
Kini Nasya tengah duduk di antara deretan kursi dengan teman temannya, dan di sebelah kanan dan kiri Nasya ada kedua orangtuanya yang turut hadir menyaksikan acara perpisahan sekolah anaknya.
Sedang El tengah duduk di antara deretan kursi guru guru pengajar dan kepala yayasan, pernikahan El dan Nasya memang masih di rahasiakan, hanya kepala yayasan yang mengetahuinya.
Acara berjalan dengan lancar, satu persatu pengisi acara telah menyampaikan kata sambutan mereka, dan kini tiba saatnya pengumuman untuk siswa yang berprestasi.
Nasya di panggil untuk naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan sebagai siswa yang berprestasi dengan nilai terbaik, saat Nasya menerima piala serta penghargaan dari El sebagai donatur sekaligus ketua yayasan, El langsung mengerlingkan sebelah matanya di hadapan Nasya.
Nasya segera turun dari atas panggung setelah menerima penghargaan dari kepala yayasan, Ibu yang mengerti langsung menyambut putrinya untuk menuntunnya duduk di kursi yang tadi mereka tempati.
Tinngg
Terdengar motif pesan dari handphone Nasya, dan ternyata itu dari El sang suami, "Selamat ya sayang, maaf tadi ByBy tidak bisa memelukmu di hadapan khalayak ramai, karena takut ada pihak pihak yang tidak suka terhadap pernikahan kita" El memberikan selamat kepada Nasya sekaligus mengutarakan permintaan maafnya.
"Tidak apa apa By, Nana juga bisa mengerti, lagipula Nana juga tidak ingin semua teman teman mengetahuinya untuk sekarang sekarang ini" Sungguh jawaban yang bijak, yang Nasya berikan terhadap sang suami.
"Nanti setelah acara selesai langsung masuk saja kedalam mobil, ByBy tunggu" Kini El memberikan perintah kepada Nasya, mengingat Nasya tidak ikut tampil mengisi acara perpisahan sekolah.
"Baik By, nanti setelah acara inti selesai, Nana pasti akan langsung pulang," Jawab Nasya.
"Sayang, setelah ini kamu ingin mampir kerumah atau langsung pulang?" Tanya Ibu saat Nasya menaruh ponselnya di dalam tasnya.
"Sepertinya langsung pulang Bu, karena kami akan main ke rumah Mamah, tadi Nana sudah memberitahukan kalau akan kesana setelah ini" Nasya memang sudah memberitahukan kepada Mamah mertuanya kalau dia ingin main setelah acara perpisahan di sekolah.
"Baiklah, kalau begitu Ibu dan Ayah pamit pulang duluan, karena ayah akan ada meeting di perusahaan setelah ini," Ibu menjelaskan kalau mereka akan segera pulang, dan Ayah tidak bisa berlama lama berada disitu.
"Tidak mengapa Bu, Nana juga sebentar lagi akan pulang" Ujar Nasya kepada Ibunya.
"Kalau begitu Ibu dan Ayah pulang duluan, nanti kalau ingin main kerumah kabari Ibu" Pamit Ibu.
"Na, Maafkan Ayah yang tidak bisa berlama lama disini, karena Ayah akan ada meeting setelah dari sini, nanti sampaikan saja salam untuk suamimu, dan selamat karena kamu lulus dengan nilai yang terbaik dan jangan lupa jaga cucu cucu Ayah" Titah Ayah kepada Nasya kemudian berpamitan karena tidak bisa berlama-lama meninggalkan kantor.
__ADS_1
"Terimakasih Yah, dan maaf Nana tidak bisa mengantarkan Ayah dan Ibu sampai depan" Ucap Nasya yang juga sudah merasakan lelah duduk lebih dari satu jam.
"Sudah jangan kamu risaukan tentang itu, yang terpenting sekarang jaga saja kandungannya dengan baik, jangan telat makan, karena ada dua nyawa di dalam sini, dan tadi juga kamu hanya sarapan bubur dan susu saja" Ibu berpesan kepada putrinya seraya mengelus perut Nasya, yang memang tadi pagi Nasya mengeluarkan semua isi perutnya setelah sarapan.
Tidak berselang lama Ayah dan Ibu Nasya pulang, El segera menelpon Nasya dan menyuruh masuk kedalam mobil.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, Nasya langsung bangun dan keluar dari tempat acara, menuju mobil sang suami yang sedang menunggunya di dalam.
"Kita akan kemana Mamih?, Papih siap mengantarkan kemanapun Mamih ingin pergi" Ucap El setelah melihat sang istri masuk kedalam mobil yang sedang memasang seatbelt.
"By, Nana ingin makan pasta yang dekat kantor ByBy," Ujar Nasya menatap sang suami dengan menampilkan senyum indah dari wajahnya.
"Jadi Baby twins papih ingin makan pasta,! Baiklah, kita akan kesana Sekarang juga," El membalas senyum Nasya sambil menautkan jari jari tangannya ke tangan Nasya dan menciumnya.
"Selamat ya sayang, karena kamu lulus dengan nilai terbaik di sekolah, minta hadiah apa dari ByBy, hmm?" Tanya El menatap kearah Nasya sekilas dan kembali fokus menatap arah jalan.
"Tidak usah By, Nana hanya ingin supaya ByBy selalu ada di samping Nana" Sungguh jawaban yang tidak pernah El bayangkan sebelumnya.
"Tapi tidak untuk saat saat ini By, bagaimana kalau nanti Nana mabuk saat dalam perjalanan?, justru nanti Nana merasa tidak nyaman" Nasya yang memang setelah mengetahui kalau dirinya hamil, malah sering mengeluarkan isi perutnya setelah di isi.
