Akhirnya Jatuh Cinta

Akhirnya Jatuh Cinta
69. Kalian Adalah Penyemangat


__ADS_3

Rintik hujan masih terdengar di luar untuk turun membasahi bumi, perlahan Nasya membuka matanya, senyum nya pun langsung terbit saat menatap sang suami yang berada di sampingnya.


Nasya masih teringat akan peristiwa semalam, suaminya benar benar menguasainya dan memperlakukannya dengan sangat lembut.


"By, bangun.! Sekarang sudah masuk waktu sholat subuh, nanti kehabisan waktu." Nasya mencoba membangunkan El dengan mengangkat tangan kekar suaminya yang melingkar di pinggang nya.


"Lima menit lagi, biarkan seperti ini sebentar saja, apa di luar masih hujan?" Dengan masih menutup matanya, El berbicara dengan suara khas orang bangun tidur dan bukannya melepas pelukannya di pinggang sang istri, justru El malah mempererat pelukannya seraya bertanya kepada Nasya.


"Di luar masih sedikit gerimis By, sekarang sudah pukul 5 pagi, cepat bangun By, nanti keburu habis waktu subuh nya, lagipula kita belum mandi" Nasya yang sudah merasakan lengket di badannya Karena penyatuan nya dengan El semalam dan merasa tidak enak ingin segera mandi dan membersihkan badannya.


"Hoamm,! Bagaimana kalau sekarang kita melanjutkan kembali yang semalam? ByBy sangat rindu karena selama kita di Singapura kita tidak melakukannya, sehari saja ByBy tidak memeluk seperti ini, rasanya hidup ByBy terasa hampa," El mencoba menggoda Nasya dengan membuka matanya dan mengangkat alisnya berusaha menjelaskan kalau dirinya benar benar rindu, karena saat di Singapura Mamahnya benar benar menguasai istrinya.


"Nanti ByBy kesiangan berangkat ke kantornya," Nasya mencoba menolak dengan halus permintaan suaminya yang kalau sudah dalam mode seperti ini tidak memakan waktu sebentar dalam penyatuannya.


"Tidak akan lama sayang, ByBy janji hanya sebentar saja, karena yang di bawah sini sudah dalam posisi standby" El mencoba membujuk lagi sang istri seraya menuntun tangan Nasya untuk memegang benda pusakanya yang sudah dalam mode on.


Cup

__ADS_1


El memulai dengan mengecup kening Nasya, lalu turun ke kedua mata, kedua pipi, hidung, dan terakhir di bibir merah dan tipis sang istri.


Mereka saling mengecap dan saling menukar Saliva, dengan El menahan tengkuk sang istri, sedang Nasya memejamkan matanya menikmati lembutnya perlakuan El terhadapnya.


"Nafas sayang, kasihan baby twins, nanti mereka tidak mendapatkan pasokan udara dari Mamihnya" El menyadarkan Nasya dengan melepas pagutan nya dan menyuruh Nasya bernafas selama mereka bercumbu.


Nasya yang mendapat teguran dari El hanya malu karena Nasya benar benar menikmati setiap sentuhan yang El berikan.


Sementara tangan El pun tidak tinggal diam, kini El mulai menjelajahi setiap inci tubuh sang istri, dengan membuat banyak tanda kepemilikan di leher dan kedua gunung kembar Nasya.


Erangan serta ******* yang keluar dari mulut Nasya, bagai sebuah alunan simfoni untuk El agar melakukan lebih.


Perlahan tapi pasti, El mulai meraba dan mulai melakukan penyatuannya, sementara Nasya hanya bisa menikmati perlakuan El.


"Eunghh" Dengan sekali hentakan akhirnya El tumbang di samping Nasya


Cup

__ADS_1


"Terimakasih Sayang" Tidak lupa El mengecup kening Nasya setelah melakukan penyatuan.


Dengan nafas yang masih memburu dan keringat masih bercucuran di badan, seakan hawa sejuk dari pendingin ruangan dan di tambah cuaca di luar yang masih sedikit gerimis, tidak mampu memberikan hawa dingin di tubuh mereka.


Dengan tubuh polos keduanya, El menggendong sang istri menuju kamar mandi.


"By, Nana sudah sangat berat sekarang," Nasya mencoba menolak untuk di gendongan El, karena kehamilannya yang sudah membesar, dan sekarang ini sudah seperti orang yang sedang hamil sembilan bulan.


"Kalau hanya untuk menggendong kalian bertiga ByBy masih kuat, karena kalian adalah penyemangat dan pelengkap dalam hidup ByBy" El menjelaskan kalau saat ini Nasya dan kedua calon anaknya adalah prioritas utama dalam hidupnya.


"Tunggu sebentar disini, ByBy akan menyiapkan air hangatnya dulu di bathtub" Kemudian El menurunkan Nasya dan segera mengisi air hangat di bathtub dan tidak lupa menaruh aroma terapi.


"Tapi janji yaa By, hanya mandi saja, nanti kita kehabisan waktu shalat subuh" Lagi lagi Nasya memberikan peringatan kepada El, karena sudah hafal dengan perangai suaminya, yang bukan hanya sekedar mandi biasa.


"Iya sayang,! Tapi ByBy tidak bisa janji untuk hal itu" Dengan mengedipkan sebelah matanya, El berbicara dan lagi lagi Nasya hanya bisa pasrah dengan El.


Author ucapkan terimakasih untuk yang selalu setia membaca karya author ini.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😘😘


__ADS_2