama.
"Apa ByBy tidak keberatan kalau kerja di temani Nana?" Bukan nya menjawab pertanyaan El, Nasya justru balik bertanya kepada suaminya.
"Tidak apa sayang, jadi di apartemen ByBy tidak kesepian, perusahaan yang ada di Singapura adalah perusahaan yang ByBy rintis dari nol," Jelas El, yaa saat ini mereka sedang berada di ruang keluarga sambil menonton televisi.
"Berapa hari By? Karena awal bulan depan waktunya Nana kontrol dengan dokter kandungan" Tanya Nasya lagi, karena Nasya baru ingat, kalau Minggu depan adalah waktunya dia mengecek kandungannya.
"Sepertinya tiga sampai empat hari bahkan bisa lebih, kalau untuk kontrol dengan dokter kandungan, bagaimana kalau di Singapura saja, ByBy punya kenalan dokter kandungan yang bagus disana" El memberikan usulnya kepada Nasya untuk kontrol ke dokter kandungannya di Singapura.
"Benarkah? Tapi nanti Nana ajak anak dari Mbok Lastri ya By? agar Nana tidak kesepian saat ByBy ke kantor" Nasya menatap El penuh harap, agar suaminya mengizinkan dia membawa anak Mbok Lastri yang usianya tidak jauh darinya.
__ADS_1
"Tidak masalah, kalau begitu ByBy akan menghubungi Ilham, agar dia mempersiapkan semuanya" Segera El merogoh saku celananya dan menghubungi Ilham.
"By, Nana ingin makan rujak buah" Pinta Nasya menoleh kearah suaminya saat El memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
Belum sempat El mengambil ponselnya kembali dari dalam saku celananya untuk memesan rujak buah melalui aplikasi ponselnya, namun Nasya menahan tangi dengan menggelengkan kepalanya.
"Nana ingin ByBy sendiri yang membelinya," Ucap Nasya memohon kepada El penuh harap karena dia tidak ingin suaminya membeli melalui delivery order.
"Baiklah, kalau begitu bersiaplah segera, ByBy akan menghubungi petugas apartemen agar mempersiapkan mobilnya di depan" Kemudian El menghubungi petugas apartemennya agar mempersiapkan mobilnya.
Dan benar saja, saat mereka keluar dari dalam lift, semua pegawai apartemen menunduk hormat kepada El.
"Kita akan beli rujaknya dimana, hmm?" Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil, dan El sudah berada di belakang kemudi stir.
"Emm, Nana ingin makan rujak yang ada di taman kota By, biasanya kalau jam segini ramai para pedagang yang berjualan disana, bukan hanya rujak yang di jual, tapi aneka jajanan pasar pun banyak" Nasya menaruh jari telunjuknya di pelipis matanya, seolah sedang berfikir.
"Tapi makanan yang di jual disana tidak higienis, karena banyak pengendara yang lalu lalang melintasi jalan sekitar taman itu" El mulai menunjukkan kekhawatiran higienisnya makanan yang di jual di area taman.
"Hiks....hiks....hiks ...! Tapi Nana ingin nya makan rujak yang disana, hiks...hik....hiks..." Tiba tiba saja Nasya menangis hingga terlihat hidungnya yang memerah
Segera El menepikan mobilnya, dan berusaha untuk menenangkan sang istri yang sedang terisak.
"Iya sayang, apapun yang kamu inginkan akan ByBy kabulkan, yaa sudah, sekarang jangan menangis lagi, kita akan kesana sekarang" Pasrah sudah El, dia tidak bisa melihat Nasya menangis hanya karena ingin makan rujak di pinggir jalan.
"Terimakasih By, ini bukan keinginan Nana loh,! Tapi ini kemauan baby twins yang ingin makan jajanan yang ada di pinggir jalan" Dengan suara masih sesenggukan karena menahan tangis, Nasya mencoba mengutarakan isi hatinya.
"Anak anak pintarnya ByBy, jangan membuat Mamih kalian berbuat yang tidak bisa ByBy kabulkan yaa?" Ucap El seraya mengusap perut buncit Nasya.