"Oke, nanti setelah kamu sudah tidak lagi merasakan mual dan ByBy juga sudah mulai buka puasa," Tutur El dengan melihat ke arah sang istri sekilas sembari mengerlingkan matanya, lalu mengecup telapak tangan Nasya yang El genggam, seolah Nasya tidak boleh pergi jauh dari nya.
Mobil yang mereka tumpangi berjalan dengan kecepatan sedang menuju restoran yang berada di dekat kantor, perlahan tapi pasti, akhirnya mereka sampai juga di restoran yang di maksud.
Mereka masuk ke dalam restoran, dan El mengambil private room, agar mereka tidak ada yang mengganggu, karena El tidak ingin acara bersama dengan Nasya terganggu.
Dengan membolak balikan daftar menu, El akhirnya bertanya kepada Nasya.
"Sayang, kamu ingin makan apa?" Tanya El karena melihat sang istri yang hanya membolak balikan buku daftar menu.
"Nana ingin makan pasta, steak, kentang goreng, dan untuk minumannya Nana ingin orange jus saja" Jawab Nasya yang memang sudah sangat menginginkan makanan tersebut dan perut nya pun sudah sangat lapar.
__ADS_1
"Kalau begitu, pesankan makanan dan minuman yang tadi di sebutkan oleh istriku, samakan saja pesananku dengannya" Ucap El berbicara kepada pelayan restoran, tanpa mengalihkan pandangannya dari sang istri.
Setelah pesanan datang, Nasya benar benar menghabiskan semua makanan yang dia pesan, El yang melihatnya hanya tersenyum manis menatap sang istri yang begitu lahap memakan makanan yang dia pesan, sampai habis tidak tersisa.
Setelah El membayar tagihan makanannya, mereka masuk kembali ke dalam mobil, dan menuju ke rumah Mamah, namun seperti sudah menjadi kebiasaan Nasya, setiap kali setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, dia tertidur di dalam mobil, El yang melihatnya hanya tersenyum melihat kelakuan sang istri yang sering tertidur di dalam mobil, karena memang pengaruh dari kehamilannya.
Tidak berselang lama, mereka tiba di depan gerbang rumah Mamah, dengan di bantu penjaga rumah, El masuk lalu menggendong sang istri yang tertidur pulas.
"Sayang, ap~" Suara Mamah tertahan setelah melihat El menggendong Nasya, karena tadi Mamah mendengar ada suara mobil, dan sudah di pastikan itu adalah suara mobil anak serta menantu nya yang datang.
"Lebih baik sekarang kamu bawa putri Mamah masuk ke kamar, biarkan dia istirahat dahulu, nanti setelah dia bangun baru kalian temui Mamah di ruang keluarga" Ujar Mamah, dan tanpa menunggu lama El segera naik ke atas dan menuju kamar untuk segera membaringkan sang istri yang terlihat sangat menggemaskan saat sedang tertidur seperti sekarang ini.
'Sayang, sepertinya ByBy tidak akan sanggup kalau harus berjauhan dan berlama lama tidak melihatmu, apalagi sekarang ada Baby twins kita di sini, apa sebaiknya aku kerja dari rumah saja, urusan kantor biar nanti Ilham yang handle semuanya, dan kalau memang ada berkas yang penting dan harus aku tanda tangani, biar nanti Ilham yang mengantarkannya ke rumah,' El mengucapkan keresahannya dari dalam hati di hadapan sang istri yang sedang tertidur pulas, sungguh dia tidak sanggup kalau harus berjauhan dengan Nasya yang kini sudah mengandung buah cintanya.
Di saat El sedang melamun, tiba tiba saja Nasya terbangun dan perlahan melihat ke samping dimana ada sang suami yang sedang memperhatikannya dengan menatap lurus ke arah Nasya.
"By," Nasya mencoba memanggil sang suami, namun El tetap tidak merespon ucapan Nasya.
"By, apakah ByBy sedang melamun?" Tanya Nasya kembali, saat tidak mendapat tanggapan dari sang suami sambil menggenggam tangan kekar El yang melingkar indah di perut Nasya.
"I~ Iya sayang, kenapa?" Sontak El langsung mengedipkan matanya menatap ke arah sang istri yang juga sedang menatapnya.
"Apakah ByBy sedang melamun?, hmm?" Tanya Nasya kembali, karena tidak juga mendapat jawaban dari sang suami.
"Tidak sayang, ByBy hanya sedang menghawatirkan keadaan kamu dan juga Baby twins kita, dan sepertinya ByBy tidak sanggup kalau harus berjauhan dengan mereka dan juga Mamih nya" El menjelaskan kepada Nasya tentang kekhawatirannya terhadap Nasya dan juga bayi yang sedang Nasya kandung.
"Memangnya apa yang ByBy khawatirkan?" Tanya Nasya lagi, karena dia memang benar benar tidak faham dengan maksud El.
" ByBy hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadap kamu dan juga Baby twins kita disaat ByBy tidak ada di sampingmu, walau bagaimanapun prioritas utama ByBy sekarang adalah kalian bertiga," El menjelaskan panjang lebar kepada Nasya, bahwa dirinya takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan terhadap Nasya dan juga bayi kembarnya.
Nasya terdiam mendengarkan penjelasan dari El, tanpa mereka sadari ternyata Mamah sudah berdiri dan sedang memperhatikan interaksi keduanya, dan Mamah langsung menutup mulutnya tidak percaya atas apa yang baru saja dia dengar, karena berkali kali Mamah mengetuk pintu kamar, tapi tidak ada sahutan dari dalam, akhirnya Mamah masuk untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1