Seperti mengerti, anak anak yang ada di dalam kandungan Nasya pun merespon dengan gerakan kecil.
Mereka kini melanjutkan kembali perjalanan yang sempat tertunda setelah tangis Nasya reda.
Roda ban dari mobil yang El Kendarai kini telah sampai tepat di depan penjual rujak buah.
"Biar nanti ByBy saja yang turun dan memesankan nya," Belum sempat El turun dan baru saja membuka seatbelt nya, tiba tiba Nasya menahan lengan suaminya.
"Nana juga ingin turun By, Nana ingin makan di tempatnya, dan Nana juga ingin makan makanan yang lain yang ada di sini" Cegah Nasya dengan menatap dan memegang lengan El.
"Kalau begitu kita cari parkiran dulu, baru setelahnya kita berburu kuliner yang ada disini, kalau perlu kita beli semua dagangan yang ada disini, dan membagikannya kepada orang yang membutuhkan" Ucap El seraya mencari area parkir yang cocok dan tidak terlalu jauh dari pedagang rujak.
__ADS_1
Terlihat El menghembuskan nafasnya pelan, dan setelahnya mereka turun bersama, El yang sedari kecil tidak pernah makan di pinggir jalan kini mulai membiasakan sejak kehamilan Nasya.
Suasana di area taman terlihat sangat ramai, beraneka macam makanan pun banyak dan beraneka ragam.
"Ternyata semakin sore suasananya semakin ramai ya By,?" Tutur Nasya saat melihat sekeliling area taman.
Banyak para pengunjung yang datang, ada yang datang dengan teman, kekasih dan ada pula yang datang bersama dengan keluarga.
"Ini rujak nya neng," Sapa sang penjual rujak menyodorkan satu porsi rujak buah penuh dengan bumbu gula merah dan kacang.
"Terimakasih mang" Ujar Nasya.
"By, Nana ingin minum es campur yang ada di kedai samping" Pinta Nasya saat rujaknya sudah habis separuhnya, dan El segera memasukkan ponselnya.
"Selain es campur, apa lagi yang akan di beli?" Tanya El hendak bangkit dari duduknya.
"Untuk sementara itu saja By" Dengan mulut penuh makanan Nasya menjawab ucapan suaminya.
"Kalau begitu tunggu ByBy disini, dan jangan kemana mana sebelum ByBy datang" Titah El berkata kepada sang istri.
"Iya By,! Nana tidak akan kemana mana sebelum ByBy datang" Jawab Nasya sambil memakan rujak buah.
Tidak berselang lama, es campur yang Nasya pesan datang, namun bukan sang suami yang membawanya, melainkan seorang pedagang es buah tersebut.
Tanpa Nasya ketahui, ternyata El sedang membagikan uang kepada para pedagang yang ada disana.
Ini adalah kali pertamanya El turun langsung, biasanya hanya orang suruhannya yang biasa bertugas membagikan sedikit uang kepada para pedagang yang biasa mangkal disana, tidak terkecuali para pedagang asongan yang biasa hilir mudik menjajakan dagangannya.
"Apa ada lagi yang akan di beli?" Ternyata El tiba tiba datang dan mengejutkan Nasya yang sedang memakan satu porsi bakso.
"Dari mana saja By?" Dengan reaksi terkejutnya, Nasya menoleh dan menatap El dengan sejuta pertanyaan.
"Tadi ByBy habis membagikan sedikit rezeki untuk para pedagang yang berjualan disini" Dengan berbisik di telinga Nasya yang tertutup kerudung, El menjelaskan tentang kepergiannya.
Nasya yang mengerti pun hanya menganggukkan kepalanya dan mengerti akan kepergian sang suami yang meninggalkannya.
"Sepertinya Nana sudah puas dan sudah kenyang By," Memang sudah ada beberapa piring dan mangkuk yang ad di atas meja bekas Nasya makan.
Setelah puas, mereka pergi dari area taman dan kembali ke apartemen, seperti biasanya, Nasya tertidur saat dalam perjalanan pulang.
__ADS_